Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 7 Sadar dari koma


__ADS_3

******


Dokter keluar dari ruang ICU


"Dokter bagaimana keadaan teman saya?" Tanya Ivan disusul dengan anggukan kepala beberapa anggota geng motor Raka dengan perasaan cemas dan khawatir


"Dia baik-baik saja, mungkin tak lama lagi dia akan sadar" jawab sang dokter


"Syukurlah" ucap mereka serentak merasa lega


"Dok,apa kau tau apa yg menyebabkan tubuhnya bergetar?" Tanya Ivan menghentikan dokter yg tadinya ingin pergi


"Maaf, kalau soal itu saya tidak tau. Kau bisa menanyakan langsung pada pasien jika sadar nanti" jawab dokter


"Ohh! Baiklah, terima kasih dok"


"Sama-sama" ujarnya disusul dengan senyuman lalu pergi


******


Raka pun akhirnya sadar. saat ini dia masih sedang di periksa oleh dokter dan suster, setelah diperiksa teman-teman Raka pun di perboleh kan menjenguk, namun hanya 1 Sampai 2 orang yg diperbolehkan masuk. Seperti biasanya,Ivan adalah orang pertama yg masuk membesuk sahabatnya yakni Raka.


"Raka!" Ucap refleks gembira Ivan setelah melihat Raka tengah duduk di atas ranjang seraya melamun


Ivan berjalan cepat menghampiri Raka


"Kawan, bagaimana keadaan dan perasaanmu saat ini? Apa sudah membaik? Apa masih ada yg terasa sakit? Dimana? Katakan saja padaku!" Tanya Ivan sekaligus sembari melihat ke berbagai bagian tubuh Raka yg terluka


Raka berdecak satu kali dengan tingkah Ivan yg berlebihan,bahkan cerewetnya melebihi seorang pacar,bahkan lebih cerewet dari orang tuanya.


"Tidak ada,aku baik-baik saja" jawab Raka berbohong untuk menghilangkan rasa khawatir dan cerewet Ivan


Setelah menjawab dia kembali terdiam mengabaikan Ivan. Ivan mengerutkan kening melihat Raka terlihat seperti terbebani pikiran.


"Apa yg kau pikirkan?" Tanya Ivan


"Aku terpikirkan mimpi ku" jawab Raka jujur


"Hei Raka! Sebaiknya kau buang pikiran itu dan istirahat saja,kau baru saja sadar dan kau sudah membebani otakmu dengan hal yg tak perlu, tak baik untuk kesehatanmu kau tau! Apa kau tau artinya istirahat!?" Oceh ivan

__ADS_1


Raka menutup mata mencoba sabar lalu disusul dengan helaan nafas berat


"Kau tidak tau betapa pentingnya isi Mimpi itu" ujar Raka menatap Ivan dengan serius


"Tuan,kata teman anda ini benar, lebih baik anda jangan terlalu memikirkan sesuatu yg tak perlu, jika anda memaksakan otak anda berfikir dengan keadaan yg belum sembuh total seperti saat ini,itu akan sangat mempengaruhi kesehatan anda. Lebih baik anda fokus istirahat untuk saat ini" ucap suster mengelak pembicaraan sekaligus memperingatkan Raka


Raka terdiam sejenak dengan mata yg menatap kesana kemarin


"Baik suster" jawab Raka setelah berfikir sejenak


******


Beberapa hari berlalu saat Raka berada di rumah sakit, ia benar-benar istirahat total di hari hari yg ia lalui di rumah sakit setelah sadar. Raka mematuhi perintah dan arahan dokter/suster padanya,karena ia tau itu yg terbaik untuk kesehatannya. Di hari hari itu,ada masanya saat orang tua Raka menjenguk dirinya satu sampai dua kali saja,itupun mereka hanya membawakan beberapa buah Dan makanan untuk Raka, selebihnya tidak melakukan interaksi apapun. Tentang berbicara atau mengobrol dengan Raka itu tak pernah mereka lakukan,mereka itu layaknya orang asing yg baru bertemu.


Keluarnya Raka dari rumah sakit,ya tentunya ia masih diperintahkan untuk banyak istirahat di rumah. Karena kecelakaan yg dialami oleh Raka yakni pemimpin geng motor Abius menyebabkan rencana yg di buat matang-matang kini tak berjalan sesuai rencana, semuanya sia-sia. Pada akhirnya mereka tidak melakukan balas dendam apapun atas hinaan geng motor itu. Itu mungkin membuat geng motor tersebut berfikir bahwa Raka tidak memiliki nyali sedikit pun untuk melawannya. Untuk menjadi anak jalanan tentunya membutuhkan mental yg kuat dan keberanian yg besar


******


Tepat pada pukul 01.00. Raka sampai di depan rumah dengan di giring pulang oleh teman-temannya yg mengendarai motor tepat di belakangnya untuk sekalian berjaga-jaga,sedangkan Raka dengan Ivan menaiki TAXI untuk sampai disana. Dikarenakan suara motor mereka yg bising membuat Satpam yg bertugas di pos penjagaan yg tadinya tertidur kini terbangun karena suara kendaraan yg tak sedikit itu.


"Apa mau ku antar sampai ke dalam?" Tanya Ivan menawarkan sebab khawatir


"Sama-sama. Ingat harus banyak istirahat" peringati ivan menghentikan gerakan Raka


Raka respon menoleh kembali ke belakang dengan senyum paksa seraya memberi jempol kemudian turun dari mobil.


Bugg!!


Suara tutupan pintu mobil setelah Raka keluar. Mereka semua pun kembali menancap gas setelah Raka turun dari mobil


"Terima kasih teman-teman!!" Teriak Raka melambaikan sebelah tangan


"Yahh!!" Sorak mereka sembari memberi klakson


"Kau istirahat lah!!" Teriak dari mereka melambatkan motor lalu kembali melaju


"Iya,kau tidak usah khawatir!!"


Klakson dari mereka terus berbunyi sampai ke jarak yg belum begitu jauh, di saat itu juga bersamaan dengan keluarnya ibu tiri serta ayah raka dari dalam rumah, ekspresi mereka terlihat sedikit jengkel ketika mereka keluar. Sukuna dan Lisa berjalan menghampiri Raka yg masih berdiri di luar

__ADS_1


"Kenapa sangat berisik di luar sini! Aku sampai tak bisa tidur kau tau!!" Bentak Lisa entah pada siapa


Raka hanya merespon dengan melirik kan mata ke arah Lisa yakni ibu tirinya dengan ekspresi datar. Sementara ayahnya terus menoleh ke kanan dan ke kiri arah jalan mencoba mencari sumber suara klakson motor yg sangat berisik tadi.


"Hei Raka,siapa yg klakson motor terus menerus tadi?" Tanya sukuna


Raka membalikkan badan berjalan untuk masuk ke dalam rumah,ia lagi-lagi mengacuhkan ayahnya,ayahnya hanya bisa menahan sabar dengan tingkah anaknya ini.


"A-anu tuan, nyonya, tadi itu teman-teman geng motor tuan Raka yg membunyikan klakson setelah mengantar tuan Raka pulang" jawab sang satpam yg selalu standby di sana


Sang satpam ataupun pembantu rumah tangga yg bekerja di rumahnya tidak pernah tau bahwa ternyata Raka pernah kecelakaan sehingga membuatnya masuk rumah sakit,mereka hanya tau bahwa jika Tuan muda Raka mereka tidak pernah pulang ke rumah dalam 1 sampai 2 Minggu, itu hanya ada satu kemungkinan, mungkin saat ini ia sedang bermain dengan teman se-geng motornya atau menginap di rumah teman akrabnya yaitu ivan. Mereka berfikir nya Raka mungkin menginap di rumah Ivan atau nongkrong bersama teman-teman se-geng motornya. Itu saja.


"Ohh" gumam mereka berdua setelah tau dari sang satpam


Mereka berdua pun masuk kembali ke dalam rumah bermaksud untuk memarahi Raka atas pulang lambat dia ke rumah, itu dikarenakan mereka berdua tau Raka sudah keluar dari rumah sakit sejak pagi tadi,namun raka baru pulang pada malam hari.


"Raka berhenti disitu!!" Perintah nya


Raka yg tengah berjalan di atas tangga untuk naik ke kamarnya kini terhenti oleh perintah ayahnya


"kenapa kau baru pulang malam hari, suster memberi tahu ku bahwa kau sudah pulang sejak pagi,kenapa baru pulang malam malam begini!?" Tanya dengan nada emosi


Raka tak menjawab apapun,dia hanya diam seperti biasa. Ia mengepalkan kedua tangan sangat kesal sebab mengingat mimpi yg ia lihat bahwa ayahnya sendiri lah yg menyuruh orang untuk membunuh ibunya,dengan kata lain dia sendiri yg sudah melenyapkan istrinya. Ya....walau itu hanya mimpi.......namun Raka sangat yakin bahwa mimpi itu mungkin benar. dia juga tak boleh ceroboh menuduh sukuna sembarangan, dia akan mencari tau sendiri dan mencari bukti,Maka dari itu,sebelum mendapat bukti,ia harus menjaga kesabaran seperti biasanya jika berhadapan dengan ayah dan ibu tirinya. Dia tau betul,itu bukan hanya sekedar mimpi,itu mungkin petunjuk untuknya dari Tuhan.


"Kenapa kau diam saja?!" Sentak sukuna


"Sudah sayang, kau tau kan mau bagaimana pun kita bertanya dan memaksanya bicara,dia tak akan pernah bicara pada kita" ucap Lisa memegangi ke dua pundak suaminya


Sukuna mendengus kesal satu kali


"Baiklah,ayo kembali tidur" ajak sukuna seraya berjalan menuju kamar kembali


Lisa mendongak ke atas berharap Raka menoleh melihatnya,namun apa yg ia lihat? Dia hanya melihat Raka sudah berjalan kembali menaiki tangga


"Ra..." Gumamnya setengah kata bermaksud ingin memanggil Raka


Ia menunduk merenungkan apa yg baru saja dia lakukan? Dengan memanggilnya apa yg ingin dia bicarakan dengan memanggil anak itu?


Saat ingin memanggil Raka,suaranya terhentikan sebab ia pikir itu tak akan ada gunanya jika memanggil anak itu, dia juga tak akan pernah berbicara ataupun menjawab apapun yg sukuna dan Lisa bicarakan padanya.

__ADS_1


Saat ia mendongak kembali ke atas, Raka sudah tak terlihat. Dia sudah masuk ke dalam kamarnya. Lisa menghela nafas kemudian berjalan kembali masuk ke dalam kamarnya juga.


__ADS_2