Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 50 Sahabat yg pengertian


__ADS_3

Brakk!! Pria itu memukul meja dengan kerasnya sampai membuat sang kasir wanita yg tengah fokus pada buku menjadi terlonjak kaget.


"Apa maksudmu! Kenapa kau pura-pura tidak tahu!" Ketus pria ini kepada kasir


Sang kasir memutar bola mata malas setelah tau ternyata itu hanyalah pria yg tadi "seseorang menyogok ku dengan jumlah uang yg lebih besar untuk menutup mulut" Jawab nya santai


"Ck! Dasar mata duitan" gerutunya dengan nada bisik


"Siapa orang itu?" Tanyanya penasaran dengan mimik wajah yg masih terlihat kesal


"Tidak bisa ku beri tahu. Dia tak menyebut kan namanya" Jawab nya acuh tak acuh kembali fokus pada buku yg terletak di atas meja tepat di depannya


Pria itu menggertakkan gigi semakin jengkel dengan sikap yg tak tau diri dan tak ada rasa bersalah sama sekali dari kasir ini. Sangat sangat jengkel sampai ia pun menarik kerah baju wanita itu dengan kasar


"Kembalikan uang ku!!" Perintah nya dengan tatapan tajam


"Lepaskan, atau ku panggil satpam untuk menyeret mu keluar" Ancam wanita ikut merasa kesal dengan sikap kasar pria ini


"Kubilang kembalikan uangku!" Teriaknya sangat lantang sampai percikan ludah keluar semacam gerimis mengenai wajah sang kasir


Wanita itu meringis jijik lalu disusul dengan berdecak kesal "Pak security!!" Teriak wanita itu langsung memanggil petugas keamanan

__ADS_1


Sang pria langsung panik seketika. ia refleks melepaskan kerah baju wanita itu kemudian dengan panik nya ia jelalatan kesana kemari mencari petugas keamanan yg akan datang padanya. pak security dengan respon cepat berlari masuk ke dalam setelah mendengar panggilan dari dalam sana.


"Ada apa?" Tanya seorang pria kekar yg bertugas sebagai petugas keamanan


"Seret dia keluar, dia berbuat kekacauan disini" Jawab wanita menunjuk pada Pria muda itu


"Baik" patuhnya


"Ayo! Ikut saya keluar!" Ujar nya nada tinggi tertuju pada pria muda


Pak security lalu menggenggam tangan pria ini dengan tenaga yg cukup besar. Petugas keamanan yg memiliki tubuh kekar dan wajah tegas membuat pria itu ketakutan sampai tak bergeming. namun ia masih mencoba untuk tak terlihat lemah dengan memberontak agar lepas dari pak security.


"Lepaskan aku atau ku hajar kau!!" Teriak nya seperti seorang tawanan yg ingin keluar dari penjara


Seorang pria bertubuh kekar jika dibandingkan dengan dirinya? Tentu jawaban nya sudah sangat jelas dinyatakan 'bertolak belakang' . Dia Yg bahkan tak memiliki otot secuil pun tapi masih ingin melawan seorang pria kekar? Sungguh naif. Melawan Raka saja yg sudah sangat jelas sedikit lebih kecil dari pria kekar itu masih kalah telak hanya dengan Dua Pukulan, Apalagi jika ingin melawan pak security yg bertubuh kekar, benar-benar pria yg hanya bermulut besar!


Ternyata dia adalah pria yg memiliki dendam pada Raka saat balapan liar siang tadi. Kalian ingat? Ingat lah.


Walau sebesar apapun tenaga yg ia keluarkan untuk memberontak, itu masih tak ada apa-apa nya bagi pria kekar itu. ia sama sekali tak bisa lepas sedikit pun dari pak security. Dia hanya bisa disebut seorang pecundang yg hanya berani melawan wanita dan bermain curang dari belakang.


Pada akhirnya pria itu pun berhasil di keluar kan. Ia dilempar dengan mudah nya oleh pak security seperti benda ringan yg seolah-olah tak memiliki berat sedikit pun. Alhasil, pria pecundang mendarat terjatuh duduk di atas trotoar yg keras. Ia sempat meringis sakit memegangi pinggul nya yg terbentur di atas trotoar keras itu.

__ADS_1


"Awas kau!! Dasar pria tua!!" Hina nya dengan sangat jengkel, namun pak security sama sekali tak peduli, ia hanya kembali berdiri di tempat yg seharusnya ia bertugas, Gaya khas seperti tentara yg hanya berdiam diri dengan tubuh berdiri tegak.


Pria itu pun pergi dengan menggerutu di sepanjang jalan.


******


Di Sisi lain. Nampak seorang pria dengan ketampanan standar duduk di samping ranjang meratapi dengan menatap sendu dua orang yg baru saja ia baringkan di atas kasur empuk. penasaran atau tidak, dia adalah Aditya, sahabat Keysa laudya lestari. Dan kedua orang yg sudah tertidur pulas di atas ranjang tak lain adalah Raka dan Key.


Flash Back ~


*Di saat key kabur dari rumah. sang ibunda gercap langsung menelpon memberi kabar pada Adit. ia meminta tolong pada Adit untuk segera menyusul Key ke Club Malam Chikiny. ia khawatir akan putrinya yg masih berusia 18 tahun dan kurang pengalaman dalam Mabuk-mabukan. Tentu dengan rasa simpati, Adit ikut khawatir akan Key. Tanpa berpikir panjang pun ia langsung setuju untuk menyusul Key berjaga-jaga agar tak terjadi apa-apa padanya.


Ibunda sebenarnya mengarahkan Adit untuk langsung menjemput Key pulang jika setelah sampai di sana. Walau Mengiyakan dalam telepon, Adit tetap tak setuju dengan yg satu ini. Ia memang akan ikut menyusul key, namun ia tak ingin mengganggu hubungan mereka berdua, secara ini adalah kencan pertama mereka yg sudah Key tunggu-tunggu sejak dulu. Key adalah sahabat Adit, ia tak mungkin untuk menentang dan mengkhianati sahabat nya. Adit hanya akan mengawasi dan hanya akan bergerak dan turun tangan jika Raka berbuat kurang ajar atau Key ada dalam masalah.


Pria itu berangkat menggunakan mobil pribadi Keysa. tentu itu ia gunakan dengan perintah ibu key langsung.


Namun sayang nya, Adit sampai di Club Chikiny setelah Raka Dan Key melakukan ciuman ganas. ia sudah melewatkan momen panas itu dikarenakan macet di jalan yg sangat padat. pria itu baru sampai di saat Key dan Raka sudah dimabuk berat. Tetapi, lebih sialnya lagi, Sesaat sampai disana, Adit langsung bingung sendiri melihat suasana malam yg sangat Kacau kalut. ia hanya bisa melihat kerumunan orang berjoget sampai memenuhi Club Malam. Alhasil Adit dibuat mencari dengan mengitari setiap sudut Club dan bertanya ke beberapa orang, Sekilas Adit sempat ngiler melihat beberapa gadis cantik yg ia lewati dengan body bohay mereka. Benar-benar menguji Iman Haha.


Setelah sekian lama berputar-putar kemudian. Adit pun menemukan dua pasang HTS(Hubungan tanpa status) itu, mereka tampak sedang duduk berdua di sebuah meja pelanggan.


Adit menghela nafas lega ketika melihat mereka berdua hanya duduk tak melakukan hal aneh. dengan gerakan cepat pun, ia segera mencari tempat kosong yg lebih dekat dengan mereka untuk mengawasi. Tidak mungkin untuk dia mengawasi dengan berdiri di tempat, Bisa-bisa itu hanya akan membuat pegal.

__ADS_1


Adit masih terus mengawasi dua orang itu dengan tatapan tajam. Sesekali ia ditawari minum, tapi ia menolak. Dua pasang bola matanya tak pernah lepas menatap mereka berdua yg tengah berbincang tak jelas walau dia sudah kesekian kalinya di tawarin minum, namun ia tetap tak mempedulikan nya, sekarang ia hanya fokus ke satu arah saja*.


__ADS_2