
Besok nya di sebuah kafe, Raka tengah duduk bersama gerombolan geng nya, mereka hampir memenuhi kafe sebab jumlah mereka yg tidak sedikit sedang nongkrong santai di dalam sana. Pemilik kafe dan yg lain sedikit takut dengan keberadaan mereka, jika dilihat dari tampang dan cara berpakaiannya tentu sangat bisa dilihat dari penampilan luar mereka bahwasanya mereka itu anak-anak remaja nakal.
"Isssss apa tidak ada tempat lain Adit, sampai kita harus mendiskusikan tugas disini" oceh seorang gadis sedang berjalan menuju kafe
"Kau jangan banyak protes, ikut saja" jawab pria itu menggandeng tangan sang gadis menariknya masuk
Gadis itu terus mengoceh tentang tempat yg pria muda itu pilih untuk mendiskusikan tugas, pria muda itu bernama Aditya,ia menggandeng tangan gadis itu dengan paksa sebab sang gadis sama sekali tidak berminat masuk kesana, apalagi setelah melihat banyak remaja anak geng motor sedang nongkrong disana.
Gadis ini ternyata adalah Keysa dan bersama 2 teman sekolahnya. Teman yg satu pria dan yg satunya lagi wanita.
"Duduk!" Perintah Aditya sembari menekan key untuk duduk
Key hanya terus cemberut kesal melirik jengkel melihat Adit memaksanya seperti biasa.
"Sebentar, aku akan kembali" ucap Adit lalu pergi entah kemana
"Nyenyenyenye" gumam key dengan ledekan untuk Adit setelah pria itu pergi
Teman wanita nya sampai tertawa melihat tingkah dua sahabat ini.
"Key, kau mau pesan apa?" Tanya teman wanita key yg duduk di sisi lain meja sembari memegangi dan menatap buku menu cafe
Key setelah menatap sinis melihat kepergian Adit tatapannya tanpa sengaja tertuju pada seorang ketua geng motor, pria tampan yg tak lain adalah Raka. Mulut key terbuka melongo, bibirnya perlahan tertutup tersenyum bahagia, dunia serasa diam dan terhenti ketika dia melihat pria itu ada di hadapannya matanya
Wanita yg duduk dekat dengan key setelah tak mendapat respon dari anak itu membuat nya menoleh melihat, ada apa gerangan dengan key sampai-sampai ia tidak menjawab pertanyaan nya
"Key?"
Tidak ada jawaban dari gadis itu walau ia melihat dengan jelas bahwa key itu sadar,bukan pingsan, sampai-sampai ia tidak harus menjawab
"Key ada apa? Apa yg kau lihat?" Panggil nya sekali lagi
Tetap tak ada respon, gadis itu hanya terus diam menatap ke satu arah sembari terus senyum. Tingkat gadis itu membuat teman wanita nya berdecak kemudian menaruh buku menu cafe di atas meja yg tadinya ia pegang lalu melambaikan tangan di depan wajah key. Namun sekali lagi tidak ada respon.
Key yg tiba-tiba berdiri dari duduk membuat temannya terkejut saat seketika gadis itu langsung berdiri.
Keningnya berkerut
"K-key kau mau kemana?"
Bukannya menjawab, key malah berjalan meninggalkan mejanya dan berjalan seperti orang kesurupan yg sedang dikendalikan syaitan. Itu yg temannya pikiran kan saat ini. Tatapannya terus mengikuti langkah key untuk memastikan kemana gadis itu akan pergi, saat sudah dekat dengan tujuan, matanya melotot sadar bahwa key ternyata sebentar lagi akan menghampiri kerumunan anak geng motor yg duduk tak jauh disana.
__ADS_1
"Ampun! Astaga! Ya Tuhan tolong lindungi key" ucapnya refleks panik, dia ingin membantu namun takut,maka dari itu dia hanya bisa membantu lewat doa
"Hai pacar" saut key tiba-tiba
Teman se-geng Raka yg mendengar itu refleks berbalik heran. Dia melihat seorang gadis yg memakai baju seragam sekolah Tengah berdiri di belakangnya dan terus saja tersenyum tidak jelas manatap ketuanya yg duduk tepat di depannya.
"Raka" colek temannya pada Raka yg sedang melamun seraya terus saja mengaduk minumannya dengan sendok tanpa henti
Temannya berdecak melihat Raka melamun tidak meresponnya
"Raka!"
"Iya?" Saut Raka akhirnya sadar dari alam lamunan
"Gadis ini sepertinya bicara padamu" bisiknya sambil menunjuk gadis itu tanpa menoleh
Kening Raka berkerut bersamaan dengan hidung nya berkerut bingung kemudian Kepalanya berpaling mengikuti telunjuk pria itu.
"Gadis gila!" Ucap Raka dengan lantang tidak sengaja
Key tersenyum merekah sambil melambai-lambaikan tangan dengan gembira penuh semangat
"Hai pacar" jawab key
Disaat Adit yakni teman and sahabat key kembali, dia mendapati key gadis gilanya telah hilang dari peradaban bumi.
"Eh? Kemana perginya key?" Tanya Adit pada wanita yg masih serius menatap gadis yg baru saja pria itu tanyakan
"Itu...." Jawab nya sambil meringis malu sendiri melihat tingkah temannya
Saat menoleh,ia melihat gadis itu sedang berdiri di tengah kerumunan remaja geng motor. Adit panik, dia takutnya gadis itu sedang di apa-apa kan oleh mereka. Karena itu dia berjalan cepat menghampiri key
Pria itu menarik tangan gadis tersebut tanpa berkata-kata, key mengerutkan kening kemudian menghempaskan tangan Adit dengan kasar.
"Tck! Dasar pengganggu!" Ucapnya lalu kembali ke kerumunan orang-orang berjaket hitam tersebut
Adit sedikit kaget dengan ucapan dan kelakuan key yg sedikit kasar padanya. Baper.....
Gadis itu terus berjalan menyempit duduk dengan paksa di kursi kecil yg Raka duduki yg hanya bisa ditempati oleh satu orang. Namun gadis ini paksa ngesot agar Raka memberi nya sedikit ruang untuk ia duduki. Raka melotot risih pada gadis yg tidak memiliki malu itu
Raka pun terpaksa berdiri dari duduk karena tidak ingin duduk bersama gadis itu.
__ADS_1
"Kenapa kau berdiri? Ayo duduk lah kembali disini, bersamaku" ucap key mendongak ke atas menatap wajah datar pria itu
Raka memutar bola mata malas disusul dengan dengusan nafas berat kemudian pergi meninggalkan mereka semua, termasuk key.
Key itu bukan lah gadis lemah yg pantang menyerah, walau harus mengejar cinta seperti orang gila, walau dia di gosipi semua orang,dana apapun itu,dia tidak peduli Sama sekali,asalkan dia bisa mendapatkan hati pria itu, itu sudah cukup baginya
Key berjalan cepat menyusul Raka yg keluar kafe. Dia terus mengekor di belakang pria itu, jika Raka berhenti dia akan berhenti,jika Raka terus berjalan dia juga akan terus berjalan, Sampai pada saat nya Raka merasa muak sampai-sampai membuat nya mendesis panjang mengacak-acak rambut frustasi.
"Bisa tidak jangan ikuti aku!" Ketus Raka pada key membalikkan badan
"Tidak" jawab key dengan tampang yg tidak merasa salah sama sekali
"Key!" Teriak seorang pria yaitu Adit yg sedang berlari mengikuti gadis itu
Sampai akhirnya bisa menyusul
"Key kau mau kemana? Kita belum berdiskusi sedikit pun loh tentang tugas. Kau jangan asal pergi saja" oceh Adit
"Siapa dia?" Tanya Raka tiba-tiba cemberut
"Oh! Adit perkenalkan dia Raka pacarku, dan Raka perkenalkan dia Aditya teman sekolah ku"
Raka reflek menatap key dengan tatapan kebencian setelah mendengar nama yg tidak asing baginya. Saat dia ingat kembali ternyata nama itu tercantum di dalam mimpi yg pernah ia alami di rumah sakit.
Raka secara tiba-tiba menarik kerah baju pria itu dengan emosi yg tak karuan. Tubuh Adit sampai-sampai sedikit terangkat karena kekuatan Raka
"Kau!!" Ucap Raka nada menekan
"Eh apa-apaan ini!" Ucap Adit tak kalah menekannya
"Raka! Apa yg kau lakukan" reflek key kaget dan mencoba untuk memisahkan mereka berdua, namun Raka dengan kasar mendorong gadis itu
"Hei!! Kenapa kau Sangat kasar pada wanita!!" Ketus Adit marah melihat key didorong dengan kasarnya
"Kau!! Kau yg telah membunuh ibuku!?" Tanya Raka dengan kasar
"Apa!!"
"Aku mengenalmu saja tidak,apalagi ibumu. untuk apa juga aku membunuh ibumu"
Raka menggertakkan gigi kesal geram kemudian melepaskan pegangan tangannya pada kerah baju Adit dengan mendorong pria itu. Adit refleks langsung memapah keysa berdiri setelah dilepaskan
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Adit sendu
"Ya" gumam key yg tadinya wajah ceria menjadi suram