
Jony bukannya melepaskan, tingkat nya malah semakin menjadi-jadi, Raka mengepalkan kan kedua tangan dengan sangat keras melihat Jony tak mematuhi perintahnya
"Arghh!! Lepaskan aku!!"
"JONY!!" Teriak Raka tak kalah lantangnya menatap dengan tatapan penuh amarah
Pria yg tengah mabuk itu selepas mendengar ketua nya berteriak, dia pun dengan santainya melepaskan pelukan, key setelah dilepaskan ia langsung berlari memeluk Raka. Dengan getaran tubuh key, itu membuat Raka bisa merasakan betapa ketakutan nya dia saat ini, Raka tertegun tak menyangka bahwa gadis ini akan sangat ketakutan seperti ini. tangan Raka mengelus-elus kepala gadis itu dengan lembut agar ia sedikit lebih tenang.
"Roy! Berikan jaketku yg ada di mobil dan tas ku!" Perintah Raka
"Ok" jawabnya gercap langsung berlari mengambil jaket dan tas Raka yg ada di dalam mobil sport ketuanya
"Maaf" gumam Raka merasa bersalah, namun karena gadis itu sudah terlanjur ketakutan ia tak bisa mendengar suara Raka yg meminta maaf pada nya.
"Ini" berinya jaket dan tas yg tadinya Raka minta
Sebelum mengambil itu dari tangan Roy, Raka mencoba melepaskan tangan key dari tubuhnya terlebih dahulu, namun karena Gadis itu berpegang dengan sangat erat Raka tak bisa memaksanya untuk melepaskan tangannya.
"Wanita, pakai jaket ini dulu, agar tubuh mu tertutupi" ucap Raka tepat di samping telinga key agar dia mendengarnya. Raka lupa nama gadis itu, makanya dia memanggil dengan sebutan wanita
Key pun melepaskan pelukan dengan pelan dengan tubuhnya yg bergetar ketakutan. Raka mengambil jaket dari tangan Roy dan memakaikan nya pada tubuh key untuk menutupi sedikit aura seksi gadis itu. Sebab bajunya yg putih, serta rok mini yg ia pakai? Apalagi setelah ia basah kuyup setelah melewati hujan deras, tentunya tubuhnya sedikit terlihat jelas karena memakai baju warna putih. Laki-laki mana coba yg tidak terpengaruh? Jawabannya adalah Raka! Eakkk
Ia kemudian mengambil jaket yg ia pakai saat ke rumah Ivan saat di siang hari tadi. ya...walau sudah sedikit bau karena keringat. Raka mengikat kedua lengan panjang jaket miliknya itu di pinggang key sehingga jaket itu bisa menutupi rok mini serta kaki bagian atas keysa. Sempurna!! Sekarang key sudah terlihat seperti gadis tomboy. Walau jaket itu sedikit kebesaran dalam tubuh key sih, setidaknya key terlihat sedikit imut.
"Roy, jaga di sebentar. awas jika kau melakukan hal yg sama seperti Jony pada gadis ini" peringati Raka dengan serius
Roy menelan ludah takut lalu disusul dengan anggukan.
__ADS_1
"Apa yg kalian lihat!!!? Jika kalian berani menyentuh gadis ini juga, aku akan menghajar kalian habis-habisan!!" Teriak Raka kepada semua anggota geng nya memperingati
"T-tapi Raka,kau ingin kemana?" Tanya Roy gagap
Krakk!! Krakk!!
Raka melenturkan semua anggota tubuhnya terlebuh dahulu lalu menjawab....
"Aku ingin memberi pelajaran pada pria rendahan itu" jawab Raka dengan wajah yg sangat serius serta penuh amarah
Ia lalu berjalan santai menuju Jony, Jony lantaran mabuk penglihatannya jadi samar-samar,ia hanya berdiri sempoyongan menatap ke sana kemari seperti orang bodoh, saat Raka sudah berada di depannya, ia menyipitkan mata mencoba melihat dengan jelas siapa orang yang berada di depannya ini....
"Oh Raka...glek....maaf soal aku mengganggu gadismu ketua, aku hanya bercand-"
Bukk!!
Pukulan mendarat di pipi Jony dengan keras sebelum ia menyelesaikan ucapannya, pria itu yg sempoyongan jadi semakin sempoyongan sebab pukulan Raka yg sangat keras mendarat di pipinya sampai-sampai membuatnya hampir terjatuh, tangguh juga yak dia....
Buk!!
"Raka apa yg kau-"
Bukk! Buk!!
Raka tak memberi ampun, dia tak memberi kesempatan Jony untuk meneruskan kalimatnya. Ia terus memukuli,menendang pria itu dengan terus-menerus
Raka terus berjalan maju memberi hajaran ke setiap bagian tubuh, sedangkan Jony ia hanya berjalan mundur menerima setiap pukulan dan tendangan Raka yg keras padanya. Apa dayanya? Dia ingin membalas, namun tak sempat sebab gerakannya lambat.
__ADS_1
Dia saat Jony hampir terjatuh,Raka menahannya dengan menarik tangan pria itu dengan tenaga kuat ke arah nya,Raka melepaskan genggaman tangan pada pria tersebut setelah pria itu berdiri kembali,tangannya lalu mengajar bagian bawah dagu Jony dengan pukulan amat keras. Setelah itu Raka memegangi kembali tangan jony dan memutarnya dengan keras
"ARGHHH!!" Teriak Jony kesakitan
Tubuh jony otomatis menyamping mencegah agar tulangnya tidak patah, dengan tangan kiri Raka yg memutar tangan jony, ia mempergunakan tangan kanannya untuk menghajar bagian bawah telinga pria itu menggunakan siku.
Bukk!!!
Raka terus memukul tanpa henti, Ia hanya akan berhenti ketika sudah merasa puas. Teman-teman Raka yg lainnya hanya bisa diam meringis ngilu melihat Jony dihajar seakan-akan mereka yg merasa kesakitan.
Di saat ia sudah merasa puas, ia pun dengan paksa melepaskan jaket khusus gengnya pada tubuh jony, Jony yg semakin sempoyongan namun tak jatuh jatuh juga membuat muak dan akhirnya kaki Raka menyelip di tengah kedua kaki Jony dan menendang salah satu kaki pria itu dari dalam sampai Jony akhirnya terjatuh.
"Pergi dari disini, jangan pernah menampakkan wajahmu lagi dihadapan ku, kau bukan lagi anggota geng Abius!! Kau secara resmi aku keluar kan dari geng!" Bentak Raka dengan nada menekan menatap sinis pada jony
Jony memegangi perut merintih kesakitan dengan bekas memar berada di seluruh tubuhnya. Jika dalam hal perasaan,tentu ia sangat ingin membalas perkataan dan menentang ketuanya,namun jika itu mengenai mental, dia tak berani sama sekali, sebab dia tau betul, dia tak akan pernah menang melawan Raka.ia takut mendapat pukulan lebih oleh Raka jika ia menjawab, ia benar-benar dibuat tak berdaya
Dia pun pergi dengan ketakutan tanpa berkata apapun.
"Kalian akan bernasib seperti nya jika melanggar peraturan Geng Abius" ucap Raka tiba-tiba memperingati teman-temannya
Mereka hanya mendengar dan hanya terdiam takut tidak berani berkata apapun jika melihat kesabaran Raka sudah di ujung tandu. Sangat jarang mereka melihat ketuanya meluapkan amarahnya seperti itu
"KALIAN MENGERTI!!?" teriak Raka tiba-tiba
Semua terlojak kaget mendengar teriakkan pria itu
"Kami mengerti ketua!" Jawab mereka serentak
__ADS_1
"Dasar! aku sangat membenci pria yg menyakiti dan menganiaya seorang wanita" gumam Raka kesal sembari berjalan menuju key dan Roy
Raka memapah keysa keluar dari tempat itu, mereka berdua kembali mengendarai mobil pergi meninggalkan tempat tongkrongan geng Abius. Raka bermaksud untuk mengantar pulang gadis malang ini, mau bagaimana pun ini semua adalah salah nya, Maka dari itu Raka memilih untuk mengantar key pulang ke rumah.