Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 58 Kemarahan Ibu


__ADS_3

"Kau marah?" Ujar Raka


Tak ada respon. gadis itu hanya diam tak menjawab dengan wajah kusut.


"Ok maaf kan aku" Ucap pria pasrah


Walau telah minta maaf itu masih tak bisa membuat Key bergerak dari tempatnya.


"Ingin pulang atau masih ingat jalan?" Tawar pria itu


"Pulang" Jawab nya jutek sembari berdiri kemudian berjalan menuju motor. Raka menggeleng pelan lalu ikut berjalan kemudian naik ke atas motor lebih dulu.


*****


Motor melaju dengan kecepatan sedang. Meski sedang merajuk gadis itu tak ada rasa gengsi sedikit pun untuk memeluk Raka erat disaat motor terus melaju.


Mereka sampai pas waktu senja. Di saat matahari sudah hampir terbenam, dengan campuran warna jingga dan merah yang sangat indah.


Gadis itu turun dari motor bersamaan dengan pak security membukakan gerbang lantaran melihat Key sudah pulang. Tampak pria paruh baya dengan seragam khas Satpam menatap dengan tatapan sinis ke arah Raka. Sadar akan aura tatapan mencekam sedang tertuju padanya membuat Raka melirik pak security sekejap mata kemudian kembali menatap key.


Key menyodorkan Helm yang telah ia pakai untuk dikembalikan pada Raka "Terima kasih untuk kencan hari ini" Ucap Key dengan wajah yang begitu berbinar penuh kebahagiaan


Pria itu menerima Helm juga diiringi dengan kerutan kening bingung memikirkan bagaimana bisa suasana hati gadis itu berubah se drastis ini.


"Ok" Jawab singkat Raka masih memasang wajah bingung bak orang bodoh


"Maaf nona Key. Nyonya sudah menunggu dari tadi di dalam. Sebaiknya nona segera masuk" Saran pak security sopan


Mendengar pria paruh baya itu sedang berbicara padanya membuat gadis itu menoleh. Key memang menoleh, tapi menoleh bukan untuk menjawab, melainkan hanya untuk memperlihatkan tatapan dan raut wajah sinis yang tak suka.

__ADS_1


Gadis itu merespon tidak dengan ucapan melainkan dengan lirikan sinis. memutar bola mata malas.


Key melakukan itu agar pak security segera sadar diri untuk tak menentang kemauan key lagi, Jika berani, beginilah jadinya, Key tak akan pernah mau berbicara lagi padanya.


Pria tua itu tertegun dengan tatapan tak suka dari Key, Tuan rumah dari rumah yang sedang ia tempati untuk berkerja. Kini kepercayaan satu orang hilang darinya, Pria itu dengan tak sukanya langsung melempar kesalahan itu pada Raka. Yah, karena pria itulah dia jadi tak disukai oleh nona Key.


Gadis itu tersenyum manis pada Raka "Kau boleh pulang sekarang" Ucapnya


Pria itu membalas dengan tersenyum simpul "Ya" Jawab nya lalu menghidupkan motor.


Disaat baru saja ingin pergi.....


"Tunggu!!" Sahut dan elak dengan nada tinggi seorang wanita dari belakang sehingga membuat pria itu otomatis menoleh padanya, Bahkan Key dan Pak security pun refleks menoleh ke arah sumber suara.


Terlihat wanita itu tengah berjalan cepat ke arah mereka berdua,Key dan Raka. Tampak terlihat jelas dengan cara berjalan dan raut wajahnya bahwasanya dia sedang sangat marah.


Dengan panik gadis itu segera memberi isyarat pada Raka untuk bergegas pergi sebelum ibu nya sampai padanya.


Key terus mendorong tangan sesusah payah untuk memberi isyarat pada pria itu....


"Raka cepat pergi" Ucap Key dengan rahang yang tak bergerak namun masih bisa didengar. Sayangnya pria itu tak pernah menatapnya, ia hanya berfokus pada ibu gadis itu seorang.


Pria itu dengan sejatinya menunggu seperti yang diperintahkan. Walau dia tahu bahwa dia akan dimarahi habis-habisan dia tetap memilih untuk menerima itu meski menyakitkan di hati.


pada akhirnya wanita pun sampai tepat di samping pria itu.


"Buka Helm mu!" Perintah nya tegas


Raka pun dengan patuhnya membuka helm dan....

__ADS_1


Plakk!! Suara tamparan terdengar sangat nyaring ditelinga, sampai-sampai membuat Raka menoleh ke arah samping karena tamparan keras itu.


Key dan pak security pun tak kalah terkejut nya, Mereka berdua menahan nafas terkejut dengan bola mata membulat sempurna tak menyangka ini akan terjadi.


Tanpa ragu dan rasa takut, wanita itu telah memberi hukuman pertama berupa tamparan keras pada pria muda itu untuk melampirkan rasa amarah yang sudah sedari tadi ia bendung.


Wanita itu melakukannya dengan penuh kesadaran, Pikirnya, Raka pantas menerima nya, Ini bahkan belum seberapa, Dengan pria ini yang sudah berani-beraninya membawa kabur Putrinya secara terang-terangan? tidak mungkin bagi seorang ibu jika hanya tinggal diam saja membiarkan. Jika dibiarkan yang ada hanya akan membuat pria itu semakin ngelunjak nantinya.


"Dasar pria tak tau malu!!" Hina wanita itu dengan kata kasar


Raka hanya bisa diam tidak berani untuk melawan. Orang yang menampar nya adalah seorang wanita sekaligus seoarang Ibu, Tidak mungkin bagi Raka untuk melawan walau hanya dengan berupa ucapan. pria itu tidak berani. Dia mengaku salah tentang hal ini.


"Kenapa diam!!" Teriak wanita itu menendang keras motor pria yang sedang ia lontarkan kata-kata kasar


Ditendang terus menerus sampai ketika kakinya tak sengaja berbelok menendang dan mengenai Betis Raka, Itu cukup membuat Key sedikit kesal.


Gadis itu berjalan cepat menghampiri sang ibu yang saat ini masih menendang motor diiringi dengan kritikan panas.


"Ibu sudah cukup!" Sahut gadis itu dengan tatapan sendu menghadang setiap serangan wanita itu.


"Key minggir!" tegasnya


"Tidak" Jawab gadis itu keras kepala


"Oh! sekarang sikap mu pun sudah kurang ajar setelah bergaul dengan pria ini ya"


"Ibu........" ujar gadis itu sendu dengan nada memohon tak karuan


"Masuk!" Perintah nya tegas menunjuk arah seharusnya

__ADS_1


__ADS_2