
Sangat menikmati kebersamaan sampai lupa dengan status mereka yang tak memiliki hubungan, namun bertingkah seperti dua pasang kekasih.
*****
Key dan Raka setelah puas bersenang-senang, mereka mampir di sebuah penjual es krim kecil-kecilan. Membeli es krim dan duduk santai menikmati es krim berdua di bawah pohon yang rindang. Kebetulan di bawah pohon ada kursi yang bisa ditempati istirahat sejenak.
"Mulut mu belepotan es krim" Ujar Raka pada key
"Benarkah?"
"Ya"
"Bagian mana?" Tanya key sibuk meraba-raba bagian bibir
"Disana" Tunjuk Raka
Gadis itu sedikit condong ke depan "Tolong bersihkan" ucapnya
"Aku tidak membawa tisu ataupun kain" jawab Raka bingung ingin membersihkan dengan apa
Gadis itu menghela nafas "Yasudah, biarkan saja belepotan" ujar key tidak peduli kemudian melanjutkan kembali menyantap es krim
"Tunggu sebentar, aku akan kembali" Sahut Raka tiba-tiba beranjak dari duduk, menjulurkan es krim miliknya untuk dipegangi lalu bergegas pergi entah kemana. Gadis itu ingin bertanya ingin kemana pria itu, namun mulutnya yang penuh dengan es krim membuat tak bisa berkata-kata sehingga menundanya untuk bersahut walau hanya satu kata pun.
Tak lama setelah itu, Raka pun kembali dengan membawa berupa sekantong plastik di tangan, yang isinya dua botol air mineral dan tisu kering.
"Ini es krim mu" Kata key seraya menyodorkan es krim milik Raka yang terlihat sudah hampir meleleh
Sejenak merasa sudah tak nafsu melihat es krim yang hampir keseluruhan meleleh membuat Raka enggan untuk menyeruput nya. Yang ada nantinya hanya akan membuat belepotan. Raka mendorong tangan key pelan
__ADS_1
"Buang saja" Ucap pria itu
"Ok" Patuhnya membuat di sembarang tempat
Melihat key masih belepotan dengan es krim meniatkan Raka untuk segera membersihkannya. ia meraba isi kantong plastik dan meraih tisu.
"Ini, bersihkan mulut mu" Ucap Raka sembari menyodorkan satu dua lembar tisu.
Tanpa protes, Key langsung meraih tisu tersebut "Terima kasih" Ucap nya baru kemudian mulai membersihkan semua bagian yang dirasa belepotan.
Baru setelah itu mereka pun meneguk air mineral untuk menghilangkan rasa dahaga dan rasa manis di mulut dan tenggorokan. Sangat tak enak rasanya mulut dan tenggorokan ini tanpa minum air putih setelah menyantap es krim.
"Ini sudah hampir sore, ayo pulang" Sahut dan ajak Raka sembari berdiri dari duduk dan mendekat ke motor sport nya.
Bukankah segera naik di motor, key malah diam duduk tak bergerak sedikit pun dari tempatnya. Pria itu menghela berat. melihat gadis itu terlihat tak bersemangat membuat Raka yang tadinya sudah naik di atas motor bersiap untuk memakai helm terpaksa harus kembali meletakkan helm nya dan kembali menghampiri key.
Raka jongkok tepat di depan gadis itu duduk, ia sedikit mendongak untuk menatap wajah key yang setengah menunduk lesu.
"Aku tidak ingin pulang" Jawab gadis itu tiba-tiba bertingkah laku layaknya anak kecil
"Kenapa kau tidak ingin pulang?"
"Aku tidak ingin jauh dan berpisah dengan mu"
Raka terkekeh sejenak mendengar ucapan key yang seakan-akan seperti dia akan mati saja sampai mengatakan berpisah
"Kau ini, masih ada hari esok dan seterusnya, kenapa kau mengatakan ini berpisah" Ucap pria itu merasa geli hati
Gadis itu terdiam sejenak semakin memperlihatkan wajah tak bersemangat
__ADS_1
"Waktu itu aku sempat mendengar pembicaraan ibuku, dia mengatakan kalau dia bertekad untuk tetap tak merestui hubungan kita" Ucap key tak bersemangat
Sembari bercerita, Pria itu merasa ia harus mendengarkan lebih baik, maka dari itu dia pun memilih kembali duduk tepat di sebelah key seraya mendengar dengan baik. Key menolehkan badan sedikit ke samping menatap Raka dengan penuh kesedihan.
"Ayo kita kabur saja" Sahut key tiba-tiba sangat berinisiatif dengan ucapannya sehingga membuat pria yang tengah mendengar dengan seksama itu menjadi tertegun tak percaya
"Kau masih waras?" Ucap Raka disusul dengan key berdecak malas
"Waras lah" jawab gadis itu lantang
"Lantas kenapa mengatakan itu, orang tua mu akan khawatir jika kau melakukan itu. Lagipula kau ingin kabur kemana? dan kenapa kau ingin kabur?" tanya Raka sekaligus tak peka
Gadis itu dibuat diam lagi dan lagi oleh sikap pria itu yang selalu tak serius setiap membahas tentang perasaan. Key sempat berfikir, dia mungkin hanya dianggap sebagai mainkan bagi pria ini dengan sikap nya yang tak serius setiap mengungkit tentang cinta.
"Dasar pria tak peka. Jadi akhir-akhir ini dia mengajakku kencan,ciuman dll untuk apa? sebenarnya dia menganggap ku apa? sampai jika aku mengatakan hal dan kode sekeras dan se-rinci pun ini dia masih tak paham-paham juga. Otak nya rusak atau bagaimana" Oceh dalam hati gadis itu
"Berhenti lah diam seperti itu, sangat menakutkan jika kau diam tak berbicara" Sahut Raka
"Sebenarnya kau menganggapku apa?" Tanya key dengan tatapan kosong wajah datar
"Kenapa menanyakan itu tiba-tiba?" Bukankah menjawab malah menanyai balik
"Jawab jujur, sebenarnya kau menganggap aku apa?" tanya key kali ini dengan seriusnya
Mendengar pertanyaan gadis itu yang Raka rasa semakin aneh dan buang-buang waktu membuat nya malas untuk menjawab.
Untuk Raka yang belum sepenuhnya mengerti hal tentang cinta dan tak tau bagaimana cara menjaga perasaan wanita, membuat nya pribadi mengira pertanyaan itu tidaklah penting sama sekali baginya.
"Key, jangan menanyakan hal tidak penting ayo pulang-" Ucap pria itu sambil menarik tangan Key namun dengan cepat gadis itu menghempas tangan Raka.
__ADS_1
Raka semakin bingung dengan sikap gadis ini. Perubahan susana hatinya cukup cepat berubah. Padahal tadinya baik-baik saja, kenapa sekarang jadi marah.