
Raka menarik kerah baju Teman nya dengan kasar
"Kau jangan melawan, ini hanya akting. ada pria yg menguntit ku sedari tadi, kalau di lihat dari pakaian, dia seperti nya dari Geng Zantara" bisik Raka
Ia lalu menghajar pria itu kembali dengan satu pukulan di perut sampai dia terjatuh duduk. Raka jongkok dan berbisik kembali
"Aku punya ide, kau hanya harus berakting seolah-olah ini benar-benar terjadi. sisanya biar aku yg urus" bisik nya
"Baik" jawabnya berbisik-bisik
"Maaf kawan" gumam raka lalu memukul lagi dengan keras
Bukk!!
Pukulan terakhir dari Raka membuat pria itu tak bisa bergeming, dia mau apa? jika ketuanya mengatakan dia harus melakukannya, maka dia harus melakukannya, Perintah ketua itu Mutlak.
"Berdiri!!" ketus Raka
"Wei Wei sudah!!"
Roy kembali melerai sebab tidak sanggup melihat sesama teman saling mengajar satu sama lain. Raka menyerahkan diri kali ini, sebab ini hanya akting dia harus mengurangi sedikit tenaga agar Roy benar-benar bisa menahan gerakan Nya, jika Raka mengeluarkan semua tenaga, entah apa yg akan terjadi.
"Wei bantuin!! jangan hanya berdiri menonton!"
Yg lain pun ikut melerai mereka berdua. mereka menjauhkan Raka dari pria itu.
Setelah melihat pria itu sudah tak lagi menguping di sana. Raka berbisik pada Roy untuk mengecek apakah ada orang di luar, dia memerintahkan roy agar sangat hati-hati. Jangan sampai orang itu mengetahui rencananya.
Roy melaporkan bahwa sudah tak ada satu pun orang yg berada di area nya saat ini. Raka menghela lega. Akhirnya dia bisa melakukan rencana dengan baik. Mengakhiri rencana tanpa ketahuan dan mengorbankan temannya. jika pria itu masih disana sangat lama? Entah apa yg terjadi pada pria yg dihajar sampai mempertaruhkan nyawa untuk rencana ini.
Sampai pria yg tadinya terus menguntit nya saat ini sudah pergi, Raka pun kembali bersikap seperti biasa.
"Maaf teman-teman" ucap Raka tiba-tiba
"Ha?"
Sebelum menjawab kebingungan mereka, Raka menopang terlebih dahulu pria yg baru saja ia hajar untuk rencana nya ini. Semuanya mengerutkan kening heran dan semakin bingung setelah Raka membantu pria itu berdiri kembali.
"Tadi itu hanya akting" saut Raka dengan santai
"Ha? Akting?" ucap mereka serentak
"Ya akting" jawab raka
"Yg jelas dong cara menjelaskan nya!" ucap mereka serentak lagi
"Itu hanya rencana Raka" saut pria itu tiba-tiba mengelak pembicaraan
Pria itu dan Raka pun menjelaskan semuanya sampai mereka mengerti
"Lah, memang untuk apa berakting seperti itu?" tanya salah satu dari mereka
Setelah mendengar pertanyaan itu,dan merasa itu sangat masuk akal. Mereka semua pun menoleh ke arah Raka Dengan tatapan penuh pertanyaan berharap Raka akan segera menjawab pertanyaan yg sangat penting itu. Yg menjadi pertanyaan paling utama.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?"
"Apa tujuan kita melakukan rencana itu!?" serentak mereka sangat menjiwai
__ADS_1
Raka mengangkat kedua bahu merasa bingung sendiri.
"Ampun!"
"Hanya bercanda" saut Raka
"Bisa-bisa nya kau masih bercanda di situasi seperti ini! Dengan wajah yg selalu datar pula lagi!! bosan aku liatnya!"
"Apa kau sudah kehilangan emoji dan emosi dalam dirimu!!?"
Ocehan mereka membuat Raka tersenyum kecil.
Sikap yg selalu humoris, tapi tidak terlihat humor dalam bentuk mimik wajah, benar-benar membuat teman-teman nya berfikir, Mungkin ibunya dulu saat mengandung Raka pernah memakan Buah produk gagal smile dari One piece yg dibuat oleh Caesar Clow dan doflamingo dengan bahan dasar SAD. sehingga kehilangan Emosi, dan hanya berekspresi wajah datar yg suram sahaja setiap saat.
(Saya penggemar One Piece 🤧👍)
Justru mimik wajahnya selalu saja seperti orang yg memiliki kehidupan yg sangat suram. walau sedang bercanda wajahnya tetap datar. sangat jarang dia tersenyum dan tertawa.
"Jadi? apa sebenarnya tujuan rencana tadi?" tanya mereka sekali lagi
Raka memberi tahu rencana dan tujuan sebenarnya dari rencana awal tadi. sepertinya mereka akan melakukan pertunjukan yg sangat hebat dalam rencana kali ini. Jika rencana Yg dulu tidak dijalankan karena kecelakaan yg tak alam, maka sekarang, saat nya untuk beraksi. merancang rencana yg lebih cemerlang dan memperlihatkan kepada mereka bahwa Geng Abius bukanlah geng pengecut seperti yg mereka pikirkan.
Di sisi lain,dalam kamar key
"Halo Adit"
"Apa anak setan!"
"Isss ga baik tau ngomong kayak gitu"
"Iss iss isss Mulu lu, masih sakit tau ga gue dihajar sama orang yg ga jelas itu"
"Pacar dengkul mu! dia nganggep lu teman aja kagak"
"Isss Adit! bukannya doain, malah disumpahin"
"Oh iya, besok bantu gue lagi ya"
"Ogah, gue udah kapuk di hajar terus"
"Ihhh, Please lah. Kalau ga gue ga bakal makan setahun!" ancam key asal
"Oh, ga makan 2 tahun pun gapapa kok, sumpah gapapa"
"Mama!!"
"Ehh iya iya ok ok, gue bantuin. asal jangan panggil Tante"
"Nah gitu dong, besok siang datang ke tempat biasa, gue bakal kasih tau rencananya"
"Hmmm ok" Jawabnya tak ikhlas
Flash Back~
Saat-saat sebelum Raka sampai ke rumah Aditya untuk memberi hadiah pada key.
Ponsel key berbunyi di saat ia sedang berdebat kata bersama Adit. key terkejut saat melihat ibunya menelpon
__ADS_1
"Halo Bu"
"Halo sayang! kau tidak akan percaya ini!! tadi Raka kemari untuk memberi kan mu sebuah oleh-oleh!" ucapnya heboh sendiri
"What!? Is it true!? Beneran Bu!?" refleks key tidak percaya
"Yes baby! Tadi tuh dia Datang kesini tapi kamu ga ada. Jadi ibu suruh aja tuh dia nyusul kamu dan bawakan langsung oleh-oleh nya untuk kamu sayang"
"Tapi dia kan ga tau rumah adit?"
"Tenang sayang, ibu sudah kasih alamat nya kok"
"Yes! Makasih ya Bu!"
"Sama-sama sayang"
Pembicaraan pun berakhir dengan bahagia
"Kenapa key? kek nya lu kelihatan seneng banget"
"Si pacar bakalan kemari buat kasih key hadiah!" ucapnya penuh semangat
"Sejak kapan lu punya pacar?"
"Aduh, itu ga penting! yg penting sekarang tuh, lu harus bantuin gue"
"Bantuin apa lagi" ucap Adit malas
"Ini loh, nanti tuh kita bakalan pura-pura kayak pelukan dan lain-lain. yah pokoknya kita harus se so Sweet yg di drama-drama. seolah-olah kita tuh lagi pacaran" jelas key sangat bersemangat
"Isss males banget gue"
"Adit!!" ketus key sangat serius
Adit menghela berat
"Ok. emang tujuan buat apa?"
"Yah biar si pacar cemburu lah!"
"Ohh"
Brumm!!
Terdengar suara motor berhenti di luar rumah Adit, key melotot tak percaya
"Astaga, cepet banget dia sampenya!"
"Ok, ok, sekarang ayo mulai!"
"Gua harus gimana!?" tanya Adit malas
"Ihhh!! ya gitu lah"
"Gitu gimana?"
Tap! tap! tap!!
__ADS_1
Ahh sekarang langkah kaki sudah terdengar dekat, itu membuat key refleks memeluk Adit dan memaksa pria itu tertawa. dia sudah tidak tau dan Ling Lung saat ini