
"Ma, kok Raka bisa ada disini?" tanya key pura-pura
Raka masih menatap tajam tak berkedip melihat mereka berdua masih bergandengan tangan.
"Mama nawarin dia buat makan siang bareng, secara kan dia udah ngasih key oleh-oleh,jadi mama pengen bales kebaikan Raka"
"Ohh, makan siangnya emang di mana Ma?"
"Anak mama mau nya dimana?" ucapnya memanjakan
"Kalau Raka maunya dimana?" tanya key pada Raka
"Terserah" jawabnya kurang senang
"Adit maunya dimana?"
"Gue sih ngikut aja" jawab Adit
"Yaudah, key aja yg pilih, key pengennya di restoran dekat sini aja Ma"
"Ok,cus kita kesana sekarang!" ucap ibu key sangat bersemangat
Sebelum berangkat, key mengganti pakaian terlebih dahulu, sementara Adit, dia hanya akan berpakaian seragam sekolah untuk pergi makan siang bersama, tak ada yg mempedulikan dirinya, sebab tokoh utama dalam rencana ini adalah Raka, bukan dia.
"Ma, aku perginya sama Adit aja ya. mama naik mobil aja sendiri"
Ibu key memberi jempol. Raka dengan melihat gadis itu lagi-lagi naik ke motor memeluk pinggang Adit membuat pria itu sudah tak tahan melihatnya
"Key naik di motor gue!" saut Raka tiba-tiba
"Ha? kenapa?"
"Udah naik aja!" Perintahnya egois
"Tapi adit-"
"Naik ga!" ketusnya nada tinggi semakin tak karuan
Pria itu terus memerintah tanpa menatap key, ia hanya menatap ke depan dengan ucapan yg arogan.
Key tersenyum menyeringai melihat tingkah pria itu sudah masuk dalam perangkap.
"Ok"
Gadis cantik key pun naik di atas motor sport yg memiliki bantalan tempat duduk sangat kecil di belakang.
"Adit pinjem helm lu ya"
"Ga masalah" jawab Adit menggelengkan kepala
__ADS_1
"Pegangan yg kuat" ujar raka
"Gue harus pegangan dimana?"
"Terserah,yg penting lu ga jatuh aja"
Key tanpa sungkan lagi, ia langsung memeluk pinggang Raka dengan erat. Tubuh raka sedikit merinding saat key memeluknya, seolah-olah tubuhnya merasa agak aneh. kayak gimana gitu...
Gadis itu tak bergeming kala seketika ia bisa merasakan otot perut Raka saat tangannya memeluk erat di sana. Key meringis sangat bahagia dalam benaknya.
Mereka pun melaju di jalan yg dipimpin oleh Motor Raka di depan. Namun dalam pertengahan jalan, Raka melihat di depan sana, di trotoar, melihat punggung seseorang yg terlihat tidak asing sedang berjalan dengan jarak tak yg jauh darinya. Raka menghentikan motor di pinggir jalan tepat di samping orang itu.
"Ivan!" refleks Raka
Orang yg tak terlihat asing itu terjadi adalah Ivan. Ivan menolehkan badan ke arah sumber suara lalu disusul tersenyum kaku saat melihat siapa yg memanggilnya
"Hai" sapa Ivan sangat kaku merasa malu
"Lu ngapain disini?" tanya Raka
Dengan motor pria itu yg asal berhenti di pinggir jalan membuat Ibu key dan Adit ikut berhenti. sementara Raka masih sibuk fokus pada ivan, key memberi kode pada mereka berdua agar pergi duluan saja. dua jempol dari sang ibunda dan Adit naik saling memberi kode tanpa suara.
"A-anu gue....." Ivan tak bisa dan tak berani menjawab pertanyaan Raka
"Jujur Ivan!" ucapnya dengan nada yg sedikit tinggi
Ivan gelagapan dengan mata yg berkeliling menatap kesana kemari tak tau harus menjawab atau tidak. Raka dengan melihat beberapa kertas terlihat seperti dokumen yg Ivan pegang membuat nya jadi mulai mengerti....m
Ivan menghela nafas berat mendengar setiap pertanyaan Raka yg semakin kesini semakin membuat nya terpojokkan. Dengan berat hati Ivan harus menjawab dengan jujur. Keadaan lah membuatnya harus menjawab setiap pertanyaan pria itu.
"Gue lagi nyari kerja" jawab Ivan pasrah
Jawaban Ivan seperti dugaan Raka.
"Ngapain? bukanya lu udah ada kerjaan?"
Tanya Raka sebab masih tak tau bahwa Ivan sudah dipecat dalam pekerjaan itu, dan penyebab Ivan dipecat itu karena Raka. saat Raka dalam keadaan koma, Ivan tak sanggup untuk meninggalkan pria itu terbaring disana. Raka yg koma beberapa hari membuat Ivan jadi tak masuk kerja dalam beberapa hari itu, oleh sebab itu lah dia jadi dipecat.
"Ga tau" jawabnya semakin asal saja
"Kalau lu butuh uang, kasih tau gue aja. gue bakal bantu lu kok" ujar Raka
Ivan berdecak "Jangan anggep enteng soal itu Raka, gue tuh juga pengen usaha sendiri buat nyari nafkah, bukan cuman dapet duit dari lu Mulu"
"Terserah lu deh, tapi ingat, kalau lu butuh uang, langsung bilang ke gua aja"
Ivan berdehem malas. Namun saat memikirkan ide bagus di kepalanya membuat nya kembali tersenyum manis sembari memegang tangan Raka seperti layaknya orang yg akan melamar
"Eh, kalau gitu, ajarin gue biar bisa jadi pembalap liar kayak lu dong" pinta Ivan dengan manisnya
__ADS_1
Dia ingin mencoba cara yg lebih simpel untuk mendapatkan uang sama seperti sosok sahabat nya ini. ia mencoba membujuk Raka lagi. siapa tau kan kali ini dia akan terima permintaan ivan.
Raka menghempaskan tangan Ivan merasa jijik sendiri
"Engga!!" tolak Raka lantangnya
Senyuman manis kembali judes di wajah Ivan saat sahabat nya ini lagi-lagi menolak permintaan nya yg sudah kesekian kalinya.
Tanpa sengaja mata Raka tertuju pada seorang pria paruh baya yg tak lain adalah ayahnya sendiri. ia melihat ayahnya sedang berjalan dengan gerak gerik yg mencurigakan. Raka memicingkan mata curiga.
Raka lantaran penasaran, dia pun turun dari Motor dengan gerakan cepat. Key menatap bingung saat melihat pria itu turun dari motor tanpa mengatakan apapun.
"Ivan, titip motor gue dan cewe gila ini dulu!" ucap nya tergesa-gesa lalu berjalan cepat pergi menyusul ayahnya.
"Eh lu mau kemana!?"
"Pacar mau kemana!?"
Teriak mereka bersamaan yg tertuju pada satu pria itu
"Pacar? lu pacarnya Raka?" tanya Ivan teralihkan
"Bukan urusan lu" jawab key jutek
Key lalu turun dari motor dan berjalan bermaksud ingin menyusul Raka namun secara tiba-tiba tangannya ditarik oleh ivan. Ivan menghentikan gadis itu untuk mencegah tindakan gegabah gadis tersebut, jika gadis itu sampai hilang dia sendiri yg akan mendapatkan masalah besar.
Pruffffttt!
Bunyi peluit sangat keras membuat Ivan melepaskan tangan key dan berpindah menutup ke ke dua telinganya tak tahan mendengar bunyi nyaring peluit tersebut.
"Dilarang parkir di pinggir jalan!!"
"Apa kau tak bisa melihat dan membaca tanda yg berdiri itu!!"
"DILARANG PARKIR!!"
Oceh seorang polisi wanita kepada Ivan, sebab ia mengira itu adalah Motor Ivan.
"Pak polisi maaf, tapi ini tuh bukan motor-"
Tingg!!
Polisi tersebut memukul tiang besi yg ada di dekatnya sebelum Ivan menyelesaikan ucapannya.
"Pak! pak! aku ini wanita!" ketusnya
Ivan mengerutkan kening tak percaya bahwa dia adalah seorang wanita. Ivan menyipitkan mata mencoba menatap lebih teliti apakah benar dia seorang Wanita? sedangkan gaya rambutnya di desain persis seperti laki-laki.
"Tapi rambut lu kok gitu?" tanya Ivan lancang mengatakan LU
__ADS_1
"HEI!!" teriak polwan itu merasa terhina