Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 35 Memulai rencana


__ADS_3

Pembunuh bayaran yg ingin ia kunjungi ialah orang yg bertemu secara rahasia bersama ayahnya kemarin. Dia merasa sangat senang karena telah mendapatkan bukti walau itu belum cukup untuk menyeretnya ke kantor polisi. Firasatnya tak membohongi dirinya. Mimpi itu benar-benar suatu petunjuk yg diberikan padanya.


Bagaimana dia bisa mengetahui rumah pembunuhan bayaran itu? Tentu itu tidaklah mudah. ia mendapatkan alamat dengan susah payah.


Flash back ~ (Kembali ke waktu sebelumnya)


Waktu ia membatalkan janji makan siang bersama Keluarga Key, ia pulang dengan buru-buru untuk mencari alamat Pembunuh Bayaran itu. Mumpung Si Nenek Lampir sedang Shopping di luar. Ia pun bisa dengan bebas mencari dan mengobrak Abrik kamar Sukuna yakni Ayah nya sendiri.


Setelah susah payah mencari, ia menemukan sebuah secarik kertas yg tertulis surat tangan Dari seseorang. Raka menarik ponsel dari saku dan memotret Kertas itu. Entah itu akan berguna nanti nya atau tidak, itu bisa menjadi urusan belakangan


Sejauh ini, Raka belum menemukan satu pun bukti selain secarik kertas surat itu. Raka mendesis sangat kesal lantaran tak bisa menemukan Bukti apapun dari kamar Sukuna.


"Di mana sebenarnya si Bangka tua itu menaruh bukti!?" sahut nya mengacak-acak rambut


Namun Raka belum juga menyerah. ia harus menemukan bukti secepat mungkin walaupun hanya Sedikit saja. Ia mencari sangat susah payah. Kamar Sukuna saat ini sangat berantakan lantaran Raka yg mengobrak Abrik kamar nya.


Setelah memeriksa semua sudut kamar dan tak menemukan apapun juga, membuat Raka mengemas kembali semua barang yg berantakan itu.


"Dia cukup ahli menyembunyikan sesuatu" gumam Raka kesal sambil mengemas


Tetapi untuk lebih berjaga-jaga lagi, Raka mengambil kunci candaan dari laci meja kamar Sukuna.


*******


Malam hari Tepat pada pukul 21:34 malam. Di sebuah balkon kamar, Lisa tengah berdiri merenung memandangi langit-langit yg penuh dengan bintang. Sesekali angin sepoi-sepoi berhembus perlahan mengenai wajahnya dan tubuhnya yg hanya berlapis kain tipis saja.


Ia tak merasakan sejuk nya angin malam sebab merenungkan sesuatu. entah masalah apa yg membebankan pikiran sampai-sampai seperti itu.


Sukuna saat keluar kamar mandi, ia melihat istrinya tak berada di ranjang, melainkan berada di luar balkon.


Sukuna perlahan berjalan mendekat. Tangannya masuk dari kedua sisi pinggang Lisa, ia memeluk lembut dari belakang dengan meletakkan kepala di atas bahu Wanita itu.

__ADS_1


"Apa yg kau pikirkan sayang?" Bisik pria itu


Wanita ini memegang tangan sukuna lalu menjawab....


"Rekening ku sudah kosong sayang" jawab Lisa manja


"Gampang. jika kosong tinggal aku isi lagi"


"Aaaaa Thank you darling"


"Tapi...." gumam Sukuna sembari melepaskan pelukan lalu menarik perlahan wanita itu naik ke atas ranjang.


Lisa dengan cepat tanggap langsung mengerti akan hal itu. ia menarik sukuna dengan agresif lalu memulai dengan memberi satu kecupan di pipi. mukbang🗿


Dalam malam yg panjang dan letih itu. di kamar sepasang suami-istri, sukuna dan Lisa terlihat sudah tertidur sangat lelap setelah melakukan olahraga Malam.


Dengan tidurnya mereka berdua, Raka mengambil kesempatan untuk menyelinap masuk ke dalam sana. ia masuk menggunakan kunci cadangan. ia mengendap-endap mencari ponsel Pria itu.


"Sudah tua, tapi masih melakukan hal itu" ucap Raka dalam hati merasa jijik kemudian melanjutkan kembali mencari ponsel


Untungnya ponsel itu bisa Raka temukan dengan cepat. ia meraih ponsel dengan hati-hati dari atas meja lalu membuka ponsel dengan memasukkan password lama yg sukuna gunakan, dan ternyata berhasil, tidak Raka sangka ternyata password ponsel ayahnya itu tak pernah iya ubah walau Ponselnya Terus ia ganti. keberuntungan berpihak padanya.


Ia mencoba memeriksa setiap nama dari kontak ponsel sukuna. Ia mencari Nama orang yg bersama sukuna saat mengobrol di rumah tua waktu itu. sukuna saat mengobrol di sana ia juga menyebutkan nama Orang itu, maka dari Raka bisa tau.


Pria ini pun menemukan nya, tapi untuk mencegah kekeliruan, ia mencoba mencari di pencaharian bahwa apakah ada nama yg sama dari kontak ini. Jika ada, Raka bisa-bisa salah orang nanti. Tapi ternyata untungnya tak ada, Hanya ada satu nama itu, dan tak ada sama nya.


Tanpa menunggu lama lagi, untuk lebih cepat lagi, ia memilih memotret nya saja dibandingkan mencatatnya.


Ckrek!! Bunyi jepretan kamera ponsel Raka berbunyi dengan keras membuat Sukuna terbangun setengah sadar. Raka refleks segera menunduk bersembunyi di balik ranjang.


Saat keadaan mulai aman, Raka kembali menaruh ponsel di atas meja lalu mengendap-endap keluar. ia mengunci pintu sangat hati-hati. Pria ini menghela nafas lega setelah melalui semua itu tanpa ketahuan.

__ADS_1


Berakhirnya Flash back ~


Dan seperti itulah kira-kira. Untuk mendapatkan alamat pria yg Raka sebut pembunuh bayaran, ia hanya perlu melacak lokasi nya menggunakan nomor yg telah ia dapat. Gampang kan.


Motor Raka melaju di jalan raya mengikuti setiap petunjuk yg diberikan Ponsel untuk menemukan lokasi pria itu. Dan pada akhirnya sampai juga di tempat tujuan.


Raka mengetuk pintu menunggu seseorang membukakan pintu untuknya.


Cklek! Pintu terbuka


Pupil mata Raka perlahan membesar terkejut ketika melihat wajah pria yg membukakan pintu tidak lah sama dengan wajah orang yg ia lihat bersama ayahnya waktu itu. Jelas-jelas Wajah mereka terlihat sangat berbeda. Tapi bagaimana mungkin? Apa Raka melakukan kesalahan?


Raka merasa gelisah memikirkan itu, namun ia tetap mencoba menyembunyikan kegelisahan itu dalam dirinya.


"Siapa?"


"Maaf pak, saya ingin bertanya, apa benar ini rumah Aryan arbani?"


"Bukan, anda salah orang"


"Oh. Maaf. kalau begitu saya permisi dulu"


"Baik"


Raka berbalik dan berjalan dengan Pikiran yg Ling Lung. ia merasa sangat bingung akan hal ini, bagaimana mungkin dia salah orang, dia Jelas-jelas mendengar Sukuna menyebutkan nama orang itu dengan sangat jelas.


Pria ini pulang membawa harapan kosong. ia mengendarai motor dengan merenung kan itu. ia bahkan sesekali hampir tertabrak mobil karena tak fokus berkendara. Raka juga terus mendapat ocehan dan keluhan dari berbagai orang yg hampir ia tabrak, tapi ia tak mempedulikan nya. bahkan tak meminta maaf.


Ia saat ini bermaksud untuk kembali ke rumah. namun karena ketidak fokusan nya itu membuat nya melakukan kesalahan....


Ia menghentikan motor di pekarangan rumah Keysa laudya lestari yg ia pikir ia telah memarkir motor di rumah nya sendiri. ia baru sadar akan semua itu ketika mengamati sekeliling. ketika menyadari semua berbeda dari rumah dia sebelumnya,dia mulai merasa bingung sendiri. kenapa dia bisa sampai ke rumah Gadis itu, padahal jelas-jelas ia pikir dia sudah memarkir Motor di pekarangan rumahnya.

__ADS_1


Raka menggaruk kepala yg tak gatal tambah linglung.


__ADS_2