
Raka melaju pergi dengan kecepatan tinggi setelah mendapat alamat dari ibu key. entah kenapa dia merasa sedikit marah jika mendengar gadis itu bersama pria lain, seolah-olah hanya dia yg boleh bersamanya. lelaki ini mungkin belum paham perasaan seperti apa ini, dia hanya mengikuti kata hati dan perasaannya.
Disaat ketika pria itu sampai di tempat tujuan, ia dengan berjalan cepat langsung masuk tanpa membunyikan bel, kebetulan juga pintu tidak terkunci. di lorong pintu yg terbuka ia berdiri, matanya langsung tertuju pada ke dua orang yakni key dan Aditya. Ia menatap kosong saat melihat key dan Adit, keduanya terlihat sangat bahagia membicarakan sesuatu, bahkan saling berpelukan, layaknya sepasang kekasih.
Aditya tertawa melihat tingkah key yg mencoba meminta maaf dengan cara seperti itu.
"Key sudah sudah, aku sudah memaafkan mu kok"
"Masa?" key tersenyum jahat lalu menggelitik perut pria itu dengan jahilnya
"Wei! sudah! geli tau!"
Pria itu sampai terjatuh tidur di bawah lantai lantaran tidak bisa menahan gelitikan key, key masih terus menggelitik tanpa rasa belah kasihan. sampai saat ia mencoba berdiri kembali duduk di atas sofa, secara tiba-tiba saja kepala nya terbentur di sudut meja
"AWW!!"
"Rasain, karma sudah datang padamu!" ujar Adit sangat puas melihat gadis itu kesakitan
Key mengerutkan bibir kesal lalu memukul pria itu dengan keras, ia kemudian berusaha berdiri sembari memegangi kepalanya meringis kesakitan setelah terbentur dengan keras di sudut meja.
Matanya tanpa sengaja melihat ke arah lorong pintu. Melihat seorang pria berdiri diam dengan wajah datar serta sesuatu yg ia pegang di kedua tangannya, pria itu menatap ke arahnya seperti patung. mulut gadis itu terbuka kaku tak percaya pria itu sedang berdiri disana.
"Raka!"
Raka tersentak mendengar key memanggil namanya, dia dengan cepat berbalik kemudian berjalan kembali keluar. Key berlari menyusul pria itu. Adit gelagapan bingung melihat key berlari keluar
"Key kamu mau kemana!?"
Key menghadang pria itu dengan berdiri di depannya. key lalu menariknya masuk dan memaksanya duduk di ruang tamu. Dia dengan wajah datarnya hanya ditarik seperti benda mati saja. Pria itu tak melawan dan tidak menentang dengan keinginan key sama sekali.
Mereka bertiga pun duduk di ruang yg sama dan hanya diam sangat canggung. Tidak ada yg berani memulai pembicaraan terlebih dahulu. entah apa yg membuat mereka begitu....
"R-raka, itu....apa yg kau pegang di tanganmu?" tanya key gugup namun penasaran juga
__ADS_1
"Ini....ini oleh-oleh dari ku untuk mu, aku tadinya ke rumah mu ingin memberi kan ini, tapi ternyata kau tidak di rumah. ibu mu menyuruh ku untuk memberikan nya langsung kepadamu, dan dia langsung memberi alamat padaku. maka sebab itu aku di sini" jelas Raka
Wajah key yg kaku berubah seketika, berganti menjadi mimik wajah gembira dan mata yg berbinar sejak mendengar bahwa oleh-oleh itu ternyata di bawakan khusus untuk nya sendiri. Tangan key refleks merebut sesuatu yg ada di tangan Raka yg memang itu dibawakan untuk nya.
Saat membuka dan tau isinya, key tersenyum lebar laku meringis bahagia, dan tanpa sengaja memeluk Raka lantaran sangat bahagia saat ini.
"Apasih isinya.." ucap Adit penasaran mencoba mengulurkan tangan menarik namun tangannya di Tepis oleh key dengan tatapan sinis pula
Adit membalas dengan tatapan lebih sinis, dan masih mencoba mengintip lalu kembali di tepis lagi oleh key. dan ada akhirnya mereka pun lagi-lagi berdebat tak ada yg mau mengalah
"Apa kalian sepasang kekasih?" tanya Raka tiba-tiba dengan nada datar membuat mereka berdua tertegun terdiam seperti batu
Satu kalimat dari Raka membuat sepasang sahabat kucing dan tikus berhenti bertengkar dan berdebat.
"Tidak!" saut mereka bersamaan menggelengkan kepala
"Oh" jawabnya singkat
"Lalu kenapa kau ada disini?" tanya Raka lagi
"Apa itu?" tanya Raka semakin ingin tau
"Panjang ceritanya......"
"Aku akan bersedia mendengarkan kan" ucap Raka dengan wajah datarnya
Key terdiam sejenak mendengar jawaban Raka bahwa dia benar-benar sangat inisiatif ingin mendengar cerita panjang yang sebenarnya sangat malas untuk key cerita kan
"Itu, kau ingat semalam kan, aku keluar malam karena mendapat kabar bahwa dia...." ucapnya menunjuk ke arah Adit
"Mobilnya mogok, dan dia menelpon ku untuk menjemput nya. lalu di tengah jalan aku dihadang oleh beberapa preman, dan akhirnya tidak bisa untuk menjemput Adit deh. lalu Adit menelpon ku tengah hari tadi dan marah padaku, tapi aku malah mengejeknya sampai dia tidak ingin memberi tau ku soal pelajaran hari ini, soalnya aku tidak ke sekolah hari ini. oleh karena itu Key kemari untuk menyelesaikan masalah. " ucap key panjang kali lebar namun masih kurang detail.
Adit mengerutkan kening dengan wajah serius, baru tau bahwa ternyata key dihadang oleh para preman makanya key tidak bisa datang...
__ADS_1
"Key! kau tidak memberi tau ku bahwa kau dihadang preman!" ucap Adit dengan nada tinggi
"Soal itu-"
Raka berdiri dari duduk dan menarik kerah baju Adit dengan tatapan sinis.
"Raka tenang dulu, aku belum selesai-"
Bukk!!
Tinjuan sudah mendarat di pipi Adit dengan kerasnya sebelum ucapan key sampai.
"Dasar pria tak tau diri! kenapa kau menyuruh seorang gadis untuk menjemput mu di tengah malam!! Apa kau tak pernah berfikir bahwa dia akan terkena musibah di tengah jalan!? Jika dia mati mengenaskan sebab preman itu bagaimana!?" bentak Raka dengan suara tinggi
Adit hanya terdiam merenung tidak membalas tak bisa menyangkal perkataan Raka. Dia mengaku salah akan hal ini
"Maaf"
"CK!!" gumam Raka sangat emosional
Tinjuan dua kali lagi-lagi mendarat ke pipi dan perut adit
"Raka sudah cukup!! duduk kembali!!" perintah key tak terima dengan perlakuan pria itu kepada Adit
Raka pun kembali duduk seperti perintah key, wajah datarnya yg tadi kini berubah menjadi raut wajah marah menatap ke satu arah, dan hanya diam.
"Adit maaf"
"Tidak apa-apa, ini memang salah ku. dan soal pelajaran itu sebenarnya aku juga hanya berbohong agar kau datang kemari dan meminta maaf"
"Apa!" reflek key nada tinggi yg tadi bersimpati jadi emosi
Adit tertawa kecil melihat kebodohan sahabatnya
__ADS_1
"Kau memang sahabat yg paling bodoh ya....apa kau tidak sadar tentang pelajaran fisika yg aku sebut di telpon? bukannya kita anak IPS tidak mempelajari pelajaran fisika?" ucapnya tanpa merasa berdosa
Key mengerutkan bibir lalu meringis kesal dan akhirnya terus memukul-mukul Adit tanpa rasa belah kasih sebab pria itu ternyata hanya mengerjai dirinya agar dia meminta maaf.