Di Bawah Pelukan Tentara Kolonial

Di Bawah Pelukan Tentara Kolonial
Disingkirkan


__ADS_3

Van Berg terdiam membisu mendengarkan perkataan Madelief. Disisi lain, Sri Utami menguping pembicaraan tersebut diam-diam. Dia sedang menunggu pilihan yang dibuat oleh Van Berg.


" Aku akan bicara dengan ayah secepatnya!" Kata Madelief.


" Berikan aku waktu!"


" Oke!"


Madelief bangkit dari duduknya, sejenak dia melirik ke arah dapur, dia tahu sedari tadi Sri Utami mendengarkan percakapan mereka. Terukir senyuman mengejek pada Sri Utami.


*****


" Ayah aku dan Van Berg ingin kembali ke Nederland!"


" What do you say! No! Van Berg masih harus menyelesaikan banyak kerjaannya disini! Kita masih membutuhkan tenaganya!"


"Ayah Please! "


" Jika itu keinginan Van Berg, boleh saja tapi dia dicabut dari pangkat ketentaraannya!"


" Ayaaah!"


" Cukup Madelief! Jangan berlagak kekanakan, ada apa kamu ingin kembali ke Nederand?"


"Ayaah, Van Berg masih menjalin hubungan dengan wanita inlander itu! Ayah tolong singkirkan wanita itu!"


Ayahnya Madelief terlihat termenung mendengarkan renggekan dari puterinya. Dia menghela nafasnya lalu bangkit dari duduknya, di ikuti Madelief yang masih setia memohon agar ayahnya mengabulkan keinginannya.


" Pulanglah! Ayah akan menyelesaikannya!" Tegas ayahnya tanpa menoleh sedikit pun.


"Janji ayah!" Kata Madelief sambil undur diri.


*****

__ADS_1


Suasana rumah begitu hening, Sri Utami tengah mengosok pakaian tentara milik Van Berg. Diam-diam Van Berg memeluk Sri Utami dari belakang. Sri Utami cukup tersentak dengan sikap Van Berg, tapi dia juga tidak melarang, membiarkan Van Berg memeluknya.


" Wangi!" Kata Van Berg sambil mengendus ceruk leher Sri Utami.


" Hmm.. " Sri Utami membiarkan sikap Van Berg.


" Sri, kenapa kita sering bertengkar padahal kita sudah bersama?"


" Kita berbeda haluan!"


" Hmm.. Sudahlah aku tidak mau membahasnya! Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu!"


Sri Utami mengabaikan Van Berg tetap fokus menyetrika pakaian milik Van Berg, sementara Van berg masih setia menyandarkan dagunya di pundak isterinya. Rasanya posisi ini membuatnya sedikit hilang stres yang menghingapi pikirannya.


Tok tok tok


Tiba-tiba pintu dibuka paksa segerombolan orang berseragam memasuki rumah, Sri Utami dan Van Berg nampak terkejut kedatangan para bawahan mertuanya.


" Lapor Komandan! Jenderal meminta kami membawa Sri Utami"


"Maaf Komandan! Kami hanya perlu membawanya!"


" Aku perlu alasan kenapa harus membawa Sri!" Bentak Van Berg.


" Apa kesalahan saya kepada jenderal kalian?" Tanya Sri Utami akhirnya angkat bicara.


" Kami tidak bisa berlama-lama, anda ingin dengan sukarela ikut dengan kami atau kami akan membawa anda secara paksa?"


Sri Utami terdiam, dia melirik ke arah Van Berg yang nampak kesal, rahanyanya mengeras dengan tangannya mengepal kuat.


" Aku tidak bisa membiarkan kalian membawanya!" Geram Van berg.


Srerttttt

__ADS_1


Seorang tentara menyeret Sri Utami, namun segera Van Berg menarik tangan Sri Utami dengan kuat dan melayangkan pukulan ke arah kepala lelaki pelontos tersebut.


" Jangan menyentuhnya!"Teriak Van Berg emosi.


Sri Utami hanya bersembunyi dibalik badan Van Berg, terlihat para tentara itu mengeluarkan senjata apinya diarahkan tepat ke kepala Van Berg, tanpa rasa takut dan gentar sedikit pun Van Berg justru menatap satu-satu wajah yang sedang menodongnya dengan senjata api.


" Kami tidak segan menembak anda karena melanggar perintah Jenderal!"


" Aku tidak akan menyerahkannya!"


Prak


Seorang tentara memukul kepala Van Berg, seketika Van Berg rubuh tapi kesadarannya masih belum hilang.


" Van berg!!" Teriak histeris Sri Utami menopang tubuh Van Berg dilantai.


" Sri Go Go!" Sahut Van Berg sambil mengengam tangan Sri Utami.


" Va--"


" Go! Go!" Perintah Van Berg.


Sri Utami yang hendak bangkit terlebih dahulu dihampiri dua tentara yang langsung meringkusnya dan menyeretnya keluar, Van berg hanya mengelengkan kepalanya.


" Aku tidak boleh pingsan! Aku harus menjauhkan Sri dari Jenderal!" Gumam Van Berg sambil hendak bangkit.


" Terlambat!" Kata seseorang dibelakang Van Berg.


Bugh!!


Van Berg seketika langsung limbung, tentara itu pun menyeret Van Berg menuju ruang tengah dan membiarkannya tergeletak disana. Lalu dia pergi meninggalkan rumah tersebut.


*****

__ADS_1


#Bersambung...


Maaf ye kemarin kuota Mrs habis padahal udah ngetik hampir 500 kata...


__ADS_2