Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 25 Berkunjung ke panti asuhan


__ADS_3

Raka dan key refleks menoleh ke belakang mendengar suara mereka yg terdengar sangat keras.


"Terima saja kak Raka!"


Key tersenyum salah tingkah


"Terima apa?" tanya Raka tidak mengerti


"Terima dia jadi pacarmu!"


Raka melirik key sekejap mata lalu menggeleng kepala


"Tidak tidak! dia masih pelajar SMA" Tolak Raka mentah-mentah


"Jadi kalau dia bukan pelajar SMA, kau akan menerima nya?" Gombal pengasuh panti


Raka terdiam berfikir panjang untuk satu kalimat itu


"Mung.....kin...." ucap nya kurang yakin


"Benarkah?" saut key tiba-tiba merasa bersemangat


Raka hanya mengangguk tanpa tau arti nya bahwa dia baru saja mengatakan dan menyetujui hal yg membuat nya mulai masuk ke sarang masalah. bisa dikatakan, Raka akan menerima key menjadi pacar jika key sudah tidak lagi menjadi pelajaran SMA, dengan kata lain jika dia sudah lulus, Raka harus menjadi pacar Keysa laudya lestari!


"Janji!?" ucap key lalu mengangkat jari kelingking

__ADS_1


Raka mengangkat jari kelingking dan mengikat ke kelingking key, yg artinya sudah mengikat janji serius.


"Yes!!" teriak key meringis sangat gembira


"Yes! yes!!"


key berdiri dari duduk dan terus berteriak kegirangan sembari melompat lompat kesana kemarin dan melakukan banyak hal. dia sangat bahagia saat ini sampai tak bisa di utarakan hanya dengan kata-kata.


"Cieee" Ejek mereka dengan E yg sangat panjang


"Kekanak-kanakan" gumam Raka dengan wajah datarnya melihat tingkah key yg semakin aneh saja


Setelah berhasil membuat gadis itu kembali ceria, Raka merasa lega. Raka kemudian meminta key untuk membantu nya menurunkan beberapa belanjaan dari mobil dan membagikan pada anak-anak sekaligus pengasuh Panti. key dengan senang hati tanpa berat hati lagi, dia membantu Raka dengan kegembiraan yg tak pernah pudar dari wajahnya.


sementara itu, dalam waktu singkat Key tiba-tiba memiliki ide yg sangat cemerlang yg muncul dalam otaknya untuk bisa mendapatkan hati pria itu, dan ia yakin, ini pasti 100% akan berhasil.


Key hari ini menghabiskan seluruh waktunya untuk anak-anak panti asuhan. Tentunya juga bersama Raka. Setelah melakukan semua kerja keras itu, sampai-sampai hampir menghabiskan uangnya, Entah sekarang pria itu sudah luluh atau malah sebaliknya? key tidak tau, Tak ada jawaban yg pasti. Sebab dia hanya melihat wajah yg sama setiap saat,tak ada perubahan sama sekali. Ya....walau kelihatan tidak ada perubahan pada Raka, tapi hati key tetap teguh mengatakan, bahwa pria itu pasti sudah mulai Luluh. Positif Thinking aja iya kan ya


Dengan membiayai semua ongkos untuk membuat anak-anak itu senang, key hampir saja mengabiskan semua uang jajan yg ada dalam setiap kartu debit nya. Raka benar-benar tidak peduli,dan hanya ikut bermain tidak pernah menawarkan untuk membagi dua biayanya. Key banyak menghela berat setiap ketika mengingat uang jajannya sudah sangat sedikit. bahkan sudah tidak bisa untuk dipakai shopping. key hanya berpasrah diri, dia hanya bisa berdoa, semoga setelah menghabiskan banyak uang nya ini, dia bisa membuat luluh hati yg sekeras dan sedingin ES itu. Aamiin.


Jam 21:23 Malam. Raka Mengantar gadis itu pulang sebelum ia kembali untuk teman-teman se-geng motornya. Sekarang, bukan hanya Raka yg mendapat kan hati anak-anak, namun key juga. dia sudah menempati posisi di hati mereka semua. Ia sudah menjadi satu-satunya Gadis yg mereka sukai dan senangi. Apalagi karena Keysa orangnya sangat Asik. Dia gadis pertama yg anak-anak sukai. Bisa dikatakan dari sekian banyaknya gadis dan wanita, hanya dia satu-satunya yg mendapatkan ruang dalam hati anak-anak.


Jaman sekarang sangat jarang menemukan anak muda seperti mereka. jaman sekarang itu, generasi muda, para remaja hanya mementingkan percintaan dan pergaulan bebas. tidak peduli dengan amal baik, tidak peduli dengan penderita orang lain di luar sana .Ya pokoknya begitulah! Walau Raka anak nakal dan suka mabuk, ternyata dia masih memiliki sisi baik dan lembut. Dengan sisi Raka yg satu ini, Key merasa semakin mencintai nya dan sangat bersemangat untuk menjadikan Raka pasangan hidup.


Ketika selesai mengantar gadis gila pulang, Raka pun berkendara di jalan dengan kecepatan tinggi menuju tempat tongkrongan. saat berkendara di jalan, Raka tiba-tiba merasa ada yg mengikutinya. untuk memastikan, ia mengurangi kecepatan motor mencoba melihat dari kaca spion. Saat melihat dari pantulan cermin spion, raka tertegun dengan apa yg ia lihat di belakang. ternyata itu bukan hanya firasatnya saja, ternyata benar-benar ada yg mengikuti motornya sedari tadi. memang saat mengantar Key pulang dia merasa ada yg mengikuti nya, namun dia tidak peduli dengan itu tadinya....

__ADS_1


Setelah ia tiba disana, Raka terlihat masuk dengan wajah yg kurang senang, mereka yg melihat Raka memasang wajah seperti itu, mencoba untuk menghiburnya


"Kau dari mana saja? kenapa baru datang sekarang?"


"Iya benar, seharian ini kau kemana saja?"


"Itu hakku jika aku ingin pergi awal atau tidak!" jawab Raka nada tinggi


Nada tinggi yg keluar dari mulut Raka membuat mereka tertegun. Dengan sikap biasa Raka yg sedikit humoris dan tidak Baperan setiap saat, kali ini membuat mereka benar-benar tidak percaya dan berfikir itu mungkin hanya sebuah candaan dari ketuanya. Ya kan memang aneh jika orang bersikap tidak seperti sikap biasanya. jika memang begitu pun, pasti lah ada penyebabnya, tidak mungkin melakukan itu tanpa alasan.


"Apa kau terkena darah tinggi?" ucap candaan salah satu dari mereka bermaksud agar Raka mengobrol lebih santai seperti biasa


Seketika tatapan sinis tertuju pada pria yg mengatakan itu pada Raka, Raka berjalan santai dengan tatapan tajam terus tertuju padanya. raka mendorong tubuh pria itu dengan keras


"Apa maksudmu!? Apa kau mengejek ku!?"


"Kenapa jadi emosional? santai dong" jawab dia masih terlihat santai mengira itu hanya sebuah candaan dari ketuanya


Bukkk!!


Satu tinjuan mendarat di pipi pria itu membuat nya sadar, kali ini Raka sedang tidak main-main


"Apa-apaan ini!?"


"Raka tenang lah, kau ini kerasukan apa!?" ucap Roy mencoba melerai

__ADS_1


"Apa kau juga ingin dihajar" jawab raka pada Roy dengan tatapan yg menakutkan


Roy jadi mengangkat tangan di atas kepala tanpa mengatakan apa-apa. ia sudah tak Berani ikut campur lagi


__ADS_2