
Pria yg baru saja keluar dari rumah sakit itu menghabiskan waktu hampir seharian berada di rumah sahabat nya. Niatnya dia ingin melakukan istirahat di rumah,namun karena ada sedikit masalah, dia pun memilih pergi ke rumah Ivan.
Dalam waktu Raka yg hampir seharian berada disana, Ivan mencoba membujuk Raka untuk mengajarkan nya melakukan balapan, dia terus terus saja membujuk pria itu, namun Raka terus menolaknya, Ivan bahkan menawarkan sesuatu yg penting demi diajarkan balapan,tetapi jawaban Raka tetap saja sama yaitu Tidak!. Ia tak ingin temannya mengalami nasib seperti dirinya. Dia tak ingin Ivan dimusuhi banyak orang jika orang-orang mengetahui bahwa Ivan adalah sahabat dekatnya. Tentunya dengan keberhasilan Raka tentang hal balapan itu membuat banyak orang iri dan bahkan ingin menyingkirkannya. Ditambah dia anak jalanan,anak geng motor yg lumayan terkenal. Ia berani bertaruh, seiring berjalannya waktu pasti ada saatnya dia juga akan berurusan dengan polisi, jika hal itu tak terjadi, berarti keberuntungan berpihak padanya.
Sedangkan tas pink berisikan uang yg tak sedikit itu, Raka menitipkan nya kembali pada Ivan untuk ia jaga.
Raka setelah bernaung dari rumah Ivan, dia pun pergi mengendarai mobilnya untuk mencari petunjuk tentang mimpi nya. Raka masih saja terus memikirkan mimpi itu, mimpi itu tak bisa hilang dari kepalanya. Seakan-akan mimpi itu sudah terpaku di dalam otaknya,sehingga tak bisa lepas dari pikiran raka. Raka sungguh terobsesi dengan mimpi itu.
Tujuannya saat ini sih ingin mencari petunjuk tentang itu,namun dia tak tau harus memulai dari mana. Dia tak bisa menyelidiki sebab Tak ada satu pun dari mimpi itu yg memberinya petunjuk, dia pusing sendiri saat berkendara mobil. Lantas untuk apa dia pergi tanpa tujuan?
Saat di tengah perjalanan entah kemana, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya, Raka terpaksa mencari tempat singgah untuk berteduh. Untungnya dia melihat tempat sepi yg sangat cocok untuk berteduh berada tidak jauh darinya. Raka pun meminggirkan mobilnya dan berteduh disana.
*Raka turun dari mobil lalu menendang ban mobilnya
"Dasar mobil bodoh! Harga nya saja yg mahal, tapi tak memiliki atap untuk berteduh" ocehnya sendiri seraya menendang-nendangi ban mobil sport nya
Mobil sport Raka ini yg tidak memiliki atap atas,tau kan? Masa nda taukkk
Dia mengoceh sendiri menyalahkan mobilnya,padahal dia sendiri yg memilih untuk membeli mobil itu. Cek cek cek!
"Kenapa selalu saja ada kendala di saat aku melakukan perjalanan penting" gumam Raka masih mengoceh tak jelas
Ocehan pria itu terus berlanjut sembari menendangi mobilnya terus-menerus,sampai pada saat itu....ada seorang gadis SMA yg berlari dari arah samping menuju tempat Raka saat ini, Raka sampai tak sadar ada seseorang yg baru saja tiba di tempatnya berteduh,yg ia kira dia hanya sendirian disana.
Gadis muda itu mengerutkan kening meringis kedinginan serta sedikit takut Saat memiliki tingkat seorang lelaki yg tak jelas berada di depannya. Pikirnya.... bagaimana jika pria itu adalah pria nakal yg suka menganiaya seorang perempuan? Gadis itu merinding sendiri memikirkan hal itu. Dia menilai Raka dari penampilan nya yg berpakaian seperti anak nakal.
"Dasar mobil bodoh!!" Gumam Raka kesal lalu berbalik ingin berteduh sepenuhnya
Dikarenakan saat sedang mengocehi mobilnya hujan masih terus mengenainya, sebab itu dia ingin masuk lebih dalam agar tak terkena air hujan,namun saat berbalik Raka terkejut melihat seorang wanita SMA yg berpakaian seragam putih serta rok pendek seperti Seragam sekolah yg ada di Sinetron-sinetron Tv itu loh.
Gadis itu terlihat tengah menyilang kedua tangan memegangi bahu karena kedinginan. Gadis itu menelan ludah semakin ketakutan, dikarenakan hanya ada mereka berdua disana
"A-apa yg kau lihat!?" Sentak gadis itu menutupi dadanya dengan tas
Raka refleks menutup mata dan mengatakan....
"Maaf!!" Ucapnya lalu kembali berbalik ke arah depan
Gadis itu menghela nafas lega, dia tak berhenti terus menutupi dadanya dengan tas miliknya. Waktu terus berjalan tanpa obrolan. Raka masih terus menutup mata walau sudah menghadap ke depan. Gadis itu juga perlahan sudah lelah dan merasa pegal memegangi tasnya yg berisi buku,karena itu dia pun kembali menurunkan tasnya.
"K-kak...." Panggil gadis itu
Sebab Raka tak tau bahwa wanita itu bicara padanya dia pun hanya diam tak bersuara
"Kak?"
__ADS_1
"Kau bicara padaku?" Jawab Raka masih menutup mata
"Ya, kak kau tak perlu terus menutup mata? Apa matamu tidak sakit jika terus seperti itu?"
"Hmm? Apa sekarang aku boleh membuka mata?" Tanya Raka dengan pertanyaan bodoh
Wanita itu tertawa kecil mendengar pertanyaan bodoh pria itu
"Ya tentu boleh" jawabnya
Raka pun membuka mata, penglihatan buram setelah membuka mata,Raka mengedipkan mata beberapa kali dan menggosok nya dengan harapan agar penglihatan kembali normal
"Ada apa ini,kenapa semua terlihat buram?" Tanya Raka heran
"Itu karena kau terlalu lama menutup mata dengan keras menggunakan tangan" jawab sang gadis
Gadis itu karena ingin membantu dia pun mengambil air hujan menggunakan kedua tangannya, ia melengkungkan kedua tangan menyatukannya persis seperti saat sedang berdoa. Dalam waktu singkat air pun memenuhi tangan gadis itu, setelah itu dia langsung menciprak kan air yg ada di tangannya ke wajah raka.
Raka terkejut saat air tiba-tiba mengenai wajahnya
"Sekarang gosok matamu dengan air itu, usahakan air itu masuk ke dalam matamu" ucap sang gadis
Raka melakukan sesuai arahan gadis itu padanya. Dan akhirnya berhasil, penglihatan kembali bersih. Raka menghela nafa lega. Dia pikir dia akan buta.
Author sendiri sering mengalami itu hehehe, aku hanya menulisnya sesuai pengalaman ku😅
Gadis itu mengangguk menggigit bibir setelah melihat dengan jelas wajah pria itu. Wajah Raka yg tampan membuat wanita itu salah tingkah.
"Eeee.....kakak kerja atau kuliah?" Tanya wanita itu tiba-tiba
Raka terdiam sejenak menatap wajah gadis itu dengan mimik wajah datar tanpa ekspresi
"Tidak dua-duanya" jawab Raka acuh lalu kembali menatap ke depan
Gadis itu mengerutkan wajah
"Jadi? Kesibukan kakak apa?" Tanyanya lagi dengan harapan kali ini pria itu akan menjawab nya dengan tulus. Eakkkkk
"Bukan urusanmu"
Gadis itu refleks cemberut Kecewa dengan jawaban Raka
"Kakak punya pacar?"
Raka menutup mata mencoba tabah dengan mulut gadis itu yg tak bisa diam
__ADS_1
"Anak ini, tadinya dia terlihat kalem, kenapa sekarang malah berubah" oceh Raka dalam hati
Jujur, ia sangat malas meladeni gadis seperti dia, apalagi jika orang tersebut banyak bertanya dan banyak bicara
Raka menatap gadis itu kemudian tersenyum paksa
"Dek, fokus saja untuk belajar dulu ya....jangan pacar-pacaran, DOSA!!" Ucap Raka nada menekan di akhir kalimat sembari tersenyum paksa disaat berbicara pada gadis itu
Gadis itu tertegun
"Dek!?" Ucap gadis itu dalam hati miris, hatinya serasa tertusuk banyak panah setelah mendengar jawaban Raka yg satu ini
Menoleh nya kembali ke depan ekspresi pria itu langsung berubah seketika. Terlihat sangat jelas bahwa dia hanya pura-pura tersenyum di depan gadis muda tersebut.
"Sangat jelas dia hanya pura-pura baik, apa dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya, setidaknya jaga hati ku yg rapuh ini" ucap gadis itu menangis dalam hati
Gadis itu mengelus dada sembari menarik nafas, lalu buang, menarik nafas lalu buang beberapa kali untuk mengatur emosi nya.
Dengusan nafas gadis itu Sampai terdengar oleh Raka, ia semakin kesini semakin risih melihat tingkah aneh gadis itu. Padahal tadinya Raka pikir gadis itu adalah gadis baik-baik dan kalem+polos, eh tau-tau nya dia mengeluarkan sifat aslinya. Untung Raka tak terpengaruh oleh sikap awalnya.
Karena merasa tidak nyaman berada di tempat yg sama bersama gadis SMA itu, dia pun memilih untuk pergi mencari tempat teduh lainnya. Saat Raka berjalan menuju mobil ia dihentikan oleh gadis itu dengan menarik tangan raka
"Kau mau kemana?" Tanya sang gadis panik tak ingin ditinggalkan sendiri
Pria yg tengah berdiri itu menatap tangan nya yg saat ini dipegangi oleh gadis itu sangat lama, ia tak menjawab pertanyaan sang gadis, dia hanya terus menatap tangannya yg dipegangi.
"Lepas" gumam Raka menatap tajam wajah gadis itu setelah menatap tangannya begitu lama
Dia melepaskan tangan Raka sebab ketakutan melihat ekspresi pria itu yg terlihat seperti ingin membunuhnya.raka kembali berjalan menuju mobil dan masuk kesana
Brak!!
Brak!!
Disaat mendengar tutupan pintu mobil terdengar dua kali ketukan Raka terheran dan refleks menoleh ke belakang, ia melihat gadis itu sudah berada di dalam mobilnya
Gadis itu tersenyum kaku memperlihatkan giginya menatap Raka yg tengah menoleh menatapnya juga. Raka mendesis panjang dengan kesal.
"Turun dari mobil ku" ujar Raka masih mencoba sabar dengan nada biasanya
Gadis itu menggelengkan kepala
"Tidak!"
"Kumohon antar aku ke rumah, mobilku mogok disana. Jika kau meninggalkanku bagaimana jika ada pria yg mencoba menculik dan melecehkan ku" bujuk nya
__ADS_1
"Bagaimana jika aku salah satu pria itu?" Ucap Raka asal mencoba menakut-nakutinya agar ia turun dari mobil
"Aku tidak percaya kau pria seperti itu" jawab sang wanita dengan keyakinan 70%