
Kerah baju pria itu ditarik dengan kasarnya oleh Raka. ia mendorong pria itu agar menjauh dari key.
"Tarik kembali kata-kata mu!" Sentak Raka
Gadis itu semakin cemas, apa yg tadinya ia takutkan kini terjadi. ia menghampiri pria itu untuk menghentikan nya.
"Raka kumohon jangan buat masalah" Pinta key dengan tatapan sendu
Melihat gadis itu meminta, ia serasa tak bisa menolak,tapi di sisi lain ia juga tak terima dengan perlakuan nya pada Key.
"Kumohon...." Ucap gadis itu memohon
Raka dengan terpaksa melepaskan kerah baju pria tersebut lalu berbalik berjalan sembari menarik tangan gadis itu untuk meninggalkan Klub itu. pria setelah dilepaskan, dengan wajah angkuh nya ia masih saja tak menyerah untuk mendapatkan key. Pria itu lantaran tak ingin kalah, ia berjalan cepat untuk meraih tangan gadis itu.
"Jangan pergi sayang" Gombal+ kompor pria itu
Dengan rasa yg tak mau kalah dari pria itu benar-benar membuat Raka sangat muak, Saat ini Raka sudah kehabisan kesabaran. pria itu mendesis panjang sembari berjalan dengan langkah yg penuh emosi ke arah pria itu. Ia langsung melayangkan satu pukulan ke wajah pria brengsek itu.
Raka menarik Key menjauh dari pria tersebut. ia memeluk gadis itu seakan-akan perasaan nya sedang mengatakan bahwa ia tak ingin Key menjadi milik orang lain dan takut akan kehilangan Gadis itu.
__ADS_1
"Dia milikku! Kau jangan mengganggu nya atau aku akan membuat mu tak bisa berjalan!" Ketus Raka memperingati sekali lagi
Mendengar perkataan posesif dari pria itu membuat pupil mata Key perlahan membesar. Gadis itu dibuat salah tingkah,ia tersenyum dengan menyembunyikan wajah nya. wajah nya menyelip menghadap ke Raka.
"Wo wo wo santai bro" Jawab nya seolah-olah sedang meledek
"Pergi atau ku hajar sekali lagi!" Sahut Raka menakut-nakuti
"Ok ok" Jawab nya sembari mengangkat kedua tangan menyerang
Pria itu pergi dengan dengan santai nya. Walau telah dihajar seperti itu, mimik wajah nya sama sekali tak memperlihatkan ekspresi yg memiliki dendam. ia bahkan tak marah dan tak melawan setelah dipukuli di bagian wajah begitu keras. Dia hanya memperlihatkan wajah nya terlihat sama setiap saat, yaitu mimik wajah yg begitu menyebalkan.
Dengusan nafas yg tadinya terdengar jelas keluar dari hidung Raka, kini mulai mereda. ia menghela nafas kemudian mendorong lembut gadis itu untuk melihat keadaan nya.
"Sekarang mereka sudah pergi" Ucap pria itu menatap Key dengan tatapan penuh perhatian
Key masih tak lepas dari senyuman nya. ia masih tersenyum menatap Raka. Kening pria itu berkerut bingung melihat gadis ini tersenyum. Yg Raka pikirkan, seharusnya gadis itu terlihat tertekan kenapa malah tersenyum? Namun melihat dan memikirkan itu, sekilas itu mengingat kan Raka dengan pertemuan pertama kali dia dengan Key.
"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Raka
__ADS_1
Pertanyaan dari pria itu membuat Key yg tadinya tersenyum seketika langsung menahan senyuman dan kini berusaha untuk tidak tersenyum, namun kebahagiaan ini benar-benar tak bisa membuat Key menahan semua itu. Mau bagaimana pun ia berusaha menahan, tetap saja senyuman kecil terlihat terukir di wajah gadis itu. pernah ga sih kalian di posisi kayak gini? sangking bahagian nya yah, Kek kita udh berusaha nahan buat ga senyum, tapi tetap aja ga bisa. Kyak nahan salting lah, walau kita udh berfikir bisa nahan salting, tapi di mata orang lain kita tetap aja terlihat salting anjoy.
"Tidak, aku tidak senyum" Jawab gadis itu gengsi
Raka terdiam sejenak, diam nya kemudian perlahan menjadi tertawa. Pria itu tanpa sadar tertawa sebab merasa lucu dengan kebohongan gadis itu yg terlihat sangat jelas di matanya.
"Kenapa tertawa?" Tanya nya masih mencoba untuk tak senyum walau sebenarnya ia sangat ingin melakukan itu, Key Bak seperti Reva yg menahan salting di depan Boy anak jalanan.
Pria itu menghabiskan sedikit waktu dengan tertawa lalu kemudian baru menjawab pertanyaan Key.
"Kau terlihat lucu dengan ekspresi seperti itu" Jawab Raka jujur dari mata turun ke hati eakk
Mendengar jawaban pria itu membuat Key semakin salah tingkah Aaaaaaa. lantaran tak ingin terlihat salting di depan Raka membuat ia berpura-pura memeriksa dengan meraba-raba wajahnya seperti sedang memeriksa apa ada sesuatu di wajahnya.
"Benarkah? Apa ada sesuatu di wajahku sampai kau mengatakan aku terlihat lucu?" Tanyanya membuat candaan sembari masih meraba-raba wajah seperti sedang memakai bedak saja.
Mendengar ucapan gadis itu membuat Raka gagal fokus. Ucapan yg seharusnya membuat Raka tertawa malah membuat pikiran pria itu teralihkan dan kini menatap bibir gadis itu. ia membasahi bibir dengan menjilati bibirnya.
"Yah, Ada sesuatu di bibir mu" Jawab Raka asal
__ADS_1