
Key mengerutkan bibir lalu meringis kesal dan akhirnya terus memukul-mukul Adit tanpa rasa belah kasih sebab pria itu ternyata hanya mengerjai dirinya agar dia meminta maaf.
Adit terus meminta maaf beberapa kali. setelah rasa jengkel key mulai mereda, dia pun tak peduli lagi dengan Adit. key menarik tangan Raka untuk keluar bersama. mereka meninggalkan Adit sendiri disana.
Key saat ini bermaksud ingin pulang. namun karena secara tiba-tiba Raka yg mengajaknya ke suatu tempat, membuat key melupakan rumahnya. kesempatan seperti ini sangat langkah baginya, jika dilewatkan akan sangat sayang sekali. key pun pergi mengikuti motor Raka dengan dia yg mengendarai mobil sedangkan Raka mengendarai motor.
Di pertengahan jalan, Raka singgah di sebuah mall, ia membeli beberapa barang,camilan,dan banyak lagi lainnya. Key hanya ikut mengekor, dengan harapan, mengira dia akan dibelikan beberapa barang spesial yg bisa ia simpan sebagai kenang-kenangan untuk kencan yg ia sebut sebagai kencan pertama nya bersama Raka. namun ternyata itu tidak seperti yg ia bayangkan, justru Raka bahkan tidak pernah menoleh ataupun melihat nya. pria itu hanya terus berjalan membeli yg ingin dia beli tanpa peduli gadis itu kemana dan akan kemana. setelah berbelanja, Raka menitipkan semua barang ke mobil key untuk dibawa ke suatu tempat.
Raka memandu gadis itu sampai ke tempat tujuan. tempat yg pria itu maksud ternyata adalah sebuah panti asuhan. key sempat tercengang bingung kenapa pria ini membawanya kencan ke tempat seperti ini? tidak pernah key duga bahwa dia akan dibawa ke panti asuhan. itu sangat di luar dugaannya....
Saat ini mereka berdua tengah berdiri di depan halaman panti asuhan itu. Raka mengambil beberapa belanjaan dari mall yg ia beli tadi, ia memaksa key untuk membawa beberapa di tangannya, walau hanya 2 yg bisa ia pegang+ mulut nya terus menggerutu tak jelas. dan Raka juga memegang beberapa yg bisa tangannya angkut. belanjaan yg masih tersisa di mobil bisa ia ambil nanti.
"Kenapa kita kencan disini?" tanya key masih merasa bingung
"Siapa bilang ini kencan, aku tidak pernah mengatakan itu" Jawab Raka acuh tak acuh
Key berdecak kesal seperti biasa dengan sikap pria itu
"Lalu untuk apa kita kemari?"
"Masuk saja tak usah banyak tanya"
Raka berjalan masuk sendiri dengan memegang beberapa barang belanjaan di tangannya, ia meninggalkan key jauh di belakang yg masih terlihat tengah mendongak melirik ke sana kemari mengamati kebingungan.
"Eh tunggu aku!" ucapnya berlari menyusul
"Nak Raka" saut seorang wanita paruh baya saat melihat pria itu
"Kak Raka!"
"Kakak!"
__ADS_1
Saut gembira semua anak yg melihat kedatangan pria tersebut, mereka satu persatu berlari memeluk Raka dengan sangat senang. Pria ini disambut dengan hangat oleh para anak-anak yatim-piatu dan pengasuh disana. Sambutan yang baik dan sopan untuk Raka, yg seolah-olah mereka sudah kenal sejak lama, membuat key yg cerewet terdiam kagum setelah melihat anak-anak terlihat sangat akrap pada pria itu, apalagi dengan reaksi dan sikap berbeda yg Raka berikan saat ini pada semua anak yg tengah menyambutnya dengan gembira.
Yang paling mencolok dan yg paling membuat key terdiam adalah senyuman, dan sikap yg tidak pernah key lihat dalam kepribadian pria itu. Dengan sikap tidak peduli,wajah datar, dan wajah marah yg selalu ia lihat setiap kali bertemu Raka? benar-benar membuat key tidak percaya dengan apa yg dia lihat. sekarang, Saat ini, detik ini, ia bisa melihat senyuman tulus,sikap lemah lembut, pokoknya semua sisi yg tidak pernah Raka perlihatkan di depan key, sekarang ia bisa melihat semuanya berkat anak-anak itu. seakan-akan semua sisi baik dan buruk Raka sudah ia lihat semua dalam waktu singkat.
"Kak dia siapa?" tanya salah satu anak perempuan menunjuk ke arah key yg masih berdiri tersenyum ditempat
"Oh,dia gadis gila" jawab Raka asal
"Ahahahaha gadis gila" saut Mereka bersamaan tertawa dengan polos
Kening dan bibir key perlahan berkerut mendengar ejekan satu persatu sangat menusuk hatinya. apalagi ejekan yg keluar dari mulut Raka sendiri.
"Lihat, dia ingin menangis" ejek salah satu dari mereka
"Stttttt!! Jaga sikap kalian!! bukan kah ibu sudah mengajarkan tentang bersikap baik pada semua orang!" sentak pengasuh dengan suara pelan
"UPS!! maaf" refleks sang anak
Dengan melihat raka hanya menatap tersenyum,hanya peduli dan fokus pada anak-anak, membuat key mendengus kesal dan pergi keluar dengan hentakan kaki yg lumayan terdengar keras. Raka tak menoleh ataupun bersimpati melihat key diperlukan seperti itu, justru dia malah dengan gembiranya membagikan sesuatu yg ia beli dari mall tadi untuk anak-anak panti.
"Kau menangis?" tanya seorang pria yg tak lain adalah Raka sendiri
Key refleks menoleh terkejut dengan kehadiran Raka di sampingnya
"Tidak" jawab key judes kemudian kembali menatap ke arah depan
Key menghapus air mata dan menahan tangisan walau sebenarnya tadi itu sangat menusuk hati nya, hanya saja Raka yg tidak peka dan tak berperasaan.
"Kakak sangat cantik" saut seorang anak laki-laki tiba-tiba muncul di depan key entah dari mana asalnya
Key sempat tersenyum kecil, namun setelah mengingat perkataan anak-anak itu tadi padanya, membuat dia kembali berwajah judes.
__ADS_1
"Kenapa kau masih memasang wajah itu, dia mengatakan kau cantik loh" ujar Raka
"Kakak, dia bahkan terlihat lebih cantik saat marah" saut anak itu lagi dengan polosnya
"Ya...kau memang benar" jawab Raka merasa setuju
Key tersenyum full namun masih gengsi. ia menutup wajah dengan kedua tangannya malu-malu kucing.
"Pergi sana, aku ingin sendiri" ucap key
Raka melambaikan tangan dengan mendorong ke arah depan, dengan arti memberi kode ke anak tersebut agar pergi meninggalkan mereka berdua saja untuk menuruti perkataan key. sang anak benar-benar hanya pergi sesuai perintah. saat ini hanya mereka berdua yg duduk disana.
Key kembali membuka tutupan wajahnya setelah sadar bahwa anak itu sudah pergi.
"Apa aku benar-benar cantik?" tanya key tiba-tiba
"Humm?" gumam Raka mencoba memastikan dengan pertanyaan key
"Apa menurutmu aku ini cantik?"
"Ya" jawabnya jujur singkat dan jelas
"Bahkan sangat cantik" Raka bergumam dengan ucapan itu tanpa sengaja keluar dari mulutnya
Key tersenyum lebar kembali ceria dan bersemangat. key menolah ke samping dengan senyuman manis nya menatap Raka yg tengah menatap kosong ke arah depan.
"Kalau begitu pacaran yuk!" ucap key dengan lantang
Kepala pria itu refleks menoleh menatap key. keningnya berkerut dan hanya diam. mulut key berdecak lagi
"Kau ini, jangan hanya menatap diam seperti itu, apalagi dengan wajah yg selalu saja sama. tidak pernah tersenyum......" gerutu key malas lalu kembali menoleh ke depan
__ADS_1
"Te-ri-ma! te-ri-ma! te-ri-ma! te-ri-ma!!" teriak semua anak bertepuk tangan dari belakang dengan kompak nya mendukung hubungan mereka berdua
Mereka semua ternyata menguping, bahkan orang dewasa pun juga sampai ikutan menguping. mereka menguping karena penasaran dengan obrolan dan hubungan seperti apa sebenarnya yg mereka punya.