
"Sudah kubilang aku tidak ingin masuk" Bantah Key semakin keras kepala
"Key masuklah, Ini perintah ibumu" Sahut Raka
Ibu key menggertak gigi dari dalam dengan ucapan Raka yang terdengar sok menasehati padahal karena dialah key jadi bersikap seperti ini.
"Kau tidak usah berucap satu katapun dasar pria sialan" Ucap Ibu key kelewatan marah
"Ibu, tolong biarkan Raka pergi" Bujuk key dengan raut wajah sangat tak karuan
Sangking kesal nya dengan pria itu, ibu key Sampai tak mempedulikan ucapan Putrinya lagi, Ia sekarang hanya terus menatap tajam Raka dan sering kali berusaha untuk menggapai pria itu untuk dipukuli, namun sayangnya ia tak bisa menggapai Raka sedikit pun lantaran terus dihadang oleh Key sendiri.
"Biarkan Raka pergi" Bujuk nya sekali lagi sembari sibuk menghalau ibunya yang ingin menyerang Raka
Bujukan dari key yang satu ini membuat wanita itu kini terdiam sejenak dengan dengusan nafas kesal. ia menatap key dan Raka secara bergantian dengan sorotan mata tajam.
Ibu key mengatur nafas mencoba untuk menenangkan emosi terlihat dulu. Mencoba sabar disaat-saat seperti ini, sungguh sangatlah susah.
"Baiklah, ibu akan membiarkan dia pergi, Tapi dengan satu syarat" Ucap nya serius
__ADS_1
Pria yang tadinya hanya tunduk diam pasrah dengan caci makian, kini mendongak menatap wanita itu untuk mendengar dengan serius syarat seperti apakah yang akan diminta ibu key. Kedua tangan Key pun yang tadinya terus direntangkan untuk menghalau serangan sang ibu kini diturunkan setelah ibunya setuju untuk membiarkan pria itu pergi.
"Apa syarat nya?" Tanya key
"Setelah semua ini, dia dilarang untuk berkunjung dan mengganggu kau lagi,mau itu lewat telepon dan chat, Dan bertatapan langsung tentunya" Jawabnya mengajukan persyaratan
"Ibu itu tidak mungkin, Ibu tau kan Key sangat menyukai Raka, Key tidak bisa jauh sedikit pun dengan nya. Jadi tidak mungkin bagiku untuk menyetujui ini" Keluh key tak setuju bak orang yang akan mati jika memenuhi persyaratan itu
"Maaf sebelumnya Tante, Tapi bisakah kau memberi tau alasan kenapa tante sangat membenci ku sekarang?" Elak Raka penasaran dengan perubahan sikap wanita yang dulunya sangat baik kini menjadi malah sebaliknya
"Jikalau pun kuberi tahu, itu tidak akan merubah apapun" Tegas nya sangat yakin
"Tante, aku ingin mendengar alasan kenapa sikap Tante berubah se drastis ini padaku" ucap Raka sangat serius ingin menyelesaikan semua ini
"Apa kau yakin?" ujarnya dengan suasana hati yang mulai membaik namun masih sedikit kesal
"Ya Tante" Jawab nya masih memasang raut wajah serius
Gerakan mata wanita itu seketika melirik pada Key. Gadis yang dilirik pun refleks tersenyum lebar menatap sang ibu dengan anggukan tak pernah berhenti demi memberi kode pada sang ibu untuk menyetujui ini. Mumpung Raka sedang serius ingin membicarakan hal seperti ini.
__ADS_1
Setelah terdiam begitu lama memikirkan sang ibu pun memutuskan.....
"Baiklah, ayo masuk" Sahut nya menyetujui
Sangking senang nya seorang gadis setelah mendengar sang ibu menyetujui, itu sampai membuat nya tak berhenti meringis bahagia tanpa suara, walau sebenarnya ia sangat ingin mengutarakan rasa senang itu dengan berteriak melompat lompat seperti biasa, namun Key rela menahan itu semua untuk berjaga-jaga agar tak mengubah suasana yang masih canggung ini menjadi semakin buruk.
Mereka bertiga pun mulai berjalan masuk melewati gerbang dengan Ibu Key yang memimpin jalan, ada Raka dan key mengekor paling belakang.
Ketika melewati gerbang, sembari berjalan gadis itu menyempatkan diri meledek pada pak security. Ia menjulurkan lidah dengan mimik wajah yang amat menjengkelkan tanpa suara. Pak security hanya terdiam kaku dengan olok-olokan dari Key, ia sadar diri untuk tak melawan karena memang ini adalah salahnya. Yah walau itu bukan kemauan nya sendiri sih, melainkan sekedar hanya mengikuti setiap perintah dari Sang Nyonya besar. namun tetap saja, pikirnya ia pantas mendapatkan ejekan itu, yah sebagai balasan karena telah menentang kemauan Key.
*****
Terdapat pada ruang tamu yang begitu luas. Tampak tiga orang tengah duduk pada sofa yang berbeda-beda. Walau sebenarnya Key tadinya berniat untuk duduk berdampingan dengan Raka, namun sang ibu sangat menentang itu, dengan berat hati pun gadis itu terpaksa berpindah duduk pada sofa yang lain.
"Tante ingin tanya terlebih dulu, apa kau serius ingin memperbaiki kesalahan mu setelah mendengar pernyataan dari Tante?" tanyanya terlihat dulu untuk memastikan sampai mana sebenarnya keseriusan pria ini, karena wanita itu masih tak yakin mempercayai Raka begitu saja.
Sebentar lagi dalam perbincangan ini, akan sangat banyak pertanyaan yang bermunculan yang bisa membuat Raka kebingungan setengah mati.
"Tergantung" Jawab singkat pria itu
__ADS_1
"Baiklah, kita lihat sampai mana kau bisa bertahan..." Ucap wanita sebagai pembukaan untuk memulai obrolan serius.