
Pak satpam yg baru kembali dari toilet ketika melihat pria muda itu masuk ke pekarangan rumah membuat pak satpam terkejut setengah mati. jika Nyonya Sampai melihat pria itu berada di sana, habis lah dia.
ia berlari menghampiri Raka yg terlihat kebingungan
"Nak, kau dilarang masuk ke sini, cepat keluar" bentaknya
"Sejak kapan aku dilarang masuk?"
"Sejak tadi. Cepat sana keluar!" Perintah nya sekali lagi
Bukan nya keluar, Raka malah diam menatap dengan mengerutkan keningnya
"Sana keluar, kau tidak dengar ya" Bentak pak satpam menunjuk ke arah jalan
"Iya iya" jawab Raka sembari naik ke atas motor nya kembali
Setelah Raka pergi, sang satpam menghela nafas lega.
Raka hari ini benar-benar sial. Bukan hanya tak mendapat bukti,tapi juga di usir dari rumah gadis itu. kini ia sudah tak memiliki hal lain lagi untuk dikerjakan, maka dari itu dia memilih untuk berkumpul bersama teman-teman se-geng nya di tempat biasa.
Melihat Raka tak bersemangat dan hanya merenung lagi, membuat mereka memiliki ide untuk mengerjai nya.
"Hei key, apa yg membawa mu kemari?" saut salah satu dari mereka berbohong
Herannya pria itu benar-benar percaya. ia refleks mendongak menatap ke sana kemari mencari keberadaan Key, namun tak bisa ia temukan.
Mereka semua menahan tawa melihat respon ketuanya.
"Kami hanya bercanda"
Raka berdecak malas mendengar bahwa itu ternyata hanyalah candaan belaka.
"Kau tak ada jadwal balapan hari ini?" tanya salah satu dari mereka
Raka menggelengkan kepala kemudian berdiri dari duduk nya "Aku pergi dulu ya" Ucapnya lalu berjalan pergi
"Mau kemana? katanya ingin mendiskusikan tentang rencana itu"
"Besok saja, aku sedang pusing"
Lagi-lagi Raka pergi tanpa berbincang tentang rencana yg ia pikir akan lakukan nanti. Ia benar-benar sedang pusing sekarang. Tiga masalah sekaligus yg membebani pikiran nya membuat dia tak bisa berfikir cepat. ia tak bisa berfikir cepat dengan kebisingan para teman-teman nya yg ada di tongkrongan, oleh karena itu dia memilih pergi saja untuk mencari tempat yg lebih tenang untuk berfikir.
Raka bingung ingin pergi kemana, sampai pada akhirnya ia pun kembali ke rumah lagi.
******
Sementara itu, di sebuah kantor Sukuna. Terlihat ia tengah duduk santai sambil menelpon seseorang di dalam ruangan nya.
"Halo Tuan"
"Hm, apa Anak itu berhasil kau kelabui?"
"Iya tuan, dia tertipu oleh wajah palsu ku"
"Bagus, Untung kau memberi tahu ku bahwa ada yg menelpon mu dengan nomor yg mencurigakan, kalau tidak, dia akan berhasil menemukan bukti"
"Kau tenang saja Tuan, dengan bakat ku yg pandai menyamar seperti Detektif Senja Loid Forger, Takkan pernah ada yg tau identitas asliku"
"Bagus, teruskan bakatmu, aku tutup dulu"
Tut! Tut! Telepon terputus
Sukuna tersenyum Jahat mendengar Anak itu tak berhasil mendapatkan bukti "Kau pikir kau cerdas? Huh! Aku bahkan lebih cerdas dari dirimu" Gumam Sukuna merasa puas
Seminggu berlalu. Setelah waktu yg lumayan lama itu, Raka telah berhasil melancarkan rencana. ia berhasil membuat Geng Zantara ditangkap polisi tanpa campur tangan dari Geng nya. Dia menjebak Geng itu menggunakan Jebakan dan rencana mereka sendiri. Bisa dibilang Senjata makan tuan. Yg mereka pikir, mereka akan menjebak dan mengadu domba Geng Abius, namun ternyata Rencana jahat mereka itu malah menjadi masalah bagi Geng Mereka sendiri.
Itu membuat Raka bisa bernafas dengan lega. Satu masalah sudah teratasi. Beban pikiran nya mulai ringan. namun tak disangka setelah Semua itu, Raka malah mengundurkan diri dari Geng Abius. Dia mengangkat Roy Sebagai Ketua baru dari Geng untuk menggantikan nya.
"Kalian bebas ingin melakukan apapun sekarang, Aku bukan lagi anggota dari Geng, aku keluar!"
__ADS_1
Semua tercengang kaget mendengar pengumuman pengunduran diri yg tiba-tiba itu.
"Tapi kenapa kau keluar?"
"Aku punya alasan sendiri. tapi tentang Balapan Motor liar, itu tetap akan selalu aku lakukan"
"Roy, kau aku pilih menjadi Ketua Geng baru disini "
"A-apa? kenapa aku?" refleks kaget Roy
"Ini keputusan terakhir dari ketua Kalian. jika kalian keberatan kalian bisa ubah kapan saja. Kalian juga bisa membubarkan Geng ini kapan saja kalian mau...."
"Kalian bebas. Aku juga tak akan pernah kembali lagi. setelah semua ini jangan ganggu kehidupan ku, dan jangan menelpon ku, karena aku akan mengganti nomor" Ucapnya nya
"Aku bukannya keluar karena benci atau apa, hanya saja Aku pikir ini semua tak ada faedah nya sama sekali. aku memiliki hal yg lebih penting yg harus ku selesai kan dari pada terus berkumpul dan mabuk saja"
"Tolong kalian mengerti" pinta Raka
"Agak susah di cerna, tapi Baiklah jika itu keputusan mu" ucap salah satu
Semua terdiam sejenak kemudian disusul dengan anggukan setuju
"Syukurlah, kalau begitu aku pergi dulu"
Raka berbalik pergi dan tak pernah menoleh lagi. ia menghela nafas lega setelah mereka menyetujui dan menghargai keputusan Raka sambi bergumam dalam hati.....
"Baiklah, sekarang hanya perlu fokus pada satu masalah saja, dan masalah itu harus segera ku selesai kan" Gumam Raka dalam hati penuh semangat dan percaya diri
Setelah seminggu itu, dia belum pernah sekalipun berkunjung ke rumah Key lagi, itu karena dia sudah pernah diperingati bahwa ia dilarang masuk ke pekarangan rumah Gadis itu lagi. Bahkan Key pun sudah tak pernah ia lihat dalam waktu seminggu itu.
Karena merasa gelisah dan tak nyaman dengan perasaan di hati nya, membuat dia mengambil keputusan untuk mencoba kembali ke rumah Gadis itu lagi. tapi sayangnya, baru juga sampai di depan gerbang dia sudah di beri isyarat Pada pak satpam untuk pergi dan dilarang masuk.
"Pak, Key Masih di sekolah?" tanya Raka tanpa turun dari motor
"Ya"
"Oh" jawabnya singkat lalu kembali melaju
Pria ini menunggu sangat lama di luar, di bawah panas terik matahari. kulit putih nya ia pertaruhkan hanya untuk menunggu Gadis itu. sampai saat waktu pulang tiba, Seketika semua siswa-siswi menatap Raka seorang. ia menjadi pusat perhatian saat ini. terutama untuk para wanita, ia tak berhenti menatap Pria tampan itu dengan Hoodie Hitam polos nya dan celana jeans Hitam serta berkulit putih, benar-benar membuat para gadis tergila-gila melihat ketampanan dan Cool nya pria itu. Apalagi Raka mengendarai motor Sport Merah, Beuhh!! Itu menambah damage.
"Bad Boy!!" Teriak histeris senang para gadis
Seketika di depan gerbang langsung menjadi heboh dengan di kelilingi para Gadis SMA. Semua Jenis Gadis sudah ada di sana,dari yg cantik, seksi, Hitam manis, imut, pendek, tinggi dan lain-lain. Raka mencoba untuk keluar dari sekumpulan gadis itu, namun ia tak bisa.
"Kenapa di sana heboh sekali?" tanya Key pada Adit yg berjalan berdampingan menuju mobil key
"Kau tanya aku, aku tanya siapa?" jawab Adit meledek
Key melirik sinis lalu memukul keras bahu pria itu.
"Sakit we" gerutu Adit
"Sudahlah,aku ingin pulang"
"Kau tidak penasaran dengan kehebohan itu?"
"Tidak"
Detik-detik ketika key sudah hampir masuk ke dalam mobilnya....
"KEY!!!!" Teriak Raka sangat keras membuat gerakan key terhenti
"Itu seperti suara Raka..." gumam gadis itu mencari letak sumber suara
"KEY KAU DIMANA, CEPAT TOLONG AKU!!" teriaknya sekali lagi mengangkat tangan ke atas melambai-lambai
Untungnya Raka tinggi, jadi nya dia bisa melambaikan tangan untuk memberi tanda walau sedang dihadang banyak gadis. Tatapan mata gadis itu langsung tertuju pada tangan yg melambai
"Raka?" gumam key miris
__ADS_1
Tanpa bertele-tele lagi, key langsung menarik tangan Adit dan berlari ke arah Kehebohan itu untuk membantu nya menyingkirkan para gadis itu. jika key sendiri, dia tak akan bisa membuat para gadis keras kepala itu pergi.
"Hei minggir" ketus key
Key mencoba untuk menyingkirkan mereka dengan teriak-teriak, namun dia tetap terabaikan.
"Kak kak minta nomor wa dong"
"Kak foto yuk"
"nama kakak siapa?
"Nama Instagram kakak apa?"
"Tiktok juga kak"
Ucap mereka satu persatu sehingga suasana menjadi kacau. Suara dan ucapan mereka yg tak beraturan itu seakan-akan seperti alunan lagu yg rusak. sangat Kacau!!
Key mendesis kesal. ia mencubit tangan Adit sebab pria itu hanya diam tak membantu "Kenapa kau hanya diam, bantu aku!" sentak key dengan nada tinggi
"Iya iya, berhenti lah terus mencubit ku, kau pikir itu tidak sakit" Bukannya langsung membantu Pria itu malah membalas dengan ocehan
"Cepat lakukan, kasihan Raka di dalam sana"
"Iya iya Ibu" jawab Adit terpaksa
Adit pun dengan cepat berlari masuk ke pekarangan sekolah kembali. Key jadi bingung sendiri melihat pria itu malah berlari masuk.
Tak lama setelah itu, Adit pun kembali dengan membawa alat pengeras suara di tangannya, itu ia pinjam dari kantor. Key jadi terpelongo kagum melihat Pria itu membawa benda itu
"Kau jenius" Puji key
"Aku memang sudah pintar dari lahir"
Sebelum meneriaki mereka semua sampai kuping mereka bolong, Adit mengambil nafas panjang terlebih dahulu.....
"NOMOR PRIA ITU ADA PADAKU!" teriaknya berbohong menggunakan pengeras suara
Secara tiba-tiba para gadis pun berpaling menatap Adit seorang, mereka menatap diam
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu? Aku bilang aku punya nomor pria itu, pria yg kalian kerumuni" ucapnya sembari menunjuk Raka yg kini terlihat sangat tertekan
"Benarkah?"
"Ya"
Langsung, semua gadis berpindah mengerumuni Adit. sementara mereka sibuk mengerumuni Pria itu, Key mengambil kesempatan menarik Raka dan membawanya mengendap-endap menuju mobilnya. dan pada Akhirnya mereka berdua pun bisa kabur dari kegilaan para gadis-gadis itu.
Key menghela nafas lega. ia menatap Pria ini sedang memijat kening merasa pusing dengan kekacauan tadi.
"Kau tidak apa-apa?" tanya key khawatir
"Ya, hanya sedikit merasa pusing..." jawab Raka
Dari menunduk, ia kembali mendongak untuk menatap wajah Key, sebab sudah seminggu ia tak melihat wajah gadis itu, membuat nya jadi sedikit rindu.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya key
Raka tersentak sadar "Tidak, aku tidak menatap mu" jawab Raka wajah datar
"Jelas-jelas kau menatap ku"
"Tidak" jawab nya lagi kini memalingkan wajah ke arah lain
Key mencoba bersikap tenang dan tak baper di depan pria itu.
"Kenapa kau memakai Hoodie? Buka nya kau selalu memakai jaket Hitam Bertulis Abius itu" tanya key tetap mencoba cuek
"Aku sudah keluar" jawab raka
__ADS_1
Key tiba-tiba melotot tak percaya dengan jawaban pria itu