Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 29 Menguntit sukuna


__ADS_3

Ivan terlonjak kaget dengan respon polisi tersebut. ia menghela berat merasa sangat buang waktu jika meladeni polisi ini terus. Saat ketika Ivan kembali menoleh ke arah samping mencoba mengecek gadis itu, namun sayangnya gadis itu sudah tidak di sana. itu membuat ivan sampai syok seketika


"sial! Mati gue!" ucapnya memegang kepala dengan kedua tangan sehingga membuat dokumen yg ia pegang terjatuh


"Si cewe tadi kemana!?" tanya Ivan entah pada siapa


Ivan mengamati sekeliling untuk mencari Gadis itu, namun ia tak menemukannya. Ivan tak bisa menemukan nya hanya dengan pengamatan kedua bola mata nya, dia harus mencari ke seluruh tempat dengan menggunakan kaki dan seluruh anggota tubuhnya. Namun sebelum itu.....


"hei! parkir motormu dengan benar dulu!" bentak polisi tersebut membuat Ivan semakin pusing


Dengan masalah yg melanda, dan rasa cemas di dalam dirinya, semakin membuat Ivan pusing, di tambah masalah dengan polisi itu terus saja membentaknya. keadaan mengharuskan dirinya Untuk memindahkan motor Raka ke parkiran terdekat terlebih dahulu untuk menghindari Denda yg berlipat ganda.


Setelah parkir, Ivan membayar denda tilang. memberi uang di dompet yg hanya berisi 300 san saja. Itu bahkan tak cukup untuk membayar denda. Lantas Ivan harus apa sekarang? kalau begini, dia tak akan bisa mencari gadis itu secepat mungkin sebelum dia menyelesaikan masalah yg satu ini. berfikir! berfikir!


Tdeng!! 💡 Muncul lah ide dalam otak Ivan yg kecil


"Pak! eh maksudku Bu polisi. Bisa ga bantuin saya laporin kasus mendadak?"


"Kasus apa?"


"Kasus tentang teman cewe saya yg hilang"


"Boleh,kapan dan dimana kejadian terjadi?"


"Disini Bu. barusan aja. masa Bu polisi ga ingat sih, tadi loh, cewe yg tadi itu loh, yg.... yg cantik jelita itu, yg berdiri disamping saya tadi" jelas Ivan kurang detail bahkan memberi penjelasan yg tak jelas


Bu polisi sampai bingung sendiri memikirkannya.

__ADS_1


"Apa kau punya fotonya?"


Ivan tak berkutik. Berdiam seperti patung saat mendengar pertanyaan itu. ia kenal gadis itu saja tidak, apalagi fotonya.


Ia baru bertemu gadis itu tadi, jadi bagaimana mungkin ivan bisa memiliki foto gadis tersebut. pria itu kembali tak bersemangat ketika mengingat Ide nya sama sekali tak berguna saat ini. Tak ada gunanya dia berfikir keras tadi.


"Ga punya. saya ga punya fotonya. Yaudah lah Bu polisi, laporan nya ga jadi deh" Ucapnya lalu berjalan bermaksud ingin pergi namun langkah nya terhenti kan lantaran tarikan dari Polisi itu


"Ehh!! mau kemana? bayar denda dulu" bentaknya lagi


Ivan memukul kepala baru ingat akan hal itu


"Bu polisi maaf nih yah, bukannya saya bohong, saya memang lagi ga punya uang, uangnya cuman segini, 300 ribu doang, kan ga cukup"


"Ahh Jangan mengada-ngada, cepat berikan saja uangnya" balasnya kurang percaya


"Nih nih! liat! Cuman ada 300 rebu kan?" ujar Ivan sambil memperlihatkan isi dompetnya


Bu polisi menggaruk kepala yg tak gatal setelah melihat isi dompet anak muda ini benar-benar tak memiliki isi selain uang 300 rb dan kartu identitas lainnya.


"Gimana? udah percaya?"


Polisi wanita tersebut hanya mengangguk


"Tapi kau harus membayar denda tilang" Ucap sang polisi mengingatkan


Ivan bernafas jengkel lalu berdecak satu kali

__ADS_1


"Yaudah!! gini aja deh. gimana kalau Lu kurangin aja Dendanya dari 500 ribu jadi 300 ribu" ucap Ivan sudah lelah menggunakan bahasa Baku dan bersikap sopan terus-menerus sedari tadi. Orang ini polisi mulut nya ngajak nya tawuran bukan debat. Orang mana yg akan sabar coba.


"Mana bisa begitu!" Bentak polisi lagi dan lagi


Ivan terdiam menatap kosong,sudah lelah mendengar setiap jawaban polisi itu selalu tak mau mengalah


"Jika bisa begini, bisa begitu ~ jika bisa begini, bisa begitu ~" Bukannya cari jalan keluar lain, Ivan malah bersenandung mengejek


Sementara di sisi lain. Raka masih mengikuti ayahnya dari kejauhan, dan Raka diikuti oleh key dari jarak belakang. Gadis itu tak ingin dirinya sampai ketahuan oleh Raka bahwa dia tidak menunggu di motor sama sekali, melainkan malah mengikuti Raka. itu karena key tahu, Raka pasti akan marah padanya dan menyuruhnya untuk kembali jika pria itu sampai tau.Tck!! boro-boro ingin kembali, dengan rasa penasaran yg key yg meronta-ronta? Tidak mungkin dia akan kembali menunggu disana bersama pria itu, ga selevel tau ga sama key!


Key sih bisa dibilang berjarak sangat dekat dengan raka, hanya saja pria itu yg tak sadar dengan kehadiran key sebab dia terlalu fokus pada ayahnya.


Sampai saat Mereka bertiga sudah jauh dari permukiman kota, Sukuna masuk ke area banyak rumah yg berjejeran yg tak memiliki penghuni. Sukuna masuk ke salah satu rumah Tua yg tak berpenghuni itu.


Raka benar-benar menghabiskan banyak waktu berjalan kaki hanya untuk mengikuti sukuna,sedangkan key....dia merasa sudah sangat lelah, sampai-sampai jalannya menjadi melambat seperti siput gara-gara itu. dia sempat ingin menyerah sih. namun di kala ia memikirkan Raka, itu membuat nya bangkit kembali. hanya dengan memikirkan Pria itu, semangat key bisa kembali terisi penuh. Ya itu karena ini memang menyangkut keselamatan Key sendiri, sebab jika kehilangan jejak Raka, dia bisa-bisa tersesat di kerumunan rumah tua itu.


Tapi kalau tersesat nya hanya berdua dengan Raka? Key sih tidak keberatan hehew.


Melihat ayahnya masuk ke dalam rumah tua, Raka semakin curiga, dan ingin mengutip sampai ke dalam sana, namun itu tak semudah yang Raka pikirkan, sebab ada beberapa orang yang menjaga di luar. dengan orang yg berjaga disana membuat Raka jadi tak bisa menguping pembicaraan. Logika aja, kan ga mungkin juga sukuna masang banyak dinding atau penjaga di luar kalau dia hanya sendirian di dalam sana. Pastilah ada pembicaraan penting yg tak boleh didengar orang lain sehingga membuat nya menyewa beberapa orang untuk berjaga di luar.


Raka mencoba untuk ke belakang rumah tua itu, berharap tak ada yg menjaga di bagian belakang sana. Tapi ternyata tidak lagi. Tetap saja ada orang disana, itu membuat Raka kehabisan ide.


Sementara key, dia tengah serius menguntit Raka dari jarak yg tak begitu jauh. Secara tiba-tiba tengkuknya merasa geli, seperti ada sesuatu disana. Saat mencoba mengecek dan menggapainya menggunakan tangan.....


"Arghh!!" Teriak key kelepasan


Raka yg paling dekat dari sana refleks berpaling ke belakang mendengar suara itu, termasuk juga orang-orang yg tengah berjaga. setelah mendengar suara teriakan dari celah rumah lain yg tak berpenghuni membuat beberapa dari mereka jadi merinding ketakutan ketika mengingat film film horor di tv.

__ADS_1


__ADS_2