Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 15 Hari yg merepotkan


__ADS_3

Tak ada jawaban dari gadis itu membuat Raka semakin panik, karena itu dia pun dengan segera langsung membopong key kembali ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit.


Rumah sakit....


Key setelah diperiksa. di luar dugaan, dia mengamuk di dalam ruangan disebabkan Raka tak ada di samping nya saya dia bangun. pria itu yg tengah duduk menunggu di luar terkejut mendengar suara yg lumayan keras terdengar dari dalam ruangan key diperiksa.


Terlihat seorang dokter pria keluar dari dalam terlihat sangat ketakutan dengan nafas yg ngos-ngosan sembari terus melihat ke arah dalam ruangan, Raka terdiam bingung melihat tingkah dokter ini


"Ada apa dokter?" tanya Raka


"Kau yg bernama Raka!?" ucap dokter tiba-tiba dengan suara keras sehingga membuat Raka terkejut dengan responnya


"Iya saya Raka"


Mendengar jawaban pria ini membuat sang dokter menarik Raka masuk ke dalam dengan paksa dan mendorong nya, saat melihat suasana di dalam Raka melongo setelah melihat gadis itu terus melempar apa yg tangan nya pegang, suster yg berada disana hanya bisa menghindari setiap lemparan key yg asal seperti orang gila saja.


"Pergi kalian, aku ingin Raka yg menemaniku!!! dimana dia, panggil dia kemari cepat!" teriak key terus melempari benda yg bisa ia raih


"STOP!!"


Dengan mendengar suara pria yg ia sukai itu, membuat nya berhenti mengamuk lalu menoleh tersenyum melihat Raka yg sedang berdiri tak jauh darinya


"Raka....." ucapnya dengan gembira


"Raka kemari, aku merindukan mu tauk"


"Kau lihat, aku sudah sehat!"


"Ayo keluar dari sini dan kencan bersama"


Raka hanya diam tak menjawab. dengan melihat senyuman mematikan dari gadis itu dan setiap ucapan yg keluar dari mulut gadis tersebut membuat Raka semakin marah dengan dengusan nafas yg terdengar jelas, tatapannya sangat tajam tertuju pada key. Dengan tatapan nya yg tajam itu membuat senyuman key perlahan memudar, tangan gadis itu pun yg memegang selimut dengan perlahan naik dan menutupi seluruh tubuhnya. dia menutup dirinya dengan selimut, dia tidak berani melihat tatapan pria itu jika sedang marah.


Raka melangkah dengan ketukan sepatu terdengar sangat jelas di telinga key, dengan mendengar langkah pria itu semakin dekat membuat key yg tadinya sangat gembira ingin bertemu dengan pria itu kini menutup mata takut untuk bertemu dengan pria itu.


Raka membuka selimut dari tubuh key yg menutupi dirinya, namun key dengan cepat kembali menarik selimut untuk menutup dirinya kembali.


Raka berdecak dengan nada menekan


"Keluar dari selimut itu!" perintah Raka


"Tidak"


"keluar"


"Tidak, kau akan memukuliku jika aku keluar" jawab key takut


"Sejak kapan aku suka memukul wanita!?" ucap Raka benar-benar tidak masuk akal mendengar ucapan key yg seakan-akan Raka sudah sering memukul nya.


Raka benar-benar diuji kesabarannya dengan gadis ini. Ujian kesabaran nya ini bahkan lebih parah dibandingkan jika sedang berhadapan dengan sukuna dan Lisa, masih mending jika bersama mereka berdua dari pada bersama gadis gila ini. tapi jika disuruh untuk memilih antara kedua orang tuanya atau geng motor, tentu dia akan lebih memiliki geng motor nya dari pada bersama Lisa si nenek lampir dan sukuna.


"Aku tidak tau, tapi firasatku mengatakan kau akan melakukan itu jika aku menampakkan wajahku" jawab key


"T-tuan, gadis ini benar-benar demam atau gila sih?" tanya suster yg terlihat tertekan mengelak pembicaraan


"Maaf suster dia memang agak sedikit gila mungkin"


"Apa!!" reflek key jengkel langsung membuka selimut

__ADS_1


Raka menoleh menatap sinis membuat key kembali menutup dirinya lagi dengan selimut


Raka menghela nafas berat dengan emosi yg sudah perlahan mereda


"Dokter,kau boleh masuk sekarang"


"Dia sudah jinak?" tanya dokter mengintip


"Ya"


Dokter pun masuk dengan merapikan seluruh pakaian yg berantakan lantaran gerakan kuat disebabkan oleh amukan key tadinya.


"Bagaimana keadaan gadis ini dok?" tanya Raka


"Dia tidak mengalami sakit yg serius,dia hanya sedikit demam dan butuh istirahat yg cukup" ucap dokter


"Oh, syukurlah"


"Oh iya maaf tuan, anda ini siapa nya pasien? apa anda keluarga nya?" tanya dokter


Key refleks kembali lagi membuka selimut dengan cepat mendengar pertanyaan dokter itu


"Aku pacar-"


Raka gercap langsung menutup mulut gadis ini agar Mulutnya tidak kelewatan batas


"Dia adik ku" jawab Raka asal


"Ohh...." gumam pak dokter kurang yakin


"Dia pacar ku dok" ucapnya bicara cepat


Raka melotot pada gadis itu


"DIAM!!" Ucapnya nada menekan


"Dok jangan percaya padanya"


Dalam hati pak dokter mengatakan..."Ya bukan urusanku juga sih kalau kalian pacaran atau tidak"


*****


Gadis itu dirawat disana tidak cukup lama, sebab dokter mengizinkan key pulang dengan cepat, Hanya saja dia di perintahkan untuk istirahat yg cukup di rumah.


Dalam hampir seharian semalaman bersama wanita itu membuat Raka hampir gila terus mendengarkan ocehan gadis itu. Kadang-kadang dia harus menutup telinga dan pura-pura ke toilet atau alasan lain untuk menjauh agar ia bisa lebih tenang dan damai.


Sementara itu di rumah kediaman sukuna. Rumah Raka. Terlihat BI Ira tengah mondar mandir gelisah memikirkan tuanya yg lain adalah Raka sendiri. Ia tak bisa tenang memikirkan Raka belum pulang seharian ini, apalagi dia belum pernah mendapat satu pun kabar tentang tuanya semenjak dia di bawa ke kantor polisi.


Sesuai permintaan Raka, BI Ira tak memberi tau apapun kepada Lisa dan sukuna tentang Raka ditangkap polisi. ya....mau diberi tau apa? Mereka saja tidak pernah bertanya mengenai Raka jika raka tak ada di rumah.


Lantaran semakin gelisah, dia pun mencoba menelpon nomor Raka melalui telepon rumah.


"Aduh kenapa tidak dijawab?" Ucap BI Ira


Dia pun mencoba menelpon untuk kedua kalinya, namun tetap tidak dijawab oleh Raka.


Di sisi lain. Dalam perjalanan pulang kedua anak muda.....

__ADS_1


"Raka minta nomor telpon mu dong" ucap key tiba-tiba


Tak ada respon dari pria itu membuat key mengerutkan bibir kemudian maju ke depan duduk tepat di samping pria itu. Namun tetap tak ada respon apapun dari Raka setelah key pindah di kursi depan, dia hanya fokus menyetir


"Bang ganteng?" Panggil key


"Bang?"


"Oi!!" Teriaknya kini dengan keras


Itu membuat Raka menoleh menatap nya tanpa terkejut sedikit pun, ia hanya menatap sinis pada gadis itu seperti biasanya


"K-kau jangan menatap ku seperti itu, aku jadi takut kau tau" gumam key cemberut melihat setiap respon pria ini selalu saja sama


Raka memutar bola mata malas kemudian kembali menatap ke depan


"Nomor telepon mu" ucapnya sembari mengulur kan tangan yg sedang memegang ponsel


"Aku tidak punya ponsel" jawab raka tidak peduli


Gadis menyipitkan mata langsung tidak percaya dengan perkataan pria ini pada nya, orang mana coba yg tidak punya ponsel di jaman sekarang? Apalagi setelah berfikir Raka ini kan anak orang kaya nan bad boy, geng motor lagi, masa iya tidak punya ponsel...


"Benarkah?" Ucap key mulai tersenyum jail


"Hm"


"Kalau begitu......"


Ucapnya setengah kalimat lalu perlahan menyondong tubuhnya pada Raka. Pria ini setelah sadar key semakin dekat dengannya membuat nya tak fokus menyetir


"Ada apa?" Tanya Raka mengerutkan kening


Tak ada jawaban dari key, dia hanya tersenyum jahat menatap Raka, tak lama setelah itu gadis ini pun dengan gerakan cepat memeriksa seluruh tubuh Raka untuk mencari ponsel milik pria ini. Dia meraba seluruh kantung yg ada pada pakaian Raka


"Hei! Apa yg kau lakukan!" Ucap Raka merasa panik


Dia terus mencoba untuk menyingkirkan tanga gadis itu padanya, tetapi tidak bisa, walau disingkirkan beberapa kali key akan tetap kembali memeriksa sampai ia menemukan benda yg ia cari


"Hei! Tidak sopan memegangi tubuh pria seperti itu!"


"Aku hanya mencari ponsel mu, kau jangan panik begitu" ucap key seraya masih terus mencari


"Hei hentikan dasar gadis gila!"


Key tidak peduli dengan ocehan Raka, dia hanya terus meraba-raba mencari ponsel


"Eh? Kenapa tidak ada apa-apa disini?" Gumam key tidak percaya bahwa pria ini benar-benar tidak memiliki ponsel


Raka sebab tidak fokus menyetir membuat mobil oleng sana sini, saat Raka kembali melihat ke arah depan, dia melihat lampu merah sedang menyala dan mobil motor yg ada di depannya terlihat sudah berhenti, sedang kan mobil nya masih melaju, oleh karena itu Raka dengan terpaksa langsung menginjak rem dengan tiba-tiba.


Key yg hampir terjatuh ke bawah kolong membuatnya berpegang teguh pada kerah baju Raka sehingga pria ini juga ikut tertarik Lantaran tarikan dari gadis ini.


*Canggung


Wajah mereka saling berdekatan, bahkan sangat dekat, jantung key berdetak sangat kencang, mereka saling bertatapan dengan tatapan kosong, meski mimik wajah Raka terlihat datar, namun jantung nya juga entah kenapa ikut berdetak tidak normal.


Key menarik kerah baju pria ini dengan perlahan agar semakin dekat dengannya. Raka entah kenapa dia tidak melawan, dia hanya terus menatap wajah gadis yg terlihat sangat cantik di depan matanya. Dia seolah-olah terhipnotis oleh kecantikan gadis itu. Hemm dia baru sadar kalau key cantik wkwk.

__ADS_1


__ADS_2