
Raka tersenyum menyeringai. tangannya yg bergerak mengambil ponsel dari sakunya membuat mereka perlahan panik.
Tik! Tik! Tik!
Raka pun menekan nomor. Dia tak menekan nomor darurat 110 polri , melainkan menekan nomor salah satu temannya nya sendiri mencoba untuk mengelabuhi mereka dengan mengira dia menelpon polisi.
"Halo,Ada yang bisa kami bantu?" ucap teman Raka meniru agar mereka benar-benar mengira itu polisi
"Halo pak, saya ingin melaporkan bahwa, saya tanpa sengaja menemukan persembunyian salah satu Geng motor pak. yaitu Geng Zantara pak. geng yg memiliki banyak kasus kriminal itu dan.... "
Ucapan Raka terhenti di tengah jalan Lantaran melihat pria yg ada di depan nya ini terus saja memberi isyarat dan berbisik agar Raka segera memutuskan dan mencabut laporan itu
"Aku menyerah, aku menyerah" Ucapnya berbisik dengan memberi berbagai macam isyarat bahwa dia sudah menyerah
"Dan?"
Raka terdiam sejenak
"Maaf pak, seperti nya saya salah. ini ternyata bukan tempat persembunyian mereka. mereka mengelabuhi saya pak, nanti setelah saya mengetahui tempat persembunyian mereka, saya akan segera menghubungi kembali 110 secepat mungkin"
"Baiklah, jika anda menemukan bukti walaupun dalam bentuk sangat kecil, tolong segera hubungi kami. kami akan sangat terbantu dengan usaha anda."
"Baik pak. maaf telah mengganggu waktu bapak"
"Tidak masalah. maaf juga telah merepotkan Anda. Kalau begitu saya tutup dulu"
__ADS_1
Tut! Tut!! telpon pun terputus.
Semua terpelongo menganga melihat keberanian Pria itu yg mereka kira Raka benar-benar melakukan nya, padahal itu hanya sebuah permainan belaka yg Raka rencana kan sejak awal. mereka aja yg goblok.
Raka memasukkan kembali ponsel ke dalam saku lalu berbalik dan berjalan pergi dengan wajah datar nya. Setelah melakukan sedikit kebohongan itu, Raka akhirnya bisa keluar hidup-hidup dari sana tanpa lecet sedikit pun.
Slowmo berjalan dengan kece nya. kek di Bollywood Hindi aja anjir🗿
Untuk kali ini mereka semua hanya bisa melepaskan pria itu pergi walau sebenarnya itu bukan mau mereka. Tapi lain kali? Jika Pria itu masih berani datang kemari sendiri, mereka berjanji tak akan memberi belah kasih lagi pada nya seperti yg sekarang ini.
Raka merasa sangat lega setelah rencananya berjalan dengan lancar seperti yang dia inginkan. Raka tidak begitu bodoh untuk kesana sendiri tanpa mempersiapkan apapun. karena dia tau Geng Zantara itu dikenal dengan kesadisan nya. jika Raka tak melakukan rencana itu, mungkin sekarang dia sudah sangat kewalahan dengan mengahadapi semua anggota Geng itu sendirian saja.
Tujuan dia kesana itu memang hanya untuk memastikan apa benar yg didengar nya bahwa Jony, Salah satu anggota nya yg baru-baru ini ia keluar kan dari geng sekarang masuk dan berpindah ke Geng Zantara yg sadis itu? dan ternyata yg ia dengar itu bukan hanya sekedar Gosip, tetapi Fakta.
Di tempat tongkrongan Geng Abius saat ini. Mereka terlihat tengah menunggu kedatangan Raka untuk membicarakan tentang rencana itu. Mereka sudah cukup lama menunggu, tapi Raka kunjung tak datang juga. Mereka merasa bingung, akhir-akhir ini,setelah dia mengenal Gadis itu, Ketua-Nya menjadi sangat jarang datang dan nongkrong bersama mereka. mereka pikir, Mungkin sekarang dia sedang berkunjung ke rumah Gadis itu lagi dan sedang bersenang-senang disana.
Mereka bukannya marah atau apa, justru mereka turut senang karena, setelah sekian lama Ketua-Nya ini menjomblo dan tak tertarik dengan wanita mana pun, kini sudah mulai mendekati gadis. walau mereka tau, untuk sekarang cara pria itu mendekati wanita pasti masih sangat Amatir. Ya karena dia memang tak terbiasa, dia bukan ahli dalam hal seperti itu.
Soal membicarakan Ahli. Salah satu Ahli Raka sih hanya menjadi Pembalap Liar nomor satu, dan menjadi pria dingin yg pandai membuat wanita sakit hati. hahaha
Sementara itu, di pintu masuk rumah Key, terlihat Raka tengah berdiri menunggu di depan sana.
Hachui!!
"Apa aku terkena flu?" Gumam raka menggosok gosok bawah hidung yg terasa gatal setelah bersin
__ADS_1
Raka mengalami hal seperti yg di alami para anggota Geng nya, bedanya.....Raka menunggu di depan pintu rumah seorang gadis. sedangkan Teman-temannya, mereka tengah menunggu Raka untuk datang dan mengobrol Hal penting. Mereka mengalami nasib yg sama. Yg sama-sama sedang menanti seseorang.
Raka sedari tadi sudah membunyikan bel, berharap seseorang akan membukakan pintu untuknya. tapi ini sudah cukup lama dia menunggu, dia bahkan sudah menekan bel beberapa kali sampai tak terhitung banyaknya. Namun tetap saja sama. Tak ada respon apapun dari dalam sana.
Melihat satu mobil masih berada di luar membuat nya merasa ibu key pasti masih ada di dalam. tapi herannya,kenapa Tak ada yg membukakan pintu!? Bahkan jika tak orang pun, pastilah ada Pembantu rumah tangga, masa iya mereka tidak mendengar bel berbunyi? Bahkan Raka pun sudah mengetuk pintu dengan kekuatan keras seperti ingin mendobrak pintu loh. masa masih ga dengar?
Raka menghela berat. ia memilih pergi saja.
Tidak lama setelah perginya pria itu, ibu key pun membuka pintu. ia tersenyum sinis ketika melihat pria itu sudah pergi
"Rasakan, aku tak akan pernah membiarkan mu masuk ke rumah ini lagi"
"Dan key tak akan pernah menjadi milik mu!"
"Tampan sih tampan. tapi percuma memiliki wajah tampan jika tak punya Hati!"
Ibu key bergumam jahat seakan-akan dia sudah sangat membenci pria itu.
Sang Pembantu ketika melihat wanita itu terus bergumam jahat sendiri dan mengutuk pria itu, membuat nya semakin bingung. padahal setelah dia ingat-ingat, kemarin itu dia masih sangat menyukai pria itu bahkan masih mendukung hubungan Raka dan putri nya,tapi kenapa sekarang malah berbalik jadi Jahat? Humm.
Tadinya sang bibi sih ingin membuka pintu untuk Raka,tapi dia secara tiba-tiba di hadang oleh ibu key. ia diberi perintah untuk jangan pernah lagi membuka kan pintu untuk pria ini jika datang kemari. ya....dia hanya bisa ikuti perintah Tuan rumahnya.
Bahkan tadi juga sang pembantu sempat kasihan loh melihat Raka sudah menunggu sangat lama disana, namun dia tak bisa apa-apa lantaran ini perintah langsung dari Nyonya. tak baik melanggar, atau tidak dia akan dipecat.
Tujuan Raka kali ini adalah Rumah seorang pembunuh bayaran.
__ADS_1