Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 62 Pria polos


__ADS_3

Pupil mata Raka membulat sempurna disaat matanya bertemu dengan tatapan key. lagi-lagi ia memalingkan wajah bersama dengan tubuh menghadap sedikit ke samping untuk menghindari kontak mata dengan gadis tersebut.


Kening key berkerut bingung. ia kemudian beranjak dari duduk dan berpindah ke sisi lain tempat Raka menghadap.


"Raka, ada apa? kenapa kau seperti menghindar, apa kau jadi ingin menjauhiku setelah semua ini" sahut key sedikit cemas bahwasanya akan pria itu meninggalkannya


"T-tidak!" jawab Raka gagap sembari menggelengkan kepalanya dengan cepat


"Lalu?" tanya key menatap sendu


Melihat tatapan gadis itu terlihat menyedihkan membuat Raka semakin serba salah untuk berucap. ia semakin takut ucapan selajutnya akan membuat gadis itu sakit hati lagi.


Bibir mencoba berucap untuk mengatakan sesuatu agar bisa menjawab, namun pria itu masih kebingungan sehingga bibirnya hanya bisa bergerak a i u e o. Mulut Key pun ikut bergerak mengikuti, greget melihat kakunya Raka mencoba untuk menjawab.


Sehingga akhirnya key berdecak malas. Menunggu Raka yang sedari tadi hanya gelagapan tak menjawab membuat gadis itu bosan menunggu.

__ADS_1


Key menghela berat "Kau ini kenapa? tiba-tiba jadi bisu seperti itu?" tanya key pasrah


"Eeeee...sebenarnya aku takut menjawab. a-aku takut ucapan ku akan membuat mu sakit hati dan menangis lagi, maka dari itu aku hanya memilih diam saja" akhirnya dijawab jujur setelah sekian lamanya diam


Menahan nafas terkejut mendengar perkataan pria itu yang key tidak percaya. Dia yang biasanya selalu dingin dalam ucapan dan tak peduli sama sekali, sekarang berbalik menjadi peduli. pikir key, apa ini artinya Raka benar-benar serius dengannya sekarang.


Kedua tangan gadis itu tiba-tiba memegang pipi Raka dengan menatap serius. Deg deg! jantung Raka semakin berdenyut kencang. perasaan dan sensasi aneh selalu bermunculan secara bertahap sejak key terus menyentuhnya. Seingat Raka, padahal hari-hari yang ia lalui kemarin-kemarin bersama gadis itu, sensasi dan perasaan aneh seperti sekarang ini tak pernah muncul sama sekali, tapi kenapa sekarang jadi begitu berbeda.


"Apa kau sakit?" tanya key masih menatap serius serta masih tidak percaya dengan ucapan Raka yang mengatakan bahwa ia peduli akan perasaan key.


"Kalau begitu apa otak mu jadi tergeser setelah tamparan dari ibuku tadi sampai membuat sikap mu berubah se-drastis ini?" ujar key semakin mengada ngada


Secara bersamaan hidung dan kening Raka berkerut mendengar pertanyaan konyol dari key yang tidak masuk akal sama sekali.


"Apa yang kau bicarakan. Tidak mungkin otaku tergeser hanya karena tamparan itu" ucap Raka mencoba bernada lembut

__ADS_1


Wajah key semakin ia dekatkan dengan menatap serius sembari kedua tangan masih memegang wajah Raka, namun justru Raka malah berusaha untuk menjauh kan wajah lantaran tak ingin terlalu dekat dengan key.


"J-jangan terlalu dekat...." sahut Raka kembali gugup


Key yang semakin mendekat semakin membuat pria itu merona malu dan gugup, membuat kening gadis itu berkerut berpikir keras semakin yakin, pria ini pasti sudah mulai jatuh cinta dengannya sampai raut wajahnya berubah merona seperti itu setiap ia mendekat.


Masih menatap diam pria itu dengan begitu teliti, sampai ada akhirnya key pun melepaskan tangan yang sedari tadi terus menempel pada wajah Raka. wajah serius tadinya kini berubah menjadi mimik wajah sombong dan percaya diri.


"Sudah tidak diragukan lagi, kau sudah jatuh cinta dengan Keysa laudya lestari" ujarnya dengan percaya diri memberi pendapat asal dari lubuk hatinya


"Jatuh cinta?" gumam Raka bertanya-tanya


"Yah!" Jawab penuh semangat dan percaya diri


Pria itu yang tak mengerti apa itu cinta membuat nya lagi-lagi diam. ia menggaruk pelipis kebingungan sendiri.

__ADS_1


"Cinta itu apasih? bisa kau jelaskan?" tanya Raka bak orang bodoh mempertanyakan soal pelajaran matematika yang tidak dimengerti


__ADS_2