Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 20 Mulai peduli


__ADS_3

"Baik nona" jawabnya sedikit tidak enak dengan gadis itu


4 hari berlalu,Raka pun kembali mengunjungi rumah usang tempat motor nya dikerjakan. Seperti yg pria itu harap kan, motor yg ia inginkan sudah siap. Sebuah motor sport berwarna merah dengan kecepatan maksimum lebih dari 380 km/jam. Motor kali ini berbeda. dilengkapi dengan fitur baru yg Raka rekomendasi kan sendiri. Tak disangka pria paruh baya itu benar-benar membuatkan untuk nya. Kita lihat saja nanti seperti apa perbedaan motor Raka yg lama dengan yg baru ini.


"Pak, ambil ini. Isinya ada 100 juta" ucapnya sembari menyodorkan tas pink yg berisikan uang 100 juta


"Tidak nak, paman ikhlas membuat kan nya untuk mu" ujar nya mendorong tas dengan pelan


Raka menggelengkan kepala lalu kembali menyodorkan tas memaksa pria itu menerimanya.


"Kau terlalu baik. Kau tau, motor yg seperti ini mungkin sangat mahal jika di jual di luar sana . Bisa jadi lebih dari uang yg aku berikan padamu." Ujar


Raka


"Maka dari itu, jangan menolak setiap sesuatu yg aku berikan padamu"


"Tapi nak, kau juga sangat sering memberikan paman uang yg tidak sedikit secara cuma-cuma"


Raka menepuk ke dua pundak pria itu setelah pria paruh baya tersebut menerima tas pink yg Raka paksa untuk ia pegang


"Tidak baik jika terlalu rendah hati. Itu pesan ku"


Pria itu tersenyum kecil lalu menerima tas yg Raka berikan. Raka ikut tersenyum melihat pria itu tersenyum, ia kemudian melepaskan tangan dari pundak pria tersebut.


"Baiklah. Aku permisi pulang dulu"


"Baik. Hati-hati di jalan"


Setelah motor sport nya jadi, pria itu langsung menggunakan nya untuk balapan liar.


Pria itu benar-benar tidak ada trauma traumanya ya hmm.


Seperti biasanya dia menang lagi. Uang pun seiring waktu bertambah. Dalam satu hari dua hari mengikuti balapan liar, dia sudah mendapatkan uang yg sangat banyak. Dia jadi merasa puas kembali sebab ia tidak harus lagi tinggal di rumah horor menganggur secara terus-menerus.


Pendapatan tetap nya sudah kembali tentu dia merasa bahagia. Masalah mengenai mimpi yg membuat nya sampai terobsesi kini ia mengenyampingkan itu, untuk saat ini dia akan fokus untuk mendapat uang lebih dari balapan liarnya. Namun, ada yg sedikit mengganggu pikiran pria itu, yakni tentang key yg tidak pernah mengabarinya maupun datang ke rumahnya secara langsung. itu Sampai membuat Raka bingung. mengenai gadis gila itu yg terus-menerus mengganggu nya setiap hari, namun akhir-akhir ini pria itu tidak mendapat kabar darinya tentu saja perasaan Raka jadi agak aneh. Perasaan yg tidak karuan.


Saat ini dalam sebuah gudang usang tempat tongkrongan para geng Abius , tepat pada jam 23:00 malam. Raka terlihat tengah merenung memikirkan gadis itu. Ia memegang ponsel menatap dengan harapan mendapatkan notifikasi dari key.


"Apa aku yg harus menelpon?" Gumam Raka menatap ponsel dengan serius


"Tidak Tidak!"


"Aku yakin gadis gila itu akan menelpon ku sebentar lagi" ucapnya penuh keyakinan


1 jam kemudian. dia masih belum mendapatkan notifikasi apapun dari gadis itu, teman-teman nya sampai bingung melihat Raka hanya diam menatap ponsel sangat lama, bahkan sudah sangat lama. Mereka memberi kode pada Roy agar bertanya ada apa dengan ketuanya itu. Roy langsung mengerti dan segera melakukan apa yg mereka minta

__ADS_1


"Raka!" Panggil Roy


"Iya?" Responnya lambat


"Kau kenapa?"


Raka terdiam sejenak kurang fokus mencoba mencerna dengan benar ucapan Roy


"Apanya?" Tanya balik Raka


Roy berdecak lalu disusul dengan helaan nafas berat


"Kenapa kau hanya diam sedari tadi? Itu seperti bukan dirimu saja" jelasnya


Raka akhirnya baru mengerti.


Aduh.... key benar-benar sudah mengganggu isi pikiran pria ini sampai-sampai membuat nya tidak fokus. Mungkin kah es dingin sudah mulai meleleh?


"Oh! Aku sedang menunggu kabar dari seseorang melalui ponsel" ucapnya sambil menggoyang-goyangkan ponsel lantaran gugup malu tak berani memberi tau bahwa sebenarnya ia sedang menunggu kabar seorang gadis.


Roy menyipitkan mata tersenyum jahil


"Apakah itu seorang wanita?" ucapnya mengejek sambil menaikkan alis beberapa kali


Raka menggaruk tengkuk semakin salah tingkah. ia kembali menaruh ponsel ke dalam saku celana tak menjawab pertanyaan Roy.


"Wah benarkah" saut mereka terkejut


Teriakan Roy membuat bising satu ruangan. Raka hanya menggeleng kepala memijat kening dengan tingkah teman-teman nya.


Di sisi lain, kamar key. Terlihat dia sedang menatap ponselnya menunggu kabar dari pria yakni Raka sendiri.


Key berdecak cemberut kesal


"Si pacar kenapa tidak meneleponku sih!" oceh key


"Setidaknya kabari aku walau hanya lewat chat WhatsApp!"


Gadis ini mendengus sangat jengkel. meletakkan ponsel dengan kasar di atas kasur lalu dengan berat hati kembali tidur.


*Bunyi ponsel key berdering tiba-tiba


Key dengan gerakan cepat meraih ponsel. menatap siapa yg sedang menelepon nya. senyuman harapan gembira di bibirnya perlahan memudar setelah melihat nama yang tertera disana bukanlah nama Raka melainkan Aditya


"Halo!" ucap nada berat keluar dari mulut gadis itu

__ADS_1


"Key key key, cepat kemari!"


"Ha?"


"Cepat saja kemari, aku butuh bantuan mu"


"Ada apa sebenarnya? aku tidak akan kesana tanpa mendapat alasan dengan jelas"


"Aduhh......aku sedang mendapat musibah ini"


"Musibah apa?"


"Mobil ku mogok, dan tidak ada nomor yg aktif selain nomor mu"


"Pffttttt!!"


Key bukannya bersimpati, ia malah tertawa keras mendengar sahabatnya mendapat musibah.


"Isss kenapa kau tertawa!?"


"Maaf maaf" jawabnya sembari masih mencoba menahan tawa


"Cepat kemari!!" ucapnya serius


"Maaf sebelumnya Adit sahabat ku tersayang, ini sudah larut malam aku tidak bisa keluar di larut malam begini" Ucapnya mengambil alasan


"Key kumohon cepat kemari, Disini gelap dan tak ada rumah satu pun" ucapnya memohon


"Ihh!! kau ini jantan atau betina!" sentak key tiba-tiba tidak percaya lelaki itu ketakutan di kegelapan


"Lalu aku harus bagaimana!?"


"Itu sih deritamu"


"Key,serius sedikit kenapa sih ah!"


"Hahaha ok ok, aku akan segera kesana. sementara dalam perjalanan, kau jangan pernah menengok ke belakang ya"


"Kenapa?"


"Karena jika kau menengok kau akan melihat banyak kepala bergantungan di belakang mu" jawabnya menakut-nakuti


Tut! Tut!


Key mengerutkan kening menatap ponsel saat melihat telepon sudah di tutup duluan oleh Adit.

__ADS_1


"Di pasti ketakutan sekarang" gumam key sangat yakin dan merasa puas


Key keluar dengan mengendap-endap tidak ingin ketahuan oleh orang tuanya. Sedangkan Pat satpam, dia hanya bisa menuruti kemauan tuan rumahnya. walau orang tua key memerintahkan nya untuk mencegah key keluar larut malam, tapi hari ini dia dengan terpaksa membukakan gerbang sebab alasan key sangat mujarab atau sangat bisa dipercaya.


__ADS_2