Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 6 Mimpi yg begitu Kalut


__ADS_3

"Raka.....aku tak tau harus mengatakan apa dan melakukan apa untuk kau sadar. aku kehabisan kata-kata untuk itu....." ucap Ivan tidak tau mau mengatakan apa lagi


"Ini sudah yg ke dua kalinya aku menjenguk mu. tapi rasanya tak ada gunanya aku menjenguk jika kau tak sadar juga. aku seperti hanya berbicara pada benda mati kau tau!" ujarnya mencoba membuat Raka kesal dari alam tak sadarnya melalui kata-kata itu


Ia tertawa kecil dengan kesedihan di matanya


"Aku berharap kau bisa mendengar ku, dan akan bangun untuk menghajar ku seperti biasa, kau bisa memukulku lebih keras jika kau benar-benar bangun kawan. aku tau setiap kau memukulku itu selalu tak sakit, seakan-akan kau takut aku kesakitan. tapi kali ini kau boleh memukulku lebih keras sungguh" gumamnya


Ivan hanya terus bergumam dengan harapan pria yg berbaring koma itu akan sadar mendengar ucapannya.


Ia terdiam sejenak,lalu tertawa sedih


"Apa aku ini gila terus bergumam sendiri" ujarnya memukul kepala sadar akan dirinya


"Kawan,waktunya sudah habis. aku akan kembali ke luar,dan kemungkinan akan butuh waktu sedikit lama lagi untuk aku kembali kemari. Kau tau, rumah sakit memiliki aturan mereka sendiri."


Dia menyondongkan tubuh sedikit mendekat ke telinga Raka


"KAU JANGAN MATI! BERJANJI LAH UNTUK ITU!" ucapnya


Di sisi lain......


"Apa ini?Kenapa aku seperti mendengar seseorang berbicara padaku"


Di sisi lain ini adalah sisi luar kesadaran Raka atau mungkin bisa disebut mimpi. ia sangat di buat heran dengan tempat yg dipenuhi warna putih sahaja, seakan-akan sedang berada di dimensi lain.


"Suara itu sudah hilang"


Dia mencoba berjalan dengan harapan akan menemukan jalan keluar. Baru beberapa langkah dari kakinya,tiba-tiba saja dia berada di tengah kerumunan orang-orang namun sangat senyap dan sunyi. di tengah-tengah itu tangannya tiba-tiba ditarik dari belakang menuju suatu tempat, tempat lagi-lagi berubah dan orang yg menarinya sudah hilang entah kemana. Saat ini tempat yg ia tempati berdiri ialah rumah mewah.


"Aku sangat menyesal mempunyai anak seperti mu!! Aku berharap kau mati saja!!" Ketus seseorang pria paruh baya yg tiba-tiba muncul di depan raka


Raka mengerutkan kening


"Raka,kemari sayang. Kemari bersama ibu" ujar seorang wanita paruh baya tak jauh dari belakang punggung Raka


Raka refleks langsung berpaling mendengar seseorang memanggilnya


"Ibu....." gumam ya tak percaya disusul dengan senyuman bahagia


Ia berlari memeluk seorang wanita paruh baya tersebut yg ia sebut ibunya, Raka terlihat sangat bahagia berjumpa ibunya setelah sekian lamanya mereka tak bertemu.


"Raka, sadarlah! Sadar! Kau jangan terperdaya oleh dunia ini, dunia nyata mu bukan disini. Ini hanya halusinasi. Semuanya palsu!!" Teriak seorang laki-laki dari samping

__ADS_1


"Ivan?"


Pelukan Raka perlahan melonggar dan berjalan menuju Ivan. Saat ingin menggapai Ivan dengan menjulurkan tangan,Ivan tiba-tiba menghilang. melihat Ivan menghilang ia refleks langsung menoleh ke belakang melihat ibunya,pikirnya jika Ivan menghilang bisa jadi ibu juga akan menghilang. Ternyata itu benar. Itu benar-benar membuat Raka kebingungan dengan dunia yg tak normal ini.


Ia memegang kepala dengan kedua tangan Ling Lung


"Apa ini? Kenapa semua orang menghilang?" Ucap Raka bingung


"Tiga dua satu!!" Teriak seorang wanita di tengah jalan menurunkan bendera


Raka saat ini tengah berada di atas motor dan sedang mengendarainya seperti biasa saat sedang melakukan balapan. Dengan suasana selalu berubah-ubah ini membuat Raka sangat linglung, Kenapa dia bisa berada di atas motor yg sedang melaju,padahal tadinya dia tengah berada di rumah. Terlebih lagi ia seolah-olah benar-benar sedang melakukan balapan, namun disamping itu tubuhnya serasa kaku, seolah-olah ia bergerak sendiri tanpa kendali darinya. Bahkan dia pikir mungkin bukan dia yang sedang melakukan balapan, melainkan orang lain. Tetapi terlalu tak mungkin juga jika terjadi hal seperti itu.


Ia mencoba bergerak untuk menghentikan motornya namun itu Sama sekali tak berhasil.


Seperti biasa Raka lagi-lagi memenangkan balapan dan menerima uang. Namun semua tindakan dari tubuhnya itu bukan keinginannya. Dia sangat tak suka terjadi hal seperti ini. Tubuhnya seakan-akan sedang diambil alih oleh orang lain namun pikirannya tetap dirinya. Entahlah aku juga bingung guys.....


Ia terlihat tengah berjalan ke suatu tempat dengan tubuhnya yg tak bisa bergerak sesuai keinginan. Raka mungkin sedang memperlihatkan wajah yg sangat amat kesal saat ini,namun di tubuhnya ini mimik wajahnya hanya datar seperti biasa sembari berjalan menuju suatu tempat. Tubuhnya berjalan ke dalam lorong sempit, tak jauh dari sana Raka sudah bisa melihat seorang lelaki paruh baya memakai jas hitam sedang berdiri menunggu.


"Ayah?" Gumam raga Raka tercengang namun tak terucap di mulutnya.


"Kenapa kau memanggilku kemari?" Ujar tubuh Raka ini


"Aku ingin kau membunuh seseorang untuk ku"


"Kau ingin aku membunuh siapa?" Tanya tubuh Raka ini


"Istriku" jawabnya


Raka melotot tak percaya apa yg di dengarnya, kedua tangannya mengepal sangat keras hingga bergetar di karenakan emosinya meluap-luap setelah mendengar yg dikatakan ayahnya.


"Apa imbalannya?" Tanya tubuh Raka ini


Sukuna Tersenyum menyeringai


"Kau tenang saja,asalkan kau melakukan tugas mu dengan baik,maka kau akan mendapatkan imbalan yg besar" ujarnya seraya mengeluarkan selembar kertas yg tertulis transfer uang yg begitu besar disana


Tubuh Raka ini,ia mengangguk paham lalu bergegas pergi untuk segera melakukan tugas yg sukuna berikan padanya. Sementara itu Raka yg asli masih berusaha untuk menghentikan tubuhnya ini namun tetap tidak berhasil.


******


Di suatu taman yg sepi dan sejuk akan udaranya,disana ada seorang wanita paruh baya yg tengah duduk sendiri. Disaat tubuh Raka sampai disana,Raka terheran melihat ibunya duduk disana. sepertinya rencana akan segera dimulai,pikirnya.....


Tubuh Raka melangkah menuju wanita paruh baya tersebut.

__ADS_1


"Eh! Aditya" refleks wanita itu saat melihat pria itu


Raka lagi-lagi kebingungan,kenapa Aditya? Kapan namanya berubah menjadi Aditya? Ia sangat dibuat Ling Lung


"Hai,sudah lama sekali kita tidak bertemu ya" ujar Aditya yg tadinya Raka kira itu tubuhnya.


Ia lalu duduk bersebelahan dengan ibu Raka, tentu Raka juga ikut duduk dengan jiwanya yg terletak disana


"Hmm,apa yg membuatmu tiba-tiba mengajak ku mengobrol ditempat seperti ini?" Tanya ibunda Raka


Aditya tertawa kecil


"Maaf. Aku punya keperluan untuk bertemu denganmu" jawabnya


"Apa itu?"


"Maukah kau membantuku?" Ujar Aditya


"Tentu saja, untuk membalas Budi saat kau membantuku mengungkapkan isi hatiku pada sukuna. di usia menjelang Tua seperti ini sebelum mati aku ingin membalas Budi itu" ujar ibu raka


Pria ini tertegun mendengar wanita ini mengatakan itu, seakan-akan dia tau bahwa dia akan mati hari ini


"Hei,kenapa kau membahas kematian? Kau ini belum begitu tua tak mungkin kau akan mati secepat itu."


Raka menggertakkan gigi sangat kesal,dia sangat ingin memberi tau ibunya bahwa pria ini memiliki niat jahat padanya. Namun apa yg bisa dia lakukan? Tidak ada! dia hanya bisa menyimak terus menerus.


Wanita paruh baya ini yg tak lain adalah ibu Raka ,ia tertawa kecil mendengar perkataan teman lamanya.


"Baiklah, kau ingin aku membantu apa?" Tanyanya


"Tunggu sebentar aku ingin memberikan sesuatu padamu" ujar Aditya lalu berbalik mengeluarkan pisau tajam agar tak dilihat oleh wanita itu


Tsukk!!


Suara tusukan pisau ke berbagai bagian tubuh wanita ini terdengar horor di telinga Raka,ia ketakutan,ia baru kali ini melihat pembunuhan di depan matanya sendiri.Terlebih lagi orang yg di bunuh ialah ibunya sendiri,orang yg paling ia sayangi dan cintai di dunia ini.


Wanita itu setelah ditusuk beberapa kali tidak mungkin dia masih hidup,dia mati mengenaskan dengan beberapa bekas tusukan pisau di bagian tubuhnya*.


*****


Di sisi lain,pria yg masih berbaring di atas ranjang ICU yg tak lain adalah Raka kini terlihat tubuhnya bergetar tak biasa, suster yg senantiasa berada disana Untuk memastikan keadaan Pasian, saat ini ia terkaget dengan getaran tubuh Raka yg dahsyat. Ia dengan cepat langsung memanggil dokter,Ivan dan teman-teman Raka yg lainnya setelah mendengar kabar Raka bergerak setelah beberapa hari tak sadar, mereka tentunya senang,namun di sisi lain mereka juga khawatir dengan kabar bahwa tubuh Raka bergetar tak terkontrol.


Getaran itu disebabkan karena saat di dalam mimpi raka,ia yg mencoba untuk menggerakkan dan mengendalikan tubuh pria yg mencoba membunuh ibunya, Tentunya dengan tenaga yg nyata serta usaha yg ia lakukan untuk itu, semuanya berdampak pada tubuhnya di dunia nyata, dia mungkin tak bisa bergerak di dalam mimpi, namun dia dunia nyata, tenaga yg ia lakukan di dalam mimpi itu sangat berdampak pada tubuhnya walau di masih tak membuka mata. Meski belum membuka mata atau dalam keadaan tak sadarkan diri, tubuhnya masih bergetar dashyat.

__ADS_1


__ADS_2