
(Pakai bahasa baku aja yah, susah amat kalau make bahasa gaul, ga mudeng gw🥲)
Melewati sarapan pagi dengan suasana yg seperti biasa. Sukuna yg bermaksud ingin berangkat ke kantor setelah sarapan kini langkahnya terhenti Lantaran tangan Raka menahan dengan memegang bahu nya. Raka tersenyum miring. ia mendekat ke telinga pria itu.
"Sebaiknya kau berhati-hatilah mulai sekarang ...." bisik Raka menakuti
Pupil mata pria itu perlahan membesar mulai muncul perasaan yg tidak enak setelah mendengar Putranya mengatakan itu. itu seperti peringatan untuk nya.
Selepas mengucapkan itu pada sang ayah, ia pun melepaskan tangan dari bahu pria itu dan berjalan mendahului nya keluar rumah.
Raka menaiki motor sport merah baru nya dan mulai melaju dengan kecepatan tinggi seperti biasanya. sedangkan pria yg mendapat bisikan barusan, saat ini masih berdiri terdiam menatap ke satu arah saja.
Melihat pria itu hanya diam seperti patung membuat Lisa menatap suaminya bingung sembari mengunyah buah apel yg baru ia kupas.
"Sayang, apa yg anak Durhaka itu bisikkan?" tanya Lisa penasaran
Pria ini tersentak sadar mendengar pertanyaan istrinya. ia gelagapan diam. Lisa memicingkan mata
"Kenapa tingkah mu seperti orang yg menyembunyikan sesuatu...." ucapnya kini berdiri dan berjalan mendekat
"Aku berangkat dulu" Saut sukuna buru-buru
Ia mengulurkan tangan untuk Lisa. Lisa hanya meraih dan mencium tangan suaminya itu dengan wajah yg tak karuan. setelah itu sukuna pun pergi.
"Kenapa buru-buru, Padahal aku baru saja ingin meminta dia transfer uang ke rekening ku untuk ku pakai shopping nanti" gumamnya
Dalam jangka waktu singkat, Raka sampai di sebuah perumahan kosong. Tempat tongkrongan para Geng Zantara. Entah apa yg di pikiran kan oleh pria itu sampai membuat nya kesana sendirian.
Di dalam rumah kosong, nampak seluruh anggota geng Zantara berkumpul disana. Di ruangan yg bising itu, Raka masuk dengan beraninya. Perlahan-lahan bising dalam ruangan hilang dan kini menjadi senyap ketika melihat Musuh bebuyutan mereka dari Geng Abius tengah berdiri area mereka.
Ketua dari geng Zantara tersenyum menyeringai melihat Raka muncul di hadapan mereka sendirian. ia lalu melangkah perlahan mendekati sosok pria yg sok pemberani itu bersamaan dengan Raka yg ikut melangkah maju untuk mendekat juga.
Tap! Tap! Tap! Suara 2 langkah kaki semakin mendekat.
__ADS_1
Tap!
Dan akhirnya mereka pun saling berhadapan. Ketua dari Geng Zantara menatap dengan wajah Angkuh dan tingkahnya yg bar bar sembari mengunyah permen karet. Raka dari ketua geng Abius juga menatap, namun ia menatap dengan wajah datar dan terlihat tenang. Sikap dari dua Ketua Geng ini jelas-jelas sangat berlawanan.
"Apa yg membawa mu kemari pengecut?" Ledeknya sombong
"Aku kemari hanya ingin memastikan, apa benar Jony bergabung di Geng mu?" jawab serta tanyanya dengan santai
Pria itu menoleh sekejap menatap Jony lalu kembali menoleh ke depan.
"Apa kau kemari untuk mengambil nya pada kami?" Ucapnya kompor
"Tidak"
"Lalu?"
Ia tak menjawab. Saat ini tatapan raka tak lagi menatap pria songong yg ada di depan nya ini. ia melainkan malah mengalihkan pandangan ke arah Jony
"Jony, apa kau yakin ingin bergabung di Geng busuk ini?"
"Jony jawab aku!"
"Ini hidup ku, bukan hidup mu. kau jangan ikut campur dalam kehidupan ku, kau tidak berhak untuk itu" jawab jony
"Aku hanya ingin mengingatkan. Jika memang itu keputusan mu, aku tidak akan keberatan" saut Raka masih terlihat tenang
Cuihh!!
Permen karet bekas serta ludah yg jorok mengenai jaket Raka. pria itu meludahi Raka dengan bekas permen karet dari mulutnya lantaran sangat kesal dengan sikap pria itu yg selalu saja tenang di situasi apapun.
Meski sudah diludahi seperti itu pun Raka masih tetap tenang dan sabar. pria itu mencungkil permen karet yg masih menempel di jaket nya lalu bergumam ....
"Baunya seperti sampah masyarakat" ledek Raka tak mau kalah
__ADS_1
Pria yg ada di depan Raka setelah mendengar itu membuat nya menggertakkan gigi sangat geram kesal. ia mengambil ancang-ancang mencoba untuk menghajar pria tampan Raka....
Wusss!! Tap!! dengan gampangnya Raka menahan pukulan itu menggunakan tangan nya.
"Jika kau masih berani bergerak, aku akan menelpon polisi" ancam Raka
Mereka terdiam sejenak mendengar ancaman Raka,tak lama setelah itu disusul dengan tertawa terbahak-bahak. Mereka merasa sangat konyol mendengar pria itu mengancam, secara dia sendiri juga termasuk Geng motor dan pembalap liar yg terkenal. Pikir mereka.....mana mungkin dia akan menelpon polisi jika itu akan mengancam keselamatan nya sendiri.
"Kenapa kalian tertawa?"
"Kau ingin menelpon polisi? aku tidak percaya itu" ucap ketua geng kembali angkuh
Ia melepaskan tinju nya dari tangan Raka dengan kasar sehingga membuat tangan Raka terhempas sedikit.
"Aku peringatkan! Jika kau ingin selamat dari Maut, sebaiknya kau segera menarik kembali semua ucapan mu yg menghina nama Geng ku!" Tawar Ketua Geng Zantara dengan tatapan Sombong
Raka terkekeh menyeringai dengan tawaran yg tidak sesuai ekspektasi nya yg mengira pria itu akan menghajar nya tanpa ampun jika datang kemari sendiri,tapi ternyata tidak. Dia ternyata hanya melakukan tawar-menawar seperti ini, Apa dia melakukan nya karena dia takut pada Raka? atau sedang mengasihani Raka? atau kah.....dia menganggap remeh Raka,yakin bahwa Raka akan langsung kalah jika melakukan kekerasan, jadi pikiran nya tak ada gunanya melakukan kekerasan jika sudah tau akhirnya? Apakah begitu?
"Kenapa kau tertawa? Sebaiknya kau cepat lah memilih!"
"Aku tidak ingin memilih apapun dari tawaran yg menyedihkan mu itu" balas Raka
"Apa!" refleks nya semakin jengkel
"Woahhhh!! hajar dia bos! dia hanya bermulut besar saja!" teriak mereka mulai heboh dengan situasi saat ini
"Sudah kubilang kan, jika kau berani memukul satu kali saja, aku akan menelpon polisi " peringat Raka sekali lagi
Pria itu setelah mendengar ucapan tersebut sekali lagi keluar dalam mulut Raka dengan bermaksud mengancam, membuat nya berdecak beberapa kali meremehkan "Cek! cek! cek! cek!"
ia memegang wajah Raka dengan kedua tangannya
"Apa kau sangat ketakutan sekarang? sampai ingin mengadu pada polisi?" Ledeknya menggoyangkan kepala raka
__ADS_1
Hahahaha! mereka semua lagi-lagi tertawa Lantaran pria yg mereka sebut pengecut itu sedang diperlukan layaknya Anak kecil oleh ketua mereka.
"Jika kau berani, lakukan saja dasar P-E-N-G-E-C-U-T!!" ucapnya nada menekan di akhir kalimat