
Key langsung mengerutkan kening mendengar itu. ia refleks memegangi meraba-raba bibirnya.
"Apa sudah Hilang?" Tanya key kali ini dengan serius
Raka menjawab dengan menggeleng
Gadis itu berdecak "Kalau begitu, tolong bukakan untuk ku" Ucap gadis itu menyondongkan badan sedikit ke depan sembari sedikit mendongak ke atas.
Pria itu menjulurkan tangan mengusap bibir gadis itu dengan jari jempol nya.
"Sudah" Sahut pria itu
Key terlihat masih terdiam dengan posisi yg masih sama. Tak lama kemudian ia tersenyum. Kedua tangan nya merangkul pada leher pria itu
"Ingin melakukan ciuman?" Tawar gadis itu
Pria itu secara tak sadar menelan ludah. Melihat jakun pria itu naik turun membuat key bisa mengetahui bahwa Raka pasti ingin melakukan itu, dia hanya belum menjawab saja. Key bisa mengetahui itu sebab mata nya langsung tertuju pada Jakun yg menonjol. matanya mengikuti gerakan jakun yg bergerak naik turun itu. Tatapan key seketika menjadi genit.
"Mau atau tidak?" Tanya nya sekali lagi menawarkan
Mendengar ucapan gadis itu yg sangat amat terdengar mengajak membuat Raka menarik pinggang gadis itu agar mendekat lebih pada nya. Dengan respon itu Key bisa menganggap bahwa pria itu setuju.
__ADS_1
Tanpa basa-basi dan kode apapun, mereka kini melakukan ciuman dengan kemauan satu sama lain. Mereka seakan-akan seperti sepasang kekasih yg begitu romantis.
Siulan seketika berbunyi di saat ciuman dari sepasang pria dan gadis itu dilakukan. Siulan terus menerus berbunyi dengan sorakan. Tepuk tangan dari beberapa orang dengan diiringi siulan dan sorakan semakin menambah suasana menjadi memanas. Mereka seolah-olah seperti sedang mendukung hubungan mereka berdua, sehingga dengan itu membuat Key dan Raka semakin berinisiatif dan semangat melakukan ciuman.
Ciuman tanpa jeda terus dilakukan. Ciuman dalam waktu lama ini mengalir dengan sendiri nya sampai melupakan batas waktu. Gerakan berbagai hal terus dilakukan oleh kedua pasangan ini untuk mendapatkan sensasi yg lebih nyaman sekaligus agar membuat ciuman lebih memuaskan. Ciuman tanpa gerakan dan seni bak Benda mati yg tak bergerak. wkwk
~~
Mereka berdua bersenang-senang dalam Club Malam ini sampai mabuk berat. Sepasang pria dan gadis ini menghabiskan malam di dalam Club Chikiny. Mereka berdua memiliki Hubungan tanpa status, namun kelakuan dan tingkah mereka tak memenuhi semua itu, mereka justru malah seperti sepasang kekasih yg sudah lama berpacaran.
Mabuk nya kedua pasangan ini menjadi sebuah keuntungan bagi seseorang. Seseorang itu mencoba mengambil kesempatan untuk berbuat hal yg tak baik.
Terlihat seorang pria tengah berjalan menghampiri Key dan Raka yg sekarang sudah hampir kehilangan kesadaran namun masih tak tumbang, mereka berdua masih minum dan terus berbincang tak jelas.
"Ya...." Jawab key dan Raka bersamaan dengan nada lemas normalnya orang jika sedang mabuk
"Ikut dengan ku, ada seseorang yg ingin bertemu dengan kalian berdua" Ucapnya asal
"Siapa?" Tanya Raka
Pria itu kikuk bingung ingin menjawab apa agar mereka tak curiga "Eeeeee......Salah satu pemilik Club ini ingin bertemu dengan kalian" Jawab nya lagi dengan Asal
__ADS_1
Pria dan gadis itu menatap satu sama lain dengan waktu yg cukup lama lalu kemudian disusul dengan anggukan setuju dari mereka berdua. Dengan kesadaran yg setengah-setengah mereka pun setuju untuk ikut bersama pria itu. Sang pria membawa mereka berdua menggunakan mobil nya. Di tengah perjalanan yg lumayan panjang membuat Key merasa tak nyaman. Raka saat ini sudah tertidur pulas dalam perjalanan yg lumayan panjang itu, sebab pria tersebut memang membawa mereka berdua jauh dari Club itu.
"Apa masih jauh?" Tanya key masih dengan kesadaran yg setengah-setengah
"Sebentar lagi sampai,kau tidurlah terlebih dahulu, nanti akan ku bangunkan jika sudah sampai" Jawab pria itu sembari menyetir fokus ke arah depan
"Ohh...." Ucapnya seraya perlahan memejamkan mata mulai merasa ngantuk
Pria itu melirik mereka berdua dari pantulan cermin yg ada di depannya kemudian disusul dengan senyum sinis.
******
Sampainya di tempat tujuan. pria itu lalu membangunkan Key dan Raka. Dengan kesadaran setengah sadar kedua pria dan gadis ini dibawa ke sebuah bangunan tinggi. Di depan bagian atas gedung tinggi itu tertuliskan Baseline Hotel . Ternyata mereka berdua dibawa ke sebuah Hotel oleh pria itu.
Key dan Raka berjalan sempoyongan mengikuti pria itu dari belakang. ia melalui beberapa proses untuk memesan kamar hotel. Setelah melalui semua itu, sepasang pasang ini di antar langsung oleh pria itu sampai di depan pintu kamar. Kamar Nomor 231.
Pria itu membukakan pintu mempersilahkan mereka masuk. ia mendorong pelan mereka berdua duduk di atas Ranjang.
"Kalian istirahat santai lah dulu, aku akan segera kembali" Ucap pria itu mencoba meyakinkan mereka berdua dengan segala kebohongan nya, Dan bodohnya, mereka berdua malah mengangguk mematuhi.
Pria itu menatap mereka berdua dengan tatapan penuh kebencian. saat pria itu tengah ingin menutup pintu ia sempat melontarkan kata kasar dengan tersenyum menyeringai merasa puas....
__ADS_1
"Inilah balasan karena kau sudah berani membuat ku malu di depan banyak orang" Ucap nya dengan rasa dendam yg ada di dalam hatinya
Pria itu pun segera pergi setelah membawa mereka berdua ke dalam hotel. Ia tak ingin ada orang yg tau dengan rencana jebakan nya. maka dari itu ia bergegas pergi setelah ia rasa ia sudah menyelesaikan rencana dengan begitu baik.