Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 39 Rencana membangunkan Si kebo tidur


__ADS_3

"Ide nya apa den?" tanya sang bibi


"Bibi ada mic Tidak?"


"Tidak punya"


"Yahh" keluh Ivan


"Kalau speaker tangan, ada?"


"Seperti nya ada, tunggu sebentar" jawab BI Ira lalu bergegas pergi untuk mencari speaker tangan


Setelah berlama-lama kemudian....


Bia Ira kembali dengan membawa speaker di tangannya. ia menjulurkan tangan dan memberikan nya langsung pada pria itu.


Ivan tak boleh buang waktu lagi. Dia memiliki hal penting yg harus segera ia bicarakan dengan Raka. .jika hanya menunggu terus-menerus, entah sampai kapan ia akan menunggu pria itu bangun, bagaimana jika ia tidak bangun-bangun? Eh eh nda lah Wkwk!!


Pria itu kembali keluar rumah sembari membawa speaker yg tadinya BI Ira berikan. saat ini ia sedang berdiri di depan sebuah dinding tinggi yakni dinding rumah sekaligus dinding kamar pria itu. ia memberi perintah pada bi ira untuk terus mengikuti nya, agar ia bisa meminta bantuan kapan saja jika butuh.


"BI minta tangga" pinta nya


"Ok Den" respon nya dengan cepat langsung berlari mengambil tangga


Tidak lama setelah itu, wanita tua itu pun kembali dengan membawa tangga lipat yg tak begitu tinggi ataupun tak begitu pendek. walau dia sudah tua dan tak sanggup lari sana sini, ia tetap berusaha melakukan yg terbaik agar bisa membantu Ivan.

__ADS_1


Ivan menegakkan tangga lipat tepat di samping dinding kamar pria itu yg terletak di lantai dua. Tangga belum begitu tinggi untuk meraih kamar Raka yg berada di lantai atas, tetapi Ivan tak mempedulikan soal itu sama sekali.


Pria itu menaiki tangga dengan penuh semangat sebab lantaran sudah tak sabar untuk mengerjai Sahabat nya itu. namun, di luar prediksi, saat sampai di ujung tangga, ternyata tangan nya sama sekali belum bisa menggapai Pegangan dan pijakan di atas sana. Padahal tadinya ia pikir, tinggi nya mungkin sudah bisa untuk meraih pegangan, tapi ternyata tak sesuai harapan ivan.


Ivan menghela nafas berat lalu kembali menatap ke bawah bermaksud memberi isyarat pada BI Ira bahwa rencana nya tak akan berhasil. namun pada masa itu, ketika melihat kebawah, Dia seketika langsung merasa ketar-ketir dan ketakutan melihat ketinggian dari tempat nya berdiri. Ivan menelan ludah melihat ketinggian yg terlihat sangat menakutkan dari atas sana.


"Den ada apa?" tanya bi ira bingung


"BI, aku takut ketinggian" jawab pria itu gemetar sampai-sampai tangga pun ikut gemetar


"Eh eh Den! Jangan banyak gerak, nanti Jat-"


Brukk!! Moeung!! Ivan terjatuh sebelum menerima perintah dari ucapan BI Ira yg belum selesai.


Ivan terjatuh bersama dengan tangga dan kebetulan mengenai seekor kucing yg sedang bersantai di pinggiran pohon. pria itu jatuh di sekitar pepohonan pekarangan Rumah.


"Awww" Rintih kesakitan nya Ivan


BI Ira langsung menyingkirkan tangga itu yg menimpa Ivan sampai kesakitan.


"Den Ivan tidak apa-apa kan?" tanyanya khawatir sambil memapah pria itu berdiri


"Tidak apa-apa bi" jawab nya tidak keberatan walau sedang meringis kesakitan memegangi beberapa bagian di tubuh nya


Pada akhirnya, Ivan tidak bisa melakukan apapun sekarang. sebab badan nya teras sakit semua setelah jatuh dari ketinggian itu. BI Ira pun hanya bisa memberi obat pertolongan pertama yg ada di dalam rumah.

__ADS_1


Di tengah kesibukan mengurus pria yg kesakitan, Pintu kamar Raka terbuka perlahan membuat mereka berdua mendongak ke atas mendengar seseorang membuka pintu dari atas, tepatnya pintu kamar Raka.


Pria itu keluar dengan mata panda langsung menuruni tangga. Nyawa yg belum terkumpul sepenuhnya membuat dirinya tak bisa fokus menurut tangga sehingga turun dengan Oleng.


"Seperti nya aku mendengar pencuri dari luar tadi" ucap Raka dengan nada mengantuk berhenti dig tengah tangga, dan kini menatap ke ruang tamu


"Respon mu lambat dasar bodoh" Gumam Ivan


"Syukurlah den Raka sudah bangun, Ini ada Den Ivan yg ingin bertemu" ucap bir Ira


Mata pria itu dengan sayup nya berpindah menatap ke arah Ivan. Ia terdiam menatap. tak lama setelah itu ia memicingkan mata mencoba menatap dengan benar.


"Key? Keysa?" Ucap pria itu


Ivan tersentak terkejut setelah mendengar pria itu tak menyebut namanya, melainkan menyebut nama seorang Wanita. Raka menggosok mata masih mencoba memastikan apakah itu benar-benar Key, Sayangnya ia masih melihat Ivan sebagian Key walau sudah berusaha menggosok mata.


Pria itu perlahan membentuk senyuman manis kemudian melanjutkan menuruni tangga dengan girang. Melihat ekspresi pria itu yg terlihat girang membuat Ivan meringis jijik, apalagi setelah senyuman manis itu tertuju padanya. iyuww!!


"Den, sebenarnya dia bukan-"


Raka memeluk erat pria itu yg ia kira adalah Keysa laudya lestari . ia mengabaikan perkataan Bi Ira yg ia rasa sangat bertolak belakang dengan pikiran nya.


Ivan mendorong pria itu cepat-cepat menjauh.


"Ivan!!" Refleks Raka yg tadinya mata sayup kini melotot terkejut melihat orang yg ia peluk ternyata seorang pria

__ADS_1


Mereka berdua bersamaan meringis jijik dan geli sembari menepuk-nepuk seluruh badan seakan-akan seperti sedang membersihkan kotoran debu yg menempel di pakaian mereka. sangking Jijik nya setelah sadar akan itu semua.


"Apa yg kau lakukan disini!?" tanya Raka dengan nada tinggi tertuju pada Ivan


__ADS_2