
Key perlahan memejamkan mata kemudian me monyongkan bibir sehingga itu membuat Raka sadar akan situasi saat ini. Raga gelagapan, dia tak tau mau bergerak bagaimana, sementara itu bibir key semakin dekat dengannya menjadikan Raka semakin panik dan dengan terpaksa menutup mulut gadis itu lalu mendorong nya.
"Duduk lah kembali ke tempat mu" ucap Raka pada key sembari kembali duduk dengan benar yg tadinya badannya membungkuk disebabkan oleh key
Sedangkan key, dia pun kembali duduk tepat di samping pria tampan itu sesuai Perintahnya. Key jadi sedikit malu jika mengingat situasi tadi, apalagi setelah Raka menolak ciumannya.
Dia menjadi pendiam selepas memikirkan kejadian yg tidak terduga.
Itu bagus si untuk raka, jadi dia bisa menyetir dengan tenang tanpa mendengar ocehan cerewet gadis itu.
*Skip
Sesampainya di rumah gadis tersebut, Raka mengantar key sampai ke dalam rumah. Mereka sampai di disana tepat tengah malam.
"Kalau begitu saya pamit dulu Tante, om"
"E,e,e,e!!kau mau pulang di jam begini? Sebaiknya kau menginap disini saja" ucap sang ibunda menawarkan
Ibunda key, dia bernama Dewi Kristanti. Saat ini dia sudah berumur seperti ibu Raka jika masih hidup.
"Iya nak, sebaiknya kau menginap disini dulu untuk hari ini" ucap ayah key setuju
Ayah key, dia bernama Ananda Mikola. Umur nya juga belum mencapai 50 an.
"Terima kasih sebelumnya, tapi saya harus pulang hari ini, takutnya orang tua saya khawatir" ujar Raka mengambil alasan
"Apa susahnya nak, kau tinggal telpon saja mereka dan bilang kau akan menginap di rumah teman. Beres kan" ucap sang ayah key
"Tapi saya tidak membawa ponsel, ponsel saya ada di rumah"
"Oh astaga!" Refleks ayah key
"Tapi bagaimana kau akan pulang di tengah malam begini? Kau tidak membawa ponsel, dan tidak mungkin juga ada taxi yg lewat di jam jam seperti ini" ucap ibu key
Raka terdiam tidak bisa menjawab, dia juga baru sadar tentang situasi nya sekarang ini sangat amat susah.
"Nah kan. Tante sudah bilang, sebaiknya kau menginap di sini dulu untuk malam ini" ucap ibu key semakin memojokkan pria ini
Raka memikirkan sejenak untuk itu
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu"
Akhirnya Raka menerima tawaran kedua orang tua key ini. Raka melirik pada key yg hanya berdiri diam tidak pernah mengatakan apapun sejak kejadian canggung di jalan tadi. Raka hanya sedikit aneh sih melihat gadis itu sedari tadi hanya diam dan tidak banyak bicara seperti biasanya.
Pria ini diperlakukan layaknya anak sendiri oleh kedua orang tua key, walau sedikit terlihat bodoh bagi ibu key,tidak apalah, selama dia baik. Itu sudah cukup untuk nya. Raka ditawarkan untuk tidur di kamar kosong khusus untuk tamu, namun Raka menolak untuk itu, dia terus ditawarkan, bahkan sampai dipaksa, tetapi Raka tetap memilih tidur di sofa ruang tamu dari pada di kamar.
Tepat pada jam 02.00 seorang gadis sedang berjalan mengendap-endap menuju sofa tempat Raka tidur. Gadis itu ialah key sendiri, ia berjalan seperti itu agar pria itu tidak terbangun karenanya. di tangannya terdapat selimut tebal yg ia pegang saat ini, dia mencoba untuk menyelimuti pria itu agar tidak kedinginan.
Dengan gerakan sangat lambat, dia mencoba menyelimuti pria ini dengan selimut tebal yg ia pegang. Dan..... akhirnya berhasil.
Key menghela nafas lega kemudian kembali berjalan mengendap-endap untuk kembali ke kamarnya.
*****
Keesokan paginya di kediaman sukuna tepat pada jam 06.12, Di tengah ruang tamu yg luas, sukuna sedang berjalan untuk ke kamar kecil, namun di saat melihat BI Ira tertidur di sofa membuat nya berhenti dengan kening yg berkerut penasaran, kenapa dia masih tertidur di jam begini? Padahal biasanya dia sudah beraktivitas di pagi hari. Apalagi setelah melihat pembantu itu tidur di sofa, ini sangat tidak biasa. Karena penasaran sukuna pun berjalan menghampiri BI Ira untuk bertanya
"Bi Ira...."
Tak ada respon
"BI Ira!!" Ketusnya dengan suara yg lantang
Masih tak ada respon. Suara lantang sukuna yg masih tidak berhasil untuk membangun pembantu itu membuat nya mengambil segelas air dan menciprakan nya ke wajah bi Ira.
"....apa hari ini hujan....." Gumam BI Ira perlahan membuka mata sembari mengusap wajah yg terkena cipratan air
"Eh Tuan besar!" Ucapannya refleks langsung berdiri
"Kenapa kau tidur disitu?" tanya sukuna
BI Ira diam gelagapan menunduk tidak bisa menjawab pertanyaan sukuna. sukuna menyipitkan mata curiga
"Kenapa tidak menjawab? mau aku pecat?"
BI Ira langsung mengangkat kepala kembali dengan panik setelah mendengar ancaman tuannya
"Jawab? atau di pecat?" ancam sukuna sekali lagi
"Anu tuan, saya khawatir karena den Raka belum pulang sehari semalam ini, jadi saya menunggu disini sampai akhirnya saya ketiduran " jawabnya
__ADS_1
"Bukannya sudah menjadi hal biasa jika Raka tidak pulang seharian semalam? bibi juga tau itu kan"
Ucapnya mencoba memojokkan BI Ira agar dia memberi tau yg sebenarnya, BI Ira lagi-lagi di buat diam, niatnya dia sangat ingin memegang janjinya pada Raka, namun disisi lain juga dia takut dirinya akan dipecat jika tidak memberi tau yg sebenarnya.
Sementara itu di rumah gadis tersebut....
Perlahan Raka membuka mata terbangun,karena memang sudah waktunya ia bangun di jam segini. dia sudah terbiasa bangun di pagi hari. maka dari itu dia tetap terbangun walau tidak ada yg membangun kan nya. saat membuka mata dia melihat wajah seorang gadis sedang menatapnya dengan tersenyum manis dengan posisi jongkok di samping sofa
"Pagi pacar" Ucap key sembari menekuk wajah dengan kedua tangan dengan meletakkan siku di atas sofa
Mata Raka seketika langsung melek dan secara perlahan pupil matanya membesar melihat wajah gadis cantik itu sangat dekat dengan nya.
"Kau mengejutkan ku" gumam Raka memalingkan wajah tidak berani menatap wajah gadis itu
Senyum key perlahan memudar mendengar jawaban serta mimik wajah pria itu yg tidak terlihat seperti biasa, key merasa tatapannya juga sudah mulai berubah, entah pergi kemana tatapan sinis yg sering ia gunakan di saat bertatapan dengan gadis ini.
"Raka, kau sakit?" tanya key tiba-tiba memegangi dahu pria itu
"Ha? tidak" jawab Raka sembari melepas tangan gadis itu darinya
"Lalu? kenapa kau tidak bertingkah seperti biasanya?"
"Bertingkah seperti apa maksud mu?"
"Tuh kan! ekspresi mu tidak lagi datar dan tidak menatap ku dengan penuh dendam lagi" ucap key merasa heboh menunjuk wajah Raka dengan serius
Raka tertegun merasa benar dengan apa yg di ucapkan oleh gadis gila ini. dia baru sadar akan nada suaranya yg lemah lembut pada gadis ini.
"Eee...a-apa kau sudah minum obat?" ujar Raka mengalihkan pembicaraan
"Belum lah"
"Yasudah minum obat sana"
"Tapi aku belum makan"
"Yasudah makan sana"
"issss, kau ini tidak peka. aku ingin disuapi oleh mu"
__ADS_1
Raka berdecak mulai malas dengan ocehan gadis ini
"Wah wah! pagi pagi begini sudah berdebat saja" ucap ibu key yg tengah berjalan menuju ke arah mereka berdua