
Raka terus berjalan mencari taksi. sebab taksi tak kunjung ia temukan, ia terpaksa menggunakan ojek saja untuk kembali ke Club Chikiny.
Pria itu sampai pada Club. Raka langsung menuju parkiran tempat Motor nya ia parkir semalam. untungnya tak ada yg mencuri motor itu. Raka menghela nafas lega. dengan segera ia pun menarik kunci motor dari dalam saku kemudian menyalakan motor dan melaju menuju rumahnya.
Setelah mandi dll, pria itu bergegas kembali melaju ke jalan raya. ia ingin ke rumah Gadis itu untuk memastikan keadaan nya.
Namun sayang sekali. ketika sampai di sana, ia lupa bahwa dia tak lagi diterima masuk ke dalam rumah itu. alhasil, pria itu langsung di usir oleh pak satpam sebelum ia masuk ke dalam. Akhir-akhir ini gerbang selalu tertutup untuk nya. Tetapi itu tak akan membuat Raka menyerah. Pria itu setelah di usir, dia tak langsung menurut pergi seperti biasanya, sekarang Raka hanya diam di atas motor dan memainkan ponsel.
"Kenapa kau masih disitu, Sudah kubilang kau dilarang berkunjung kemari lagi" Ujar pak satpam memberi peringatan yg sudah kesekian kalinya
Tak ada respon dari Raka. ia masih fokus pada ponselnya.
"Jika kau bermaksud menunggu mereka untuk keluar, jangan harap, itu tak akan ada gunanya anak muda, Nyonya besar sudah bertekad untuk tak menerima mu lagi" Sahut pak satpam sekali lagi mencoba membuat anak itu sadar
Tetap tak ada jawaban dan respon apapun. Itu membuat pak satpam merapatkan bibir sudah jera untuk memberi tahu anak yg keras kepala itu.
******
__ADS_1
Di sisi lain, di dalam kamar key. Untungnya Raka masih menyimpan nomor gadis itu walau telah mengganti nomor dengan nomor yg baru.
Dalam kamar, ponsel berdering membuat Key yg merenung di dalam kamar menjadi tersentak sadar dengan suara dan getaran ponsel yg terletak di meja tak jauh darinya. Melihat nomor baru menelpon membuat gadis itu berdecak malas untuk mengangkat. Dia tak tau saja, bahwa itu ialah nomor Raka yg baru.
Raka ikut berdecak malas ketika telponnya tak diangkat. Jika menelpon tak berhasil, ia akan mencoba untuk mengirim pesan saja.
Notifikasi pesan WhatsApp masuk ke dalam ponsel Key. Key melirik ponsel sekejap, setelah membaca beberapa pesan dari nomor tak dikenal membuat gadis itu segera meraih kembali ponselnya.
Setelah tau itu adalah nomor Raka yg baru, key menjadi bersemangat. ia membalas pesan pria itu dengan cepat. Terlihat di dalam obrolan Chat mereka berdua, Raka memberi tahu bahwa ia sedang ada di luar rumahnya. Mereka bertukar pesan saling mengabari keadaan masing-masing.
Namun disebabkan Raka tak merasa nyaman jika hanya mengetahui kabar dari pesan chat, ia pun meminta untuk Key turun dan menemuinya di luar.
"Nona Keysa" Refleks ucapan Keluar dari mulut pak satpam ketika melihat Key keluar.
"N-nona kenapa keluar?" Tanyanya menghadang, takut key melihat keberadaan Pria itu
"Kau jangan ikut campur, pergi dari hadapan ku,jangan menghalangi" Jawab key jutek sembari berusaha menyingkirkan pak satpam dari hadapannya, namun pria yg bertugas itu keras kepala
__ADS_1
"Maaf nona, Jika nona key ingin bertemu dengan pria itu, Saya tidak akan persilahkan untuk anda keluar" Jawab nya hanya mematuhi perintah dari nyonya besar, yakni ibu key sendiri
"Pergi atau aku akan mengadu pada ibu" Ancamnya
"Silahkan nona mengadu, tapi itu tidak akan mempan, sebab ini adalah perintah langsung dari Nyonya besar"
"Kalau begitu aku akan mengadu pada Ayah" Ancaman nya lagi
"Silahkan, itu tetap tak akan bisa mengubah tekad saya"
Gadis itu mendesis kesal, ia mengacak-acak rambut frustasi dengan sikap keras kepala dan patuhnya bapak ini dengan perintah dan aturan.
Key masih mencoba untuk lolos dengan berjalan ke sisi kiri dan kanan, tetapi mau bagaimana pun ia berusaha lolos, pak satpam tetap ngotot menghalangi ketika key yg berusaha kabur.
Raka mengerutkan kening merasa muak sendiri melihat pak satpam tak ingin menyerah. karena sudah muak, Raka pun memilih untuk turun tangan. pria itu turun dari Motor kemudian membuka gerbang. Pak satpam refleks menoleh seketika mendengar gerbang dibuka, di saat itu juga Raka memberi isyarat pada gadis itu agar mengambil kesempatan untuk segera kabur.
Akhirnya key berhasil lolos dari hadangan di saat pandangan pak satpam teralihkan. dengan cepat Raka menutup kembali gerbang setelah Key keluar, alhasil pria yg bertugas itu dibodohi. Raka dan key kabur menggunakan motor pria itu sebelum pak satpam menggapai nya.
__ADS_1
Gerakan lambat dari seorang pria paruh baya yg terbilang sudah tak seaktif seperti disaat masih muda membuat nya tak bisa menghentikan kedua anak muda itu dengan cepat. Pak satpam frustasi sendiri sebab pekerjaan nya yg tak becus.
Pria tua itu menghadapi dua anak muda yg keras kepala,maka tak heran jika dia tak bisa menanganinya sendiri.