
Begitu pun terus menunggu, Adit dan Ibu key pun memutuskan untuk pulang saja. mereka menunggu sudah Sangat lama, jadi wajar jika mereka lelah menunggu tanpa kepastian.
"Sayang! Kamu udah pulang!? " teriak sang ibu masuk ke dalam rumah memastikan keberadaan putrinya
Pembantu rumah tangga yg mendengar itu bergegas berlari dan menghampiri Ibu key.
"Nyonya, Non key sudah pulang dari tadi kok" sahutnya
"Beneran?" refleks nya tak percaya
"Iya nyonya. Non key lagi istirahat di dalam kamarnya"
"Oh. Makasih bi"
Sang bibi hanya mengangguk lalu kembali melakukan kegiatannya yg tadi sempat terhentikan sebab mendengar suara Ibu key.
Tok! Tok!
"Key?" panggilnya dari luar kamar
Tak ada jawaban. ia jadi merasa gelisah dengan tak ada respon dari dalam sana. Jika key ada di dalam, pasti dia akan menjawab, Jika tidak, berarti itu wajar. Namun, apabila key ada di dalam sana tapi tak menjawab.....itu berarti bertanda berita buruk.
Cklek! sang ibu membuka pintu. Ia melihat putrinya sedang Menekuk lutut dan menundukkan wajah.
"Sayang, Kamu kenapa? kamu sakit lagi?" ucapnya panik sembari bergegas menghampiri putrinya
Namun tak ada respon, ia semakin panik dengan itu. Ia mengangkat wajah key mencoba melihat. Tatapannya seketika berubah menjadi sendu ketika melihat putri nya ternyata tertidur dengan kantung mata yg terlihat bengkak. Apalagi dia tertidur dengan posisi seperti ini, itu meyakinkan sang ibu bahwa Key pasti menangis sangat lama sampai-sampai ia tertidur dengan posisi duduk menekuk lutut seperti ini, akan tetapi ia tak tau apa penyebab putrinya menangis.
Tapi kan, Jika ia ingat-ingat kembali, yg terakhir bersama key itu Raka. Ibu menyimpulkan, mungkin ini ada hubungannya dengan anak itu. Dengan rasa penasaran yg meronta-ronta, ia pun mencoba menelpon Raka untuk memastikan, ya walaupun dia belum begitu yakin.
"Halo"
"Halo raka. Kamu dimana sih sekarang? kenapa ga dateng ke restoran bareng key? Tante dari tadi udah nungguin loh "
"Oh, Maaf Tante, Raka lagi punya urusan penting tadi, makanya ga Dateng. Oh iya, Key udah sampai di rumah?"
"Udah, tapi dia kayaknya habis nangis...."
__ADS_1
"Nangis? emang dia nangis karena apa?".
"Lah kok malah nanya Tante sih, harusnya kan Tante yg nanya sama kamu, kamu habis apain anak Tante sampai nangis kayak gitu?"
"Perasaan aku ga ngelakuin kekerasan apapun sama dia, tapi kenapa dia nangis?"
Wanita paruh baya ini berdecak kesal, dia semakin yakin, dengan mendengar setiap jawaban anak ini,pasti Pria ini sudah mengatakan hal yg kasar tanpa sengaja, sampai-sampai membuat Key menangis. Hanya saja dia memang tidak peka.
"Beri tau Tante, yg nganter key pulang siapa? Ucapan terakhir yg kamu bilang ke key apa?"
"Dia pulang pake taxi. ucapan terakhir yg aku ucapin itu......"
"Apa?"
"Raka lupa"
"Aduh. Gini aja deh, coba ceritain awal mulanya" tanya ibu key makin penasaran
Beberapa menit setelah menceritakan kemudian.......
"Ha?"
"Dasar Pria tak peka!!" Bentaknya sekali lagi lalu menutup telepon
Setelah mendengar cerita singkat tersebut. ibu key bisa merasakan sendiri betapa sakit hatinya key sekarang. Melihat sikap pria itu selalu saja tidak baik pada putrinya, membuat dia mengambil keputusan untuk tidak mendukung Key lagi dalam mengejar cinta pria bodoh itu. Jika terus-menerus seperti ini, key akan semakin sakit hati kedepannya. Untuk mencegah masa muda yg suram bagi gadis tersebut, dia sebagai ibu akan mulai tegas kepada putrinya.
Dalam waktu singkat itu, sang ibu yg selama ini selalu memanjakan putrinya, kini akan berubah dengan bersikap tegas mulai sekarang. Ini semua karena sikap keterlaluan pria itu yg sudah melampaui batas.
Bersikap dingin sih boleh, tapi jangan begitu juga Juga keles.
Sayangnya Wanita itu tak tau, bahwa pria itu tak bermaksud sama sekali untuk menyakiti perasaan key, dia hanya memiliki hal yg sangat penting untuk dilakukan sehingga meninggalkan dan menitipkan gadis itu ke sahabat baiknya.
Ia menceritakan semua pada ibu key kecuali tentang ciuman yg mereka lakukan dan penguntitan Yg ia lakukan terhadap Ayahnya. Bisa dibilang dia mengarang sedikit cerita itu untuk cerita awalnya.
Pria itu bingung ketika ibu key marah karena cerita nya. Itu karena dia sangat tidak peka. Prinsipnya yg tidak ingin menyakiti wanita kini runtuh karena Ketidak peka an yg ada pada dirinya. Dia sama sekali tak sadar bahwa setiap ucapan nya itu akan menyakitkan bagi setiap Gadis yg ia tolak. Menyakiti yg ia maksud dan pahami dalam Prinsip nya itu hanyalah Kekerasan terhadap wanita, selain itu, Raka tak menyebutnya sebagai Menyakiti wanita.
Di sisi lain, di sebuah perumahan kosong tempat para Geng Zantara berkumpul. mereka terlihat tengah mengobrol kan hal yg penting
__ADS_1
"Ketua, Jadi kita bakalan ngadu domba pengecut pengecut itu?" tanya salah satu anggota geng
"Iyalah. Lihat aja nanti, Anggota geng Raka si pengecut bakalan berkurang satu-persatu satu,dan habis itu Bubar deh. dan kita bakalan jadi satu-satunya Geng yg berkuasa di Area ini." Ucapnya penuh keyakinan
"Betul banget tuh, Mereka tuh ga cocok jadi Geng, Kerjaannya cuman keluyuran sana sinj nolongin orang doang"
"Nyakitin orang aja mereka ga tega Weh hahah"
"Ho'oh, kalau saran gue sih yah, mending mereka tuh buat kelompok yg cocok cocok aja gitu sama sikap mereka. dari pada jadi geng kan? Mereka tuh malah jadi ngerusak, mencoreng, dan menentang nama baik para Geng tau ga"
"Contohnya, Jadi pemulung sampah, jadi kan mereka bisa bantuin ngurangin sampah, sekaligus nyingukirin diri mereka sendiri yg cuman jadi sampah masyarakat aja hahaha" ledek salah satu lagi dengan Asal bicara dan tertawa
Ha..ha...ha... mereka tertawa serentak sangat puas dengan ledekan terakhir Dari salah satu teman nya itu.
Ucap mereka satu-persatu meremehkan dan meledek karena kelakuan dan perilaku mereka yg tidak mencerminkan sikap keras sama sekali yg wajarnya para geng lakukan.
Keesokan harinya, Di pagi yg cerah. Matahari terbit menembus kaca jendela kamar seorang pria. tembusan cahaya matahari yg amat sangat menyilaukan mata membuat seorang pria yg masih tertidur lelap mengerutkan wajah lantaran cahaya matahari di pagi hari.
Ia perlahan membuka mata. Dengan penglihatan yg masih samar-samar, ia melihat seorang gadis cantik yg sedang berdiri di tengah Cahaya. Cahaya matahari yg silau seakan-akan seperti sorotan lampu yg besar tengah menyinari gadis yg berdiri itu. seperti penampakan seorang malaikat saja.
Raka menyipitkan mata mencoba melihat dengan jelas "Key?" gumamnya.
"Key! apa yg kau lakukan disini!?" ketus pria itu setelah sadar sembari berdiri dan mencoba menggapai dan menarik tangan key untuk keluar
Namun saat tangannya berhasil menggapai, Gadis itu menghilang seketika. Raka sampai tersandung ke kaca jendela lantaran dorongan tenaga yg kuat yg dibuat oleh dirinya sendiri.
Dia tersandung bukan karena ada benda yg menghalangi kakinya, melainkan dia tersandung karena tenaga dorongan yg kuat yg disebabkan dirinya sendiri lantaran ingin menggapai gadis itu tapi ternyata gadis itu tiba-tiba menghilang seketika.
Kening pria itu berkerut. ia melirik ke sana kemari mencoba mencari kemana perginya gadis itu. Sementara terus mencari, perlahan ia mulai sadar bahwa, mungkin gadis yg ia lihat itu bukanlah Key melainkan hanya sebuah halusinasi nya saja.
Memikirkan itu hanya sebuah halusinasi, membuat pria itu Ling Lung berjalan menatap kosong dan duduk di ranjangnya.
Kenapa aku membayangkan gadis itu berada di kamar ku? kenapa akhir-akhir ini aku selalu memikirkan dia?
Pertanyaan satu-persatu bermunculan di kepala pria ini. Dia tidak mengerti perasaan apa sebenarnya ini. padahal dirinya sudah sangat yakin bahwa dia sama sekali tak menyukai Gadis itu, bahkan membencinya,tapi lantaran kenapa dia terus memikirkan Key jika memang dia membenci nya? Perasaan seperti ini disebut apa? apa karena ciuman itu?
Raka terus memikirkan itu di sepanjang paginya.....
__ADS_1