Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 46 Cemburu berat


__ADS_3

Begitu pun terus mengobrol, pikiran Key perlahan teralihkan, mulai tak merasa gelisah lagi tentang masalah itu. ia terlihat sangat asik mengobrol dengan pria itu. Tertawa, tersenyum, bahkan tertawa terbahak-bahak, Entah apa yg mereka bahas sampai tertawa seperti itu.


"Aku ingin ke toilet sebentar. Kau tunggu disini, jangan kemana-mana" Ucap pria itu sembari berdiri dari duduk


Key hanya respon dengan mengangguk. pria itu kini berjalan untuk pergi ke toilet. Namun dalam kurun waktu yg sebentar itu. Dalam sekejap mata Key sudah di kerumuni beberapa pria. Pria lain mengambil kesempatan untuk mendekat di saat Raka pergi.


Sedari tadi, sebelum Raka pergi. Gerombolan pria itu sempat mengobrol dan terus menatap key dari kejauhan. Key sempat menjadi bahan perbincangan dari beberapa pria yg tak jauh dari nya. Dan, salah satu dari mereka bahkan berani bertaruh untuk mendapatkan ciuman dari Key. Pria itu bertaruh, Dia pasti bisa mendapatkan ciuman dari Gadis itu hanya dengan bermodalkan godaan saja.


Mereka menghampiri gadis itu yg tengah duduk sendiri. Mereka bergerombolan mengisi kursi kosong, salah satu dari mereka adalah pria yg akan menggoda gadis itu dan Mereka yg lain hanya akan menonton, Tak lama lagi Key yg akan dilecehkan sesuai rencana mereka hanya akan dianggap sebagai bahan tontonan untuk hiburan. Namun bagi para perempuan Itu ialah salah satu pelecehan dan pelanggaran UUD.


"Halo cantik, Sendirian aja" Gombal pria dengan genit nya


Key tak merespon apapun. ia hanya mengalihkan pandangan ke arah lain. Pria itu tak menyerah menggoda, jika gadis itu tak merespon ia hanya perlu mencoba lagi. Maka dari itu, ia mendekatkan kursi agar lebih dekat dengan Key. Tangan nya tanpa rasa malu merangkul ke pinggang ramping gadis itu. Key menggertak gigi sangat amat jengkel dan jijik.


"Jadi gadis jangan teramat dingin" Ucap pria itu lagi-lagi menggoda


Key lantaran tak sanggup di perlakukan seperti itu membuat nya menuangkan Sebotol Minum keras di atas kepala pria itu dengan puasnya. Rangkulan pria itu Secara otomatis terlepas. ia panik seketika, sekarang ia sibuk, berusaha membersihkan bagian tubuh yg terkena miras sebab kulit yg terasa perih dan terbakar karena itu.


"Kau sudah gila!" Ketus sang pria pada key

__ADS_1


"Kau yg gila dasar pria brengsek!" Balas key tak kalah kesalnya meneriaki pria itu


Rahang pria itu mengeras menggeram kesal dengan ucapan gadis itu yg meneriaki dirinya tanpa rasa takut sedikit pun. Namun untuk sekarang ia tak perlu memedulikan itu, Keadaan nya sedang kritis sekarang.


"Awas kau" Ucap pria dengan nada menekan lalu berdiri dengan kasar sembari menatap tajam gadis itu


Pria tersebut bergegas berlari menuju toilet pria untuk membersihkan tubuh yg terkena Minuman keras. Gerombolan pria brengsek itu hanya bubar setelah melihat pria itu gagal menggoda. Padahal tadi nya mereka berharap akan melihat pertunjukan bagus, Namun karena kegagalan pria itu membuat mereka bubar dalam sekejap.


"Cih!! menyenyenyenye awas kau" Ledek gadis itu mengulang ucapan dari pria dengan lengkungan bibir ke bawah


Toilet Pria


Raka setelah usai menyelesaikan urusan nya di dalam toilet, kini ia akan keluar. Ia membuka pintu kemudian mulai melangkah untuk keluar. sementara itu, terlihat seorang pria tengah berjalan cepat sibuk menatap bagian tubuhnya sehingga membuat ia tak fokus menatap ke arah depan. Alhasil, Raka yg sedang mencoba keluar dari dalam toilet itu, Langkah kakinya bahkan belum sampai 3 langkah, seorang pria secara tiba-tiba saja menabrak nya dengan keras, Itu membuat Raka kehilangan keseimbangan tubuhnya. Untungnya ia bisa menahan diri dengan berpegang ke dinding.


Raka tak merespon ia hanya menatap tajam pria itu yg tak tau diri. jelas-jelas dia yg menabrak,kenapa malah menyalahkan Raka.


"Maaf" Sahut Raka mengalah kemudian berjalan melewati dan pergi begitu saja.


Pria itu terdiam tiba-tiba, setelah mengingat dan melihat sekilas wajah pria yg ia tabrak tadi, seperti nya terlihat familiar. oh sekarang dia sudah ingat

__ADS_1


"Dia kan pria yg bersama gadis tadi" Gumam nya


*****


Raka berjalan untuk kembali dengan gaya Bad boy nya. Namun tak disangka-sangka oleh pria itu, setelah ia sampai di sana, ia melihat seorang pria tengah mengusik gadis-Nya. ia melihat tangan pria itu sedang memegang dan berusaha memaksa key untuk ikut Dengan nya. Melihat kelakuan pria yg terlihat sudah begitu keterlaluan, membuat Raka mendengus kesal sembari berjalan menghampiri pria itu. Raka langsung menggenggam tangan pria itu dengan tenaga yg cukup kuat ditambah dengan amarah yg meluap.


"Lepaskan tangan mu dari nya" Perintah Raka dengan intonasi suara yg terdengar menekan


"Bagaimana jika aku tidak mau melepaskan nya" Jawab pria itu kompor


Gigi Raka menggertak dari dalam dengan rahang yg mengeras mendengar jawaban dari pria yg tak tau malu itu. Dengan emosi yg semakin naik, membuat Raka semakin menggenggam kuat sekuat-kuatnya tangan pria itu. ia melakukan nya untuk memperlihatkan betapa marah dan kesal nya ia sekarang. Namun sayangnya itu masih tak bisa membuat pria itu kapok. ia terlihat hanya biasa saja setelah Raka mengancam dengan kekuatan genggaman yg kuat.


"Apa yg coba kau lakukan pria bodoh?" Ejeknya


Raka menutup mata masih mencoba untuk tabah. ia mendengus keras satu kali. Key yg melihat pria itu terlihat sangat marah sekarang membuat ia khawatir, ia takut akan terjadi perkelahian yg bisa saja membuat Raka mendapat masalah.


Sebab tak ingin pria itu mendapat masalah, membuat ia memegang tangan Raka dengan lembut mencoba untuk membuat nya tenang.


"Raka, Tenang lah, Dia hanya ingin kau semakin emosi. Dia mencoba memancing emosi mu agar kau berbuat kekerasan" Nasihat gadis itu khawatir akan Raka

__ADS_1


"Ayolah manis, Ikut denganku ke kamar" Ucap pria itu semakin kompor


Raka yg tadinya ingin melupakan semua itu dan mencoba untuk menyelesaikan masalah dengan baik, kini malah kembali emosi setelah mendengar ucapan sekaligus ajakan yg tak senonoh dari pria itu. dan emosi kali ini sangat lah besar, sangking besar nya, Amarah Raka kali ini bahkan melebihi besarnya harapan para orang tua pada anaknya yg ada di luar sana.


__ADS_2