
"CK!" Raka menatap miris setelah melihat pria itu tidak berdaya hanya dengan 2 pukulan darinya
Para wanita menertawai pria yg tak bisa bergeming setelah mendapat pukulan dari pria itu.
Raka tak bisa menunggu lagi dan mengasihani. Pria itu terlihat tidak begitu kuat. Dia hanya sekedar pria yg bermulut besar, Dimana omongan nya tak sebanding dengan tindakan nya.
Pria itu lagi-lagi pergi tanpa mengucapkan satu kata pun. Lelaki yg menjadi korban pun hanya bisa diam tak berani menghentikan lantaran sudah kapok, Walau para wanita terus saja menertawai, dia memang merasa malu, tapi itu tidak apa, dari pada babak belur kan.
******
Sejauh ini, pria itu belum bisa mendapatkan bukti sedikit pun tentang Ayahnya. Ia sudah berusaha mencari bukti, tapi tak bisa menemukan apa-apa selain sehelai surat tangan yg pernah ia temukan di kamar Sukuna. Raka pikir, ia harus mengunakan cara lain untuk bisa mendapatkan bukti.
Raka mencoba melacak kembali lokasi pembunuh bayaran itu. Tapi yg ia lihat, lokasi nya tetap sama seperti yg ia lihat kemarin-kemarin. ia mengacak-acak rambut semakin pusing.
Di sebuah bar yg memiliki pelanggan banyak pada malam hari, ia mencoba melepas stress dari sana. Ia duduk dan minuman sendiri tanpa di kawal oleh siapapun. Ketika semua sedang sibuk pada para Wanita mereka, Raka hanya duduk diam dan minum sebanyak-banyaknya. Para wanita terus menghampiri nya dan mencoba menggoda, namun Raka yg berhati dingin tak pernah merespon mereka. Karena itu dia dijauhi oleh para wanita, sebab mereka tak sanggup melawan cueknya pria itu.
Sampai ketika, ada seorang wanita yg menghampiri nya. wanita itu duduk tepat di sebelah pria itu. ia terus memandangi pria itu tanpa tindakan apapun, mau itu Ucapan ataupun kontak fisik, dia tak melakukan nya, ia hanya menatap pria itu terus-menerus.
"Hai anak Durhaka" sapa wanita itu kini berbicara. wanita yg tak lain adalah Lisa
__ADS_1
Dia berada di bar bersama seorang pria. Pria itu adalah suami nya sendiri, yaitu sukuna. ia meninggal kan sukuna duduk minum sendirian di meja yg lain.
Raka menoleh dengan mata sayup terlihat sudah sangat mabuk "Key?" gumamnya lagi-lagi berhalusinasi
Kening Lisa berkerut "Key? siapa key? Aku ini Lisa, ibu tiri mu" Jawab nya sedikit ngegas
"Key, apa yg kau lakukan disini?" tanya Raka semakin mengada Ngada
Lisa meringis aneh mendengar ucapan Putra tirinya.
"Key! key! Aku ini Lis-"
"Key, aku menyukaimu" Gumam Raka terus mengulangi kata yg sama
"Tolong, sayang!! Tolong aku!" Teriak Lisa meminta tolong pada suami nya berharap dia akan mendengar teriakan dari nya.
Pria paruh baya yg tengah duduk santai dan minum minuman alkohol kini pandangan nya teralihkan setelah mendengar suara yg terdengar tak asing baginya. Kini ia bergegas mencari letak suara minta tolong itu. ia mencari dengan sangat panik.
ketika mendapati Lisa dipeluk oleh pria lain, membuat nya menggeram kesal. dengan perasaan Kesal, ia memisahkan mereka berdua dengan paksa
__ADS_1
Sukuna semakin merasa kesal ketika melihat wajah pria yg memeluk istrinya. Dengan di kontrol oleh kemarahan, pria itu menghajar wajah Raka dengan keras.
"Dasar anak tak tau diri!!" Ketusnya meneriaki Raka
Raka meringis kesakitan masih oleng sana sini. namun ia masih tak kapok juga. ia lagi-lagi memeluk wanita yg ia pikir adalah Keysa. ia memeluk tanpa rasa malu. Sukuna menggertakkan gigi dengan tindakan pria itu yg semakin kesini semakin tak tau malu.
"Lepaskan istriku!" Bentaknya sembari melepaskan raka dengan paksa
"kenapa jadi istri mu! jelas-jelas dia itu key, pacarku!" Bentak Raka Tak kalah kesalnya
Sukuna tentu tak Terima dengan itu semua. Dia tak memiliki pilihan lain, saat ini ia harus kabur untuk menghindari pria yg sudah terlihat gila ini. Pria itu mencoba menarik Lisa namun dengan cepat di hentikan oleh Raka. Mereka saling tarik menarik memperebutkan wanita itu. Lisa mendesis panjang merasa muak dengan Ini semua. Wanita itu dengan rasa jengkel se jengkel jengkel nya menghempaskan kedua tangan pria itu dengan kekuatan yg amat kuat.
Ia lalu mengguncang Tubuh Raka bermaksud untuk membuatnya sadar. Setelah guncangan hebat itu, menjadikan Kepala Raka semakin pusing dan Penglihatan nya menjadi buram. Bukannya sadar, pria itu malah melihat Bayangan key semakin banyak.
"Key, kenapa kau semakin banyak?" Gumam pria itu dengan mata sayup dan suara yg lembut
Lisa dan sukuna dibuat tertegun dengan ucapan pria itu. Sebab sudah tak memiliki cara lain lagi, mereka berdua pun memilih untuk kabur. Ia meninggalkan Raka walau tadinya Raka sempat mengejar mereka, namun dia tertinggal jauh dibelakang.
Raka pun dengan terpaksa kembali ke dalam bar dengan menggerutu tak jelas. Ia kembali ke dalam sana hanya untuk tidur. Saat Bar sudah hampir tutup, para pengurus Bar mencoba membangunkan pria itu, tetapi mereka tak berhasil membangunkan nya.
__ADS_1
Mereka sampai kewalahan hanya untuk membangun kan Seorang pria muda. Walau dengan cara apapun tetap tak bisa membuat Dia bangun, mereka pun hanya bisa memilih untuk menyerah membangunkan pria itu yg tidurnya seperti orang mati. mereka pun memilih untuk membiarkan nya tidur disana sampai ia sendiri yg terbangun.