Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 17 Memancing emosi


__ADS_3

"Wah wah! pagi pagi begini sudah berdebat saja" ucap ibu key yg tengah berjalan menuju ke arah mereka berdua


"Ibu"


"Hmm? Kalian mengobrol apa? Sepertinya menarik" tanya ibu key penasaran


"Sttttttt! Ini urusan antara kita berdua, orang tua dilarang ikut campur" ucap key bercanda pada ibunya lalu disusul tertawa kecil


Sang ibunda sedikit mengerutkan bibir mendengar perkataan anaknya


"Hanya bercanda ibuku sayang" ucap key memegangi kedua pipi ibunya


"Jadi kalian sudah jadian apa belum?" Tanya ibu key tanpa melihat situasi


Mereka berdua terdiam membatu ketika sang ibu bertanya hal seperti itu pada kedua anak muda ini yg Baru saja kenal 2 hari yg lalu


key menarik ibunya lalu menyondongkan tubuh berbisik di telinga wanita tersebut


"Ibu, ini baru 2 hari setelah aku mengenal nya. key butuh waktu untuk mendapat hatinya" bisik key


sang ibu hanya mengangguk paham lalu memberi jempol sembari tersenyum lebar pada putrinya, sedangkan Raka, ia hanya diam tidak peduli sama sekali dengan bisikan mereka.


"Baiklah, sebaiknya kalian mandi dulu lalu sarapan bersama" ucap sang ibunda


"Key! untukmu, gunakan air hangat untuk mandi, ibu akan menyuruh bibi untuk menyiapkan nya dulu. nanti setelah siap, kau harus segera mandi, jangan menunda-nunda" perintahnya


"Iya bu" jawab key


"Tante, maaf. tapi aku berencana untuk pulang lebih awal. jadi tidak perlu mandi ataupun sarapan disini" ucap Raka mengelak pembicaraan


Ibu dan anak berdecak bersamaan mendengar jawaban pria itu


"Nak, kenapa kau sangat keras kepala? apa salahnya jika kau mandi dan sarapan disini?"


"Hmm! betul!" ucap key mengangguk setuju


Raka menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Maaf sekali lagi, tapi aku memiliki urusan yg sangat penting untuk dilakukan"


Karena alasan Raka yg satu ini, dia pun mendapat izin untuk pulang,ya walau key sedikit berat untuk melepaskan Raka pergi. raka diantar oleh ibunda key sampai ke luar gerbang, bahkan wanita paruh baya itu menunggu sampai pria ini mendapat taxi untuk ia pakai pulang ke rumah.


sesampainya di rumah, pria itu pun masuk ke dalam dengan helaan nafas lega, dia merasa lega setelah pergi dari rumah gadis gila itu.

__ADS_1


Di dalam sana, saat Raka berjalan ia melirik ke arah sofa yg terletak di ruang tamu, terlihat sukuna dan Lisa tengah duduk di ruang tamu tersebut sambil menatap Raka dengan tatapan tajam, raka walau melihat mereka menatap dirinya seperti memiliki dendam, dia tetap berjalan santai tidak peduli akan kehadiran mereka. namun saat menyadari kehadiran BI Ira juga yg saat ini sedang berdiri menunduk seperti orang yg ketakutan membuat Raka jadi menghentikan langkah menatap BI Ira dengan simpati. ia lalu melanjutkan langkahnya menghampiri BI Ira.


"BI? kau tidak apa-apa?" tanya Raka


BI Ira tak menjawab, dia hanya diam dan terus menunduk ke bawah. Raka melihat jari wanita tua itu sedikit Tremor.


"Apa yg kau lakukan pada BI Ira?" tanya Raka lalu menoleh menatap sinis ke arah sukuna


Lisa melongo tidak percaya mendengar ucapan anak itu, apa dia sedang mimpi mendengar pria itu bicara pada kita?


"Kau bertanya pada tembok itu?" tanya balik Lisa memastikan


"Aku tidak sedang bicara padamu" ucapnya dengan bola mata yg kini menatap sinis ke arah Lisa lalu kembali menatap sukuna.


Lisa menutup mulut dengan satu tangan sembari menahan nafas semakin tidak percaya anak itu baru saja meliriknya dan bicara padanya.


"Mas, dia bicara padaku loh, bukan pada dinding" ucap Lisa meledek


"Diam kau nenek lampir!" ucap Raka sedikit lantang


BI Ira yg merasa bersalah dengan semua ini membuat nya memegang tangan Raka


"Den Raka sudah, bibi tidak apa-apa, mereka tidak melakukan apapun dengan bibi" Ucap nya mencoba melerai perdebatan mulut ini


Lisa mendengus menatap Raka dengan amarah


setelah ucapnya yg berhasil menyindir wanita itu, ia pun lalu melepaskan tangan BI Ira kemudian bergegas pergi, namun baru 1 2 langkah dari kakinya, dia sudah dihentikan oleh teriakan sukuna padanya


"Berhenti anak sialan!"


Raka menoleh kembali pada sukuna yg berteriak padanya menunggu ucapan selanjutnya keluar dari mulut pria paruh baya itu.


"Apa benar kau menghamili anak SMA?" tanya sukuna dengan nada menekan


"Tidak" jawab dengan santai


Brakk!!


Tangan pria itu memukul meja dengan sangat keras mendengar jawaban Raka


"Kau jangan berbohong! ayah sudah tau semuanya dari BI Ira!" ketusnya


Dengan disebut nya nama wanita tua itu, dia memejamkan mata ketakutan.

__ADS_1


"Lalu?"


"Dasar anak kurang ajar!" ucapnya geram kesal lalu berdiri bermaksud untuk menampar Raka


Saat tangannya melayang ingin menampar, Raka dengan mudah nya menepis tangan sukuna


"Memang kenapa kalau aku melecehkan gadis SMA itu? apa urusannya denganmu? apa peduli mu?"


Sukuna terdiam menggeram kesal dengan mengepalkan tangan.


"Kenapa kau diam!"


"Sebaiknya kau jaga nada bicaramu, jangan bersikap kurang ajar, Asal kau tau saja! aku hanya tidak ingin kau merusak nama baik keluargaku!!"


Raka menggertakkan gigi kesal,muak mendengar pria itu terus saja membahas kekayaan dan martabat nya, itu membuat raka mendorong ayahnya dengan keras


"Memangnya kenapa kalau aku kurang ajar ha!?? jika aku bersikap baik apa itu bisa mengembalikkan ibu!?" ketus raka


Tak ada jawaban, Raka jadi tertawa sendu melihat ayahnya hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan nya


"Lihat........kau diam lagi"


"Diam tidak akan pernah merubah apapun bahwa kau yg telah membunuh ibu dasar pak tua sialan!!" ketus Raka dengan nada menekan, mulut nya kehilangan kendali.


Semua tercengang terdiam melotot menatap Raka setelah pria itu mengucapkan kalimat yg tidak seharusnya ia ucapkan. termasuk Raka, Raka tertegun sendiri menyadari ucapan yg seharusnya ia tahan untuk tidak di ucapkan.


tetapi.....saat melihat mimik wajah ayahnya itu langsung berubah drastis, rasanya Raka jadi ingin lebih memojokkan pria ini, dia ingin melihat bagaimana respon nya.


"A-apa yg kau katakan?" tanya sukuna gagap mulai ketar-ketir


"Kenapa? kau takut aku Mengetahui semua itu?"


Sukuna menelan ludah dengan keringat dingin keluar dari wajahnya, Raka tersenyum menyeringai melihat respon ayahnya


"Kau terlihat ketakutan pak" ejek Raka


"T-tidak" jawab sukuna lantang namun gugup


"Lalu kenapa kau berkeringat? disini ada AC loh" ucap Raka semakin memojokkan pria tua itu


sukuna refleks menghapus seluruh keringat dingin yg bercucuran di wajahnya. pria paruh baya itu sebab tidak ingin terpojokkan oleh setiap ucapan anak itu padanya membuat nya terpaksa pergi meninggalkan mereka bertiga, walau urusan nya belum selesai dengan Raka dia tetap harus pergi,jika tidak entah apa yg akan terjadi selanjutnya. Lisa yg melihat suaminya bergegas pergi dia pun hanya ikut mengekor di belakang sukuna.


melihat ekspresi dan tingkat ayahnya, Raka jadi semakin yakin bahwa mimpi yg ia dapat saat di rawat di ruang ICU bukan hanya sekedar mimpi, itu mungkin benar-benar fakta.

__ADS_1


__ADS_2