
"Turun dari mobilku kubilang" ujar Raka mulai kehilangan kesabaran
Mendengar perintah Raka membuat sang gadis semakin cemberut,namun di sisi lain dia juga semakin yakin bahwa Raka adalah pria baik-baik setelah ia melihat sikapnya yg acuh pada perempuan.
"Kenapa kau sangat tak ingin membantuku?" tanya gadis itu
Raka memutar bola mata malas
"Karna kau orang asing bagiku" jawab Raka asal
Gadis muda itu setelah mendengar jawaban pria dingin itu membuat nya menyondongkan badan dan mengambil sebelah tangan Raka dan memegangi nya
"Perkenalkan aku Keysa laudya lestari, panggil saja Key" ucapnya penuh semangat menjabat tangan Raka kemudian melepaskannya kembali setelah bicara
"Nah sekarang kita sudah bukan orang asing lagi kan" ucap gadis tanpa rasa malu sedikit pun
Raka mendesis kesal mengacak-acak rambutnya frustasi mendengar setiap jawaban gadis itu. Gadis itu bukannya merasa bersalah, malah semakin terpesona melihat Raka mengacak-acak rambutnya
"Dia terlihat semakin tampan saat marah" gumamnya suara kecil senyum-senyum sendiri
Setelah mengacak-acak rambut nya Raka membuka jaket miliknya dan melemparkan pada gadis itu
"Pakai itu agar kau tidak di usik oleh pria nakal,dan cepat keluar dari mobil ku" Ucapnya mengerutkan kening benar-benar sudah muak
Mereka terus saja berdebat di atas turun nya hujan deras,mereka seperti sudah tak peduli lagi dengan hujan saat ini
Key yakni gadis itu berdecak satu kali dengan kesal
__ADS_1
"Aku tidak mau"
Raka mendengus, emosinya meluap luap, dia serasa ingin memberi pelajaran pada gadis yg tak tau malu itu, namun dia juga tak bisa menyakiti wanita, dia tidak tega menyakiti wanita walau bagaimanapun kekesalan yg ada pada wanita itu. apalagi karena dia masih pelajar SMA.
"Aku ini anak geng motor, aku ingin menemui anggota geng ku, apa kau tidak takut?" ucap Raka menakut-nakuti gadis tersebut
Key menyipitkan mata curiga tak percaya dengan omongan Raka, saat melihat dia memakai mobil sport?mana mungkin dia anak geng motor, pikirnya jika benar ia anak geng motor dia seharusnya memakai motor saat berkendara dan memakai jaket khusus geng motor nya. lah ini, dia Sama sekali tidak memenuhi semua keharusan itu. key semakin yakin dia hanya mencoba untuk menakuti dirinya agar dirinya turun dari mobil.
"Benarkah? Kalau benar yasudah" ujar key tak takut sama sekali sebab ia pikir itu hanya candaan
Dia tak tau bahwa Raka benar-benar anak geng motor. pria itu sangking kesal dan jengkelnya dia meluapkan emosi dengan memukul tempat duduk mobil dengan keras, sampai-sampai key terkejut. Raka menghela nafas berat menyerah dan sudah tak peduli lagi gadis itu ingin melakukan apa kedepannya, ia menancap gas mobil dengan kecepatan sedikit tinggi menuju tempat tongkrongan nya.
******
Gadis SMA yakni key tak menyangka setelah melihat Raka membawanya ke hutan-hutan. Dia perlahan panik jika memikirkan hal negatif yg ada di pikiran. Mereka berdua hujan-hujanan mengendarai mobil ke tempat saat ini. Sehingga seluruh tubuh mereka basah kuyup.
Raka turun dari mobil meninggalkan key sendiri dengan acuh tak acuh tak peduli akan kehadiran gadis itu. Karena takut ditinggal sendirian, gadis muda itu segera turun dari mobil menyusul Raka dengan memegang tangannya. Langkah Raka terhenti dengan pegangan gadis itu padanya. Ia meringis jengkel, apa dia ini anak kecil yg berpikiran bahwasanya Raka itu abangnya sampai tangan pria itu terus saja ia pegangi?
Di tengah-tengah perdebatan gadis dan pria itu, teman-teman Raka yg asik mengobrol di dalam tiba-tiba terdiam melongo melihat Raka berjalan masuk bersama seorang gadis SMA yg masih memakai baju seragam putih.
"Pufffttttt!!!" Minuman keras terciprat keluar dari mulut mereka bersamaan saat melihat Raka membawa gadis ke tempat tongkrongan nya
Key yg baru saja sadar bahwa ternyata di dalam rumah menakutkan ini ada banyak remaja lelaki yg memakai jaket hitam bermotif tengkorak di bagian belakang serta Nama Geng Abius tertulis di sebelah kanan depan jaket mereka yg saat ini sedang minum minuman keras. Bahkan sudah ada beberapa yg mabuk.....
Key tercengang terdiam seperti batu sembari tangannya tanpa sengaja melorot ke bawah melepaskan pegangan tanganya dari Raka, Sangking tak percaya nya dia bahwa ternyata Raka tidak main-main dengan omongannya. Ia tak habis pikir, pria tampan ini ternyata benar-benar anak geng motor!
Prok!! prok!! Prok!!
__ADS_1
Suara tepukan tangan seseorang terdengar keras tengah berjalan mendekati Raka dan key. Ia adalah salah satu anggota geng yg sudah mabuk sebab terlalu banyak minum, ia berjalan sempoyongan, langkahnya berhenti tepat didepan gadis yg tengah berdiri di samping Raka.
Pria itu menatap mengamati tubuh key dengan genit seraya cengar cengir sendiri.
Nafas key terengah-engah panik melihat pria mabuk itu mendekati nya,ia refleks memegangi tangan Raka kembali dengan erat Lantara ketakutan yg ada pada dirinya.
Yang bisa ia percaya saat ini hanyalah Raka seorang.
"Wah ketua, kau ternyata sudah mulai nakal ya,membawa seorang gadis kemari.......glek...." Ucapnya berdiri sempoyongan dengan mengeluarkan suara sendawa, normal nya orang mabuk
Pria itu mencolek tangan key genit dengan tertawa tak jelas.
"Isss,jangan sentuh!!" Reflek key meringis jijik serta ketakutan semakin memegang erat tangan raka
Raka menyipitkan mata melihat tingkah teman nya yg tak sopan itu. Saat ini ia hanya diam memantau, jika pria itu sampai melampaui batas, Raka dengan mutlak pasti akan langsung menghajar pria itu dan mengeluarkan nya dari geng. Lihat saja nanti!
"Raka, kau sudah sembuh?" Tanya salah satu temannya tiba-tiba
Raka refleks menoleh ke arah sumber suara
"Ya, hanya saja fisik ku masih belum pulih sepenuhnya" jawab Raka teralihkan dengan pertanyaan temannya
"Arghhh!!!" Teriakan nyaring key terdengar sangat keras sampai membuat Raka dan yg lainnya terkejut
Saat Raka menoleh, matanya melotot sangat marah melihat key saat ini tengah dipeluk dengan genit oleh pria mabuk itu.
"Glek...kau sangat cantik...."
__ADS_1
"Jangan sentuh aku!!!" Teriak key memberontak mencoba melepaskan diri, namun tak bisa sebab ia tak bisa melawan kekuatan pria tersebut
"Jony lepaskan dia!! Kalau tidak aku akan menghajar mu!!" Teriak Raka memperingati masih memberi ampun