
Raka pergi setelah membuat masalah tanpa meminta maaf. Key hanya bisa melihat punggung pria itu perlahan menjauh darinya,entah kenapa dia tidak berani untuk menghentikan nya kali ini.
Sejak kejadian itu, Raka jadi sering berkunjung ke rumah key dengan tujuan untuk mencari tau tentang pria yg bernama Aditya itu. Ia terus bertanya, dan key pun hanya menjawab sejujurnya. Namun setiap jawaban dari gadis itu tak ada satu pun petunjuk yg bisa ia dapatkan. tentu dengan sering nya Raka berkunjung dan bertanya-tanya, key jadi bisa mendapatkan nomor telepon pria itu dengan mudahnya.
Lambat Laun ia berpikir, jika tak ada satu pun pernyataan tentang pria itu yg bisa membawanya menemukan jawaban, maka tak ada gunanya dia terus berkunjung dan bertanya pada gadis itu. Itu hanya akan membuat nya semakin stres.
Sejak pria itu tidak lagi berkunjung ke rumah key, membuat gadis itu gelisah. ketika dia pikir harapannya untuk mendapatkan hati Raka semakin dekat, justru saat itu juga seketika harapan nya langsung luntur setelah tak mendapat kabar dari pria itu sudah lama ini.
****
Mobil Raka berhenti di sebuah rumah yg usang. Dia datang kesana untuk merekrut mengambil motor baru khusus satu lagi untuk ia gunakan balapan liar yg sudah ia pesan sejak hari pertama dia keluar rumah sakit. Ya kan motor yg lama sudah hancur karena kecelakaan waktu itu,dan Raka juga sudah menelantarkannya, menjualnya walau sudah menjadi bangkai motor, ya hitung-hitung untuk menambah uang.
Hari-hari yg ia lalui sejak kecelakaan, dia tidak lagi menggunakan sebuah motor sport hitam, melainkan menggunakan mobil pribadi untuk berpergian. Uang 100 juta yg ia titipkan ke Ivan tentu sudah cukup untuk membeli motor khusus dibuat dan didesain hanya untuk nya. Yg membuat motor seperti itu dulunya adalah ahli dalam jurusan otomotif dan juga sangat kreatif. Dia seorang pria paruh baya tinggal seorang diri di sebuah rumah usang yg terlihat tidak terawat.
"Pak apa sudah jadi?" Tanya Raka sambil mengamati sekeliling
"Kau ini, apa kau pikir mengerjakan hal seperti ini itu mudah dan cepat?"jawabnya sembari masih sibuk mengerjakan motor yg Raka tanyakan tadi
"Hahaha maaf pak" ucap Raka jongkok tepat di dekat pria itu.
"Tapi ini sudah lebih 2 pekan, apa masih lama?" tanya Raka kembali
"Oh, soal itu mungkin masih butuh 3 sampai 4 hari lagi. kau tau, paman sudah tua. tubuh paman sudah tidak selincah waktu muda dulu"
Raka terpaksa harus menganggur dan hidup hemat untuk saat ini. uang nya sudah hampir habis digunakan untuk foya-foya dll. balapan liar adalah satu-satunya hasil pendapatnya. jika dia tidak memiliki motor, dia tidak mendapatkan pendapatan sepeserpun.
Untuk berhemat, dia akan tinggal diam di rumah menggunakan waktu itu sebaik mungkin untuk berolahraga agar bisa meningkatkan kemampuan otot,dan kekebalan tubuh.
Raka berolahraga di dalam kamarnya, terlihat Raka sedang melakukan push up tanpa istirahat.
"26, 27, 28...." ucap Raka menghitung sembari terus push up
Di saat dia hampir saja mendapatkan rekor baru untuk push up nya, tiba-tiba saja ponsel yg terletak di saku celananya berdering sangat keras sampai-sampai membuat Raka gagal fokus dan akhirnya tubuh nya terjatuh tengkurap. Raka mendesis kesal lalu dengan kasar menarik ponsel dari saku celana
"Halo!"
"Halo pacar"
ketika mendengar suara gadis gila itu keluar dari ponselnya membuat Raka menjauhkan ponsel dari telinga, mengerutkan kening sembari meringis terlihat ketakutan mendengar suara key.
__ADS_1
"*Loh kenapa diam....apa kau masih disana Raka?"
"Halo! Halo*!
Tangan Raka refleks tanpa sengaja mematikan telepon kemudian mematikan daya ponselnya. Gelap! mati total tuh hp
Raka menghela nafas lega lalu melempar ponsel miliknya di atas tempat tidur kemudian melanjutkan olahraga nya.
Tak lama kemudian....
Ding!! Dong! Bel berbunyi.....
Rumah Raka kedatangan tamu spesial
"Den, ada gadis muda yg mencari den Raka. saat ini dia sedang menunggu di bawah" ucap BI Ira sedikit keras dari luar kamar
"Baik Bi, aku akan segera turun!" jawab Raka
Dengan terpaksa dia harus berhenti melakukan olahraga sebab ada seorang gadis yg sedang mencari nya. Raka turun menuruni tangga. kaget melihat gadis yg tengah duduk membelakanginya di ruang tamu. Raka berbalik badan perlahan mengendap-endap naik tangga bermaksud untuk kembali lantaran malas bertemu gadis itu
"Den!"
Gadis itu menatap mengamati Raka yg hanya berpakaian celana pendek sampai lutut dan kaos single berwarna hitam polos. sehingga membuat key semakin klepek-klepek melihat otot dan warna kulit putih pria itu bertebaran kemana-mana seperti mantra saja.
Raka berjalan santai menuju ruang tamu dengan diikuti oleh mata gadis itu.
"Raka duduk disini" bisik key memberi kode sembari terus menunjuk ke sampingnya
Raka hanya pura-pura tidak dengar dengan mata yg mengamati ke sisi lain selain arah gadis itu.
Key berdecak kesal
BI Ira bingung dengan kecanggungan sunyi ini.
"Kalau begitu saya permisi buat minum dulu" ucap BI Ira lalu kembali ke dapur
Mereka berdua hanya diam di tempat tanpa mengatakan sepatah kata pun. mulut mereka seakan terkunci. key yg cerewet pun ikut diam sebab pria itu hanya diam saja tidak merespon nya, seakan-akan menganggap gadis itu tidak ada. key berharap pria itu akan memulai pembicaraan terlebih dahulu.
BI Ira pun kembali dari dapur setelah membuat beberapa minuman. dia mendapati mereka berdua masih saling diam di sana.
__ADS_1
"Aku akan kembali ke kamar BI" ucap Raka tiba-tiba
Mata key langsung melotot menatap Raka
"BI! hentikan dia" perintah key Panik
Raka melirik sinis pada key. ia pergi meninggalkan kedua wanita itu acuh tak acuh.
Sekilas gerakan key tersegel dengan ego. tak lama setelah itu egonya menghilang. dia lalu berlari menyusul Raka yg masih berada di awal tangga.
"Raka!"panggil nya dengan kaku
"Ada apa?"
"Kenapa kau jadi cuek begini"
"Bukannya sejak awal aku memang begini" jawabnya tak peduli
"Issssssss"
"POKOKNYA AKU INGIN KAU MEMPEDULIKAN KU!"
"AKU TIDAK SUKA KAU BERSIKAP DINGIN!"
"KAU HARUS MENJADI PACAR KU!"
BI Ira melongo mendengar setiap perkataan gadis itu pada Raka. ini seperti pertengkaran antara dua pasang kekasih.
Raka diam menatap dengan wajah datar tanpa ekspresi
"Kekanak-kanakan" gumam Raka lalu berbalik kembali menaiki anak tangga
Key mendesis jengkel lalu menghentakkan kaki beberapa kali, sangking jengkelnya dia dengan sikap pria itu.
Brak!!
Terdengar tutupan pintu kamar Raka membuat key menatap sendu seakan ingin menangis. tubuhnya seketika langsung loyo lemas. ia membalikkan badan dengan loyo tidak semangat dan berjalan dengan lambat seperti siput
"BI aku pulang dulu ya, lain kali key kembali lagi" ucapnya dengan loyo sembari berjalan menuju pintu keluar
__ADS_1
"Baik nona" jawabnya sedikit tidak enak dengan gadis itu