Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 31 Terpuruk


__ADS_3

"Si Ivan kemana sih?" ucap Raka sudah lelah mencari kesana kemari


Tak lama setelah itu, ada mobil polisi yg berhenti tepat di sekitar Raka dan key. seseorang turun dari mobil tersebut. Raka dan key tercengang kagum ketika melihat Ivan turun dari mobil polisi bersama dengan polisi wanita.


"Lu kemana aja sih!?" bentak Raka


"Habis selesain masalah sama polisi ini" ucap nya menunjuk polisi itu


"Maaf memotong pembicaraan kalian, kalau sudah tak ada hal lain lagi, aku permisi untuk melanjutkan tugas ku kembali" ucap sang polisi sopan


"Ok, makasih yah Bu polisi" ucap Ivan sopan


Sang polisi membalas dengan anggukan kepala satu kali lalu pergi.


Raka mendorong bahu pria itu pelan yg masih saja menatap Bu polisi itu pergi tanpa menjawab pertanyaan nya tadi


"Ngapain sih dorong dorong! nanti nih dokumen jatuh gara-gara lu!" sentak Ivan merasa kesal dengan Raka


Sebab gara-gara dia lah, ivan harus repot-repot menyelesaikan masalah denda tilang yg sama sekali bukan urusan nya. jadi jangan heran kalau Ivan kesal.


"Kenapa lu marah, harus nya gue yg marah. lu tuh dari mana aja, gue ma key udah nyariin lu sana sini dan ternyata lu malah habis jalan sama Polisi cewe"


Ivan mendengus kesal merapatkan kan bibir dengan kasar


"Enak aja nyalahin gue. Gue tuh habis bayarin denda Tilang lu tau ga!"


"Gara-gara motor lu nih, parkir sembarangan di pinggiran jalan"


Raka mengerutkan kening bingung mendengar jawaban Ivan. ia menatap motor nya sekejap lalu menatap ke arah jalan. ia melihat salah satu rambu lalu lintas berdiri tegak tepatnya tak jauh dari jarak motor Raka yg Raka parkir tadi di pinggir jalan. melihat itu Raka baru mengerti.


"O-oh" gumam Raka


"Oh eh oh eh! Makanya Jangan asal marah aja"


"Maaf Van"


Ivan berdehem kesal.


"Oh iya-"


"Udah Wei ngobrol nya! ga liat apa ada orang disini! nungguin kalian debat dari tadi!" Ucap key nada tinggi mengelak pembicaraan sembari menunjuk diri sendiri


"Ga liat" balas Raka judes acuh tak acuh


Key mengerutkan bibir dengan jawaban Pria itu lagi-lagi semakin Tak peduli.

__ADS_1


"Oh iya van, Denda nya berapa emang? biar gue ganti"


"Iya! patut lu ganti(tekan Ivan) totalnya 500 ribu"


Raka mengeluarkan dompet dari saku. Ivan dengan melihat isi dompet Raka sangat tebal, membuat nya iri dan berduka hati ketika mengingat isi dompet nya sendiri.


"Nih"


"Makasih. Eh Raka lu ga berniat apa ngasih gue sedikitttttttttt aja tuh duit. Kasihan dompet lu kepenuhan" Ucapnya membujuk


Raka terdiam menatap tajam Ivan terlebih dahulu lalu disusul dengan terkekeh.


"Nih" ulurnya memberi uang lebih


"Makasih sahabat ku tercinta" Ucapnya dengan kata manis


"Raka, dia pacar lu?" tanya Ivan langsung berubah ekspresi


Matanya mengikuti telunjuk Ivan yg menunjuk pada Key.


"Bukan" jawab Pria itu dingin


"Isssss, Pacar kok gitu sih" Balas key cemberut


"Nah loh! Dia manggil lu pacar. Udah deh....lu ga usah malu-malu kalau lu emang udah punya pacar. Pacar lu cantik Banget kok, cocok sama lu yg ganteng" ujar Ivan blak-blakan namun jujur


"Tapi sayang nya bukan" jawab Raka lagi acuh tak acuh


"Udah ah! gue mo balik dulu"


Raka naik di atas motor lalu menyalakan nya.


"Van, gua balik dulu, tolong cariin taksi buat cewe ini" Ucapnya lalu memberi uang lagi untuk ongkos taksi key


"Ok" jawab Ivan tidak merasa keberatan


Key menatap tak percaya. ia mulai cemas. namun karena dia sempat berfikir, mungkin itu hanya sebuah candaan belaka dari pria itu. tidak mungkin Raka akan meninggalkan seorang gadis bersama pria lain yg Sama sekali tidak dia kenal.


Brumm!! motor Raka pun pergi dan melaju di jalan. Key Terdiam seperti patung menatap kepergian Raka yg sama sekali tak peduli dan tak bertanggung jawab.


"Nama lu siapa?" tanya Ivan


Tak ada respon, key hanya terus diam menatap jalan. Ivan berdehem bertanya-tanya, ada apa gerangan dengan gadis ini. Tangannya melambai lambai di Depan wajah key, namun dengan refleks cepat key menepis tangan pria itu dengan kasarnya.


Key berjalan meninggalkan Ivan dengan rasa jengkel. ia berjalan keki di atas trotoar menuju arah rumahnya yg tidak terletak jauh dari sana.

__ADS_1


"Ehh! lu mau kemana!?" teriak Ivan panik berlari menyusul key


"Jangan ngikutin gue!!" bentak key suara sangat tinggi


Ivan sampai terlonjak kaget dengan suara itu. Namun walau sudah diteriaki, pria itu masih tetap mengikuti dari belakang. Key mendesis kesal sebab tak nyaman terus diikuti oleh Ivan. ia pun berhenti, Ivan yg berjalan cepat tertabrak oleh punggung Gadis itu lantaran berhenti tiba-tiba.


"Kenapa berhenti?" Tanya Ivan


"JANGAN NGIKUTIN GUE!!" balas key meneriaki dengan nada menekan di setiap kata


"Ga bisa, soalnya Raka udah ngasih gue tanggung jawab buat jagain lu" jawab ivan


Key mendesis panjang lalu kembali berjalan. Ivan masih mengekor di belakang.


"Udah! jangan ngikutin gue kenapa sih!" ucapnya muak


Melihat mata key berkaca-kaca membuat Ivan panik seketika


"Lu-lu jangan jangan nangis dong. Gue-"


"Gue bisa jalan sendiri.... rumah gue Deket dari sini" Ucapnya dengan suara yg terdengar gemetar, matanya sudah penuh air mata, namun dia masih menahan nya agar tidak menetes


"Ok ok, gue bakal pergi, tapi sebelum itu gue pesanin taksi dulu ya?"


Key hanya mengangguk. ia duduk jongkok menutupi wajah dengan tangan menunggu taxi datang. air matanya mulai menetes. Key menangis tanpa suara dengan tersedu-sedu.


Ivan jadi bersimpati melihat gadis itu terlihat sangat sedih. Pria ini sudah tau jelas bahwa gadis ini pasti sangat terpukul saat Raka berperilaku sangat dingin padanya sampai-sampai membuatnya ingin menangis. Ivan baru mengerti akan hal itu ketika melihat tatapan gadis itu penuh dengan kesedihan.


Begitu taxi tiba, key langsung pulang. Sedangkan Ivan, dia melanjutkan mencari kerja.


Di sisi lain. Restoran tempat Aditya dan Ibu key. Mereka terlihat masih duduk menunggu kedatangan key dan Raka. ini sudah lama sejak mereka menunggu.


"Si key kemana sih Tante? Kok masih belum Dateng Dateng juga" ujar Aditya


"Yah Tante juga ga tau kali. Coba deh telpon dia"


"Ok"


Kamar key.


Drrtthh!! Drrtthh!! Ponselnya berdering di dalam tas yg terletak di atas meja kamarnya. Gadis itu saat ini tengah duduk Menekuk lutut di atas Kasur. ia menangis tersedu-sedu. Dia tak mempedulikan bunyi ponselnya. Dia sedang fokus menangis saat ini, sebelum perasaan sedih itu belum meluap semua, dia tak akan berhenti menangis sampai ia benar-benar lega.


"Tante, ga ada jawaban"


"Mungkin dia dalam perjalanan sekarang, makanya ga dengar ponselnya. Kita tunggu sebentar lagi"

__ADS_1


"Ok Tante"


__ADS_2