Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 55 Makan siang bersama


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kabur kedua anak muda ini. Salah satu dari mereka tak pernah berhenti tersenyum. Key, dia kerap terus tersenyum setelah dibawa kabur seperti ini, pikirnya ini semacam di drama-drama lain, dengan tokoh utama pria membawa lari pengantinnya sebab tak direstui oleh orang tua sang gadis. Gadis itu meringis sangat bahagia, sampai tak sadar ia memeluk erat pada perut Raka.


Pria itu mengalami sensasi lain tiba-tiba ketika key memeluknya "Kau menggodaku?" Tanya Raka tiba-tiba namun tak terdengar jelas oleh Key.


Bahkan gadis itu tak mendengar apapun selain suara motor dan angin yang berhembus kencang di sebabkan motor yang melaju dengan kecepatan tinggi.


*****


Pria itu membawa Key ke sebuah tempat makan. Kini mereka sudah siap untuk makan siang berdua di sebuah Restoran kecil. Raka dengan romantis nya menarik Kursi mempersilahkan gadis itu duduk layaknya ratu yang tengah di layani. Namun bedanya, Raut wajah Raka masih tetap datar dan tak mengatakan sepatah kata pun. Raka beranjak duduk di kursi kosong tepat berhadapan dengan Key, dan di tengah-tengah nya terdapat Kursi bulat yang begitu sederhana.


Raka membuka halaman menu restoran yang sudah tersedia sejak dulu di atas meja bulat. pria itu mulai melihat lihat daftarnya "Kau ingin memesan apa?" Tanya Raka pada Key


Bukannya menjawab, Key malah menatap Menekuk wajah, ditahan dengan satu tangan. Key menatap Raka sembari senyam-senyum sendiri.


"Ada apa dengan mu?" Tanya Raka bingung


Jika kalian pikir gadis ini sedang melamun sampai tak menjawab, kalian salah. Key masih mendengar jelas kok setiap Ucapan dari crush nya ini, Hanya saja dia masih ingin menikmati pemandangan indah yang ada dihadapannya.


"Key" panggil Raka melambai-lambai kan tangan tepat di depan wajah gadis itu


Key menangkap tangan Raka dan menariknya. Raka sempat terkejut dan salah tingkah "Coba kulihat daftar nya" Sahut nya kini mengambil daftar menu dari tangan pria itu


Dengan mulut sedikit berkerut, Gadis ini juga berfikir dengan diam membaca setiap menu. Sebagai seorang gadis, normal lah jika Key perlu banyak waktu untuk memilih, Yah walau itu hanya memilih sebuah daftar makanan dan minum.

__ADS_1


"Lama sekali memilihnya" Oceh Raka


"Sebentar, sabar....." Gumam key masih fokus pada daftar menu dengan gerakan mata yang kerap naik turun mencari sesuatu yang enak dan menarik.


Pria ini masih sabar, ia menunggu. namun ini sudah cukup lama setelah Raka menunggu, itu sampai membuat pria ini muak menunggu, dan kini berdecak malas kemudian disusul tangan merebut daftar dengan paksa dari tangan Key.


Gadis itu terdiam sejenak.....


"kenapa direbut?" Gerutu Key


"Kau memilih sangat lama, biarkan aku yang memilih makanan...." Jawab Raka raut wajah sedikit kusut


Key terkekeh sejenak merasa lucu dengan amarah yang begitu menggemaskan di mata "Kau marah?" Ejek Key


Pria itu tersenyum entah apa yang membuat nya tersenyum.


Dalam waktu singkat, Raka telah memilih makanan untuk dipesan, tentu ia juga memesan kan untuk gadis itu.


Mereka makan dengan lahap, terkadang mereka terlihat seperti pasangan yang begitu bahagia. Sesekali Raka melakukan hal romantis, dengan membersihkan beberapa sisa makanan yang berantakan di sekitar bibir gadis itu. Key pun tak ingin kalah, ia juga kerap melakukan beberapa hal romantis layaknya sepasang kekasih yang harmonis. Padahal dalam hal Autentik nya sih tidak sama sekali.


Perasaan Raka belum sepenuh nya ia sadari, dia begitu amatir soal cinta, bahkan perasaan seperti ini pun ia masih tidak mengerti bahwasanya ia sedang dimabuk kepayang oleh gadis yang ada didepannya.


Yang pria itu mengerti, ia hanya sekedar dikendalikan oleh kata hati,nafsu, dan tubuhnya untuk bertemu Key, tak lebih dari itu. Raka sih tau kata jatuh cinta, bisa ia baca juga, namun kekurangan nya hanya satu, yakni tidak mengerti apa itu cinta.

__ADS_1


"Ingin pulang sekarang?" Tawar Raka setelah mereka berdua selesai menghabiskan makanan di meja.


"Hummm, jangan dulu. Aku masih ingin menikmati kebersamaan kita..." Jawab gadis itu dengan semangat di atas rata-rata


"Kenapa? bukankah masih ada hari esok dan seterusnya" Tanya pria itu


Key menghela nafas lemas "Kau lupa, ibu ku kan sudah tidak mengizinkan mu untuk jalan bersama ku lagi, dia bahkan melarang ku untuk menelpon mu" tadinya bersemangat kini menjadi lesu


"Sebenarnya ada apa dengan ibumu? Bukankah sebelum ini dia masih menerimaku, Dia bahkan mengundang ku makan siang bersama keluarga nya waktu itu..."


Gadis itu seketika tertegun terdiam seperti batu dengan bulatan mata yang sempurna mendengar ucapan Raka. Tentu key tak akan lupa dengan yang satu ini.....


Benar sih, saat itu Raka memang diajak, namun diajaknya dia makan siang bersama bukan karena sang ibu yang merekomendasikan, melainkan itu hanya sebuah Rencana kecil dari Key sendiri untuk mendapatkan hati nya. Raka saja yang masih tidak tahu.


Pikir Key.....setelah sejauh ini upaya nya untuk mendapatkan hati Raka sudah maju dengan pesat, Tentu gadis ini tak akan berhenti di tengah jalan dengan ia memberi tahu yang sebenarnya. Jika itu terjadi, Hanya akan menambah masalah.


Masalah tentang sang ibu yang tak merestui saja sudah menjadi suatu permasalahan yang rumit bagi nya, apalagi jika ditambah Satu lagi. tetapi....Jika ia tidak memberi tahu, apa akan dijamin tidak menimbulkan masalah di masa depan?


"Mungkin harus ku beri tahu saja yah?" Tanya nya dalam benak sendiri


"Tidak tidak" Key menggeleng kepala memikirkan itu


"Ada apa? Kenapa menggeleng kepala?" Raka semakin dibuat bingung

__ADS_1


__ADS_2