
Raka untuk mencegah agar tak ketahuan, dia menghampiri Gadis itu segera dan langsung mendorongnya ke dinding rumah lain. sementara Para penjaga itu berjalan dengan hati-hati menuju arah teriakan tadi.....
"Siapa itu!?" teriak penjaga sembari berjalan semakin mendekat.
Mendengar langkah mereka semakin dekat, Raka dengan terpaksa harus menggunakan cara itu...
Sesampainya di tempat sumber suara. yg mereka lihat hanyalah punggung seorang pria yg tengah menekan wanita seolah-olah sedang melakukan ciuman ganas.
"Oh ternyata hanya anak muda yg sedang melakukan ****" ujarnya
"Hei! stt! sttt! Kalian jangan kelewatan batas ya!" bisik para penjaga pada kedua anak muda lalu tertawa menggelengkan kepala saat melihat anak muda jaman sekarang kelakuannya seperti itu.
Mereka pergi setelah tau itu hanyalah hubungan Anak muda yg tidak boleh diganggu ketika sedang melakukan itu. ketika sadar para penjaga itu sudah pergi, Raka mencoba melepaskan ciuman yg ia lakukan tadi hanya untuk mencegah ketahuannya dia oleh Orang-orang ayahnya. Dia melakukan itu bukan karena kehendak nafsunya, melainkan karena terdesak oleh keadaan sehingga membuatnya melakukan itu tanpa pikir panjang.
Namun saat Raka ingin melepaskan ciuman, Key malah menarik pria itu dan tak ingin melepaskan nya. Raka berusaha sekuat mungkin untuk mendorong key, namun ternyata usahanya kalah oleh Nafsu seorang gadis. Apakah sekuat itu kekuatan gadis ketika sudah Nafsu? Mana ku tempek.
Pria itu seketika merasa panik saat bibir mereka tidak ingin terlepas karena key. Key memainkan lidah, melumbat mulut Raka dengan sangat agresif. Raka sampai gemetar lantaran key malah menikmati itu.
Sebab pria itu sudah tak bisa mengatur nafas dengan baik, dia pun menggigit ujung-ujungnya bibir key dengan keras
"Awww!!"
"Sttttt! jangan berisik!" sentak Raka berbisik bisik
"Key masih belum puas tau" oceh key tanpa rasa malu dengan berbisik pula
Raka melotot semakin cemas dan takut dengan perkataan key, Raka sampai berfikir mungkin key sudah kerasukan syaitan sampai-sampai mengatakan itu tanpa rasa malu.
"Lu tuh punya rasa malu ga sih!"
__ADS_1
"Kalau bareng Pacar sih, key ga malu" jawab key
Raka mendesis mengacak-acak rambut frustasi. gadis ini benar-benar sudah gila!
"Pacar makin ganteng aja kalau lagi ngacak rambut kayak gitu" ucap key semakin klepek-klepek
"Udah! udah! sekarang itu ga penting. sekarang, gue minta lu tunggu disini! jangan kemana-mana!" perintah Raka
"Pacar mau kemana?"
"Gw bakalan balik secepat mungkin. lu duduk aja disini diam-diam!"
"Ok pacar"
Raka meringis geli ketika gadis itu terus memanggil nya dengan kata Pacar
Raka bergegas pergi ke tempat yg dia tempati untuk mengawasi tadi. Raka sebelum kesana,dia sudah menyediakan ide agar membuat para penjaga itu bisa pergi dari tempatnya tanpa ketahuan. pertama-tama, ia mengambil batu yg berukuran agak besar terlebih dahulu, lalu melempar kannya ke semak-semak yg terletak agak jauh.
Karena tak ada respon, para penjaga tersebut segera memeriksa ada apa disana. Dengan perginya mereka,Raka mengambil kesempatan dengan mengendap-endap masuk ke dalam melalui pintu belakang dengan sangat hati-hati.
Raka berhasil masuk. Matanya mengamati sekeliling berjaga-jaga apakah ada orang yg melihat. Situasi Aman. Pria itu kembali berjalan mengendap-endap mencari dimana sukuna berada. sebelum ia melewati 2 kamar yg berdampingan, Tiba-tiba ia mendengar suara dari ruangan Yg ada di depan kamar. Raka tak tau ruangan apa itu. Ah itu nda penting, yg penting sekarang, dia harus memeriksa siapa yg ada di dalam sana.
Raka melihat ada sebuah celah celah di pintu, ia pun mencoba melihat dari lubang kecil tersebut. saat berhasil melihat,ternyata yg ada di dalam sana, Dua pria sedang berbincang, yg satu sukuna dan satunya lagi entah siapa, Raka tidak tau!
Raka Menguping pembicaraan. Dia mendengarkan dengan sangat serius. waktu demi waktu saat pria ini menguping, dengan mengikuti alur perbincangan ayahnya, membuat ekspresi wajah nya semakin kesini perlahan marah.
Ketika sudah mendengar semua sampai akhir, Raka pun kembali keluar dengan menggunakan cara yg sama untuk kembali pada Key tanpa ketahuan. Wajahnya terlihat murung sejak ia keluar dari rumah tua itu. Itu membuat key ber empati pada Raka. dia tak bisa terus melihat pria itu terus murung, itu seakan-akan membuat hati key sesak.
"Pacar, key pengen lakuin ciuman kayak tadi lagi" ujar key membuat Raka tersentak terkejut
__ADS_1
"Lu gila ya!"
"Ga kok, key masih sadar"
Raka berdecak malas lalu pergi meninggalkan key sendiri tanpa mengajaknya pulang bersama. key tersenyum lebar saat pria itu kembali bersikap seperti biasa karena ucapannya itu. key mengucapkan itu memang hanya untuk membuat ekspresi pria itu kembali seperti biasa. Cuek, wajah datar, dan marah. jika tak berekspresi begitu,itu berarti bertanda buruk atau pertanda baik?
Mereka kembali ke tempat awal dengan berjalan kaki, mereka lumayan menghabiskan banyak waktu untuk itu.
Melihat motor nya hilang dari peradaban bumi membuat Raka syok dan mulai panik. dan bahkan Ivan pun ikut menghilang. itu membuat Raka semakin cemas ketika memikirkan apa yg sebenarnya terjadi?
"Motor gue kemana!?"
"Lah iya, si cowo tadi juga kemana?" ujar key ikut heran
"Oh key baru ingat! tadi tuh si cowo di tilang ma polisi" ucap key memberi tahu Raka
"Terus lu kok ga bantu dia?"
Key menyengir "Ya karena key kan lagi ngejar Pacar, key ga punya waktu ngeladenin mereka" jawab gadis itu jujur
Raka lagi-lagi mendesis panjang
"Jangan marah terus sayang, ga baik tauk buat kesehatan kamu" ucap key asal menggoda pria itu
"Lu makin kesini makin ga tau malu banget ya!" Saut Raka sudah sangat muak dan risih
Biasanya orang kalau udah ngelakuin ciuman ganas kan, mereka otomatis jadi ter candu candu dan perlahan jadi jatuh cinta. lah Ini, Raka malah risih, entah bagaimana caranya agar bisa membuat pria itu jatuh cinta.
Key cemberut dengan respon Raka, dia kira setelah melakukan ciuman tadi itu pria ini akan mulai memperhatikannya,tapi ternyata tidak. Pria itu malah semakin sensitif marah padanya.
__ADS_1
Pria dan gadis itu mencari ke sana kemari untuk menemukan Ivan. dengan lamanya mencari, dia baru menemukan Motornya yg terparkir tak jauh dari jalan tempat dia memarkir motor nya tadi. Dia tak pernah berfikir bahwa Motor nya akan di parkir sedekat ini, waktu itu Raka hanya berfikir bahwa mungkin Motor nya dicuri karena dia memang tak mengambil kunci saat itu. Seperti kata pepatah Mereka tak pernah mencari barang hilang di sekitar rumahnya 🗿