Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 22 Pertengkaran sahabat


__ADS_3

Seharian berada di rumah, gadis itu dengan girangnya menceritakan semua apa yg membuat dirinya sangat bahagia hari ini, ia menceritakan nya kepada sang ibu dan ayah. Lucunya, key terus saja mengulangi Kalimat yg sama setiap saat, ibu dan ayahnya sampai bosan mendengar kalimat itu berulang-ulang keluar dari mulut key. Ya... apa boleh buat, mereka sebagai orang tua nya hanya bisa turut ikut senang saat putri nya bahagia. walaupun cerita nya tidak terlalu Wow! bagi mereka.


saat satu keluarga itu sedang menikmati waktu santai di rumah ruang tamu bersama sambil mendengar kan gadis kecil nya bercerita tentang kisah cintanya, pada saya itu juga Ponsel key berbunyi membuat mood gadis itu seketika berubah jadi kesal


"Siapa sih!" sentak key tanpa melihat siapa yg menelpon


"Woi anak setan!! kau ini kemana semalam! katanya ingin menjemput ku!! pie toh!! apa kau tau, aku sampai lumutan menunggu mu di dalam mobil!!"


Tangannya refleks menjauhkan ponsel dari telinga agar menghindari ke tuli-an mendengar suara nyaring keluar dari ponsel


"Apasih! telpon telpon mengomel tak jelas" balas key tak kalah kesalnya


"Oh pura-pura lupa ya..."


"Pala mu lupa! aku saja tidak tau kau sedang membahas tentang apa"


"Ya Allah ya Rab, tolong hilangkan amnesia dalam diri sahabat ku ini!"


"Kau ini yg jelas kenapa"


"Semalam aku kan meminta mu untuk menjemput ku karena mobilku mogok, dan ternyata kau tidak datang datang. kau kemana sebenarnya? apa kau benar-benar pergi atau hanya mengerjai ku saja?"


Mendengar penjelasan pria itu yg tak lain adalah Aditya membuat key mengingat kembali hal tersebut bersamaan dengan bibirnya yg mulai melengkung membentuk senyuman lebar mencoba menahan tawa sebab sudah ingat apa masalah sahabat nya sampai dia mengoceh seperti itu.


"Pfftttahahahahahahahahahaha" gadis itu tertawa lepas


ia lalu memberi ponsel kepada sang ibu lantaran tak sanggup tertawa jika tak memegangi perutnya dengan kedua tangan mencoba tertawa menghayati.


"Halo"


"Tante kenapa key tertawa?"


"Oh Adit ya! Eee Tante juga tidak tau kenapa dia tertawa"


"Pasti dia sedang menertawai ku, Tante tolong, buat dia berhenti tertawa. dia itu tidak memiliki rasa simpati sama sekali apa kepada sahabatnya!?"


"Adit kau jangan marah, dia memang seperti itu-"

__ADS_1


"Ahaha sini sini Bu, biar aku yg bicara padanya ahaha" kata key masih terus tertawa sembari mengambil ponsel dari tangan ibunda


"Jadi bagaimana? apa kau melihat kepala bergantungan di belakang? ahahaha"


key masih terus tertawa setelah mengetahui nasib buruk yg mengenai sahabatnya. dia akan terus tertawa dan mengejek tanpa henti jika sahabat nya mendapat musibah. key tak akan berhenti sampai sahabat nya marah dan kesal sendiri padanya, jika dalam bahasa gaul, dia tak akan berhenti mengejek sampai pria itu ngambek padanya.


"Key ini tidak lucu"


"Tapi ini lucu bagiku..." kata key disusul dengan tertawa lagi sembari terus memukuli sofa tak bisa berhenti tertawa


"Terserah! Aku tak akan memberi tahu mu ataupun memberi contekan pelajaran fisika hari ini, terserah jika kau dihukum besok, jangan bicara padaku. kau sahabat yg paling buruk!!" oceh Adit lalu menutup telpon dengan kasar dan rasa jengkel


Dilihat dari ucapan Aditya, berarti dia datang ke sekolah hari ini. Jadi penasaran, siapa ya menjemput nya pulang setelah mobil nya mogok.


"Eh! eh! eh...."


"Adit halo! maaf maaf, aku minta maaf sayangku! Adit!!" bujuk key namun sudah tak mendapat jawaban lagi dari ponsel


"ADIT!!" Teriak key menyesal menangisi perbuatan nya, walau hanya wajahnya yg terlihat ingin menangis, dia tidak mengeluarkan air mata setetes pun


Ia meletakkan kepala di atas paha sang ibunda dengan loyonya. salah satu kelemahan key pada pria itu adalah soal pelajaran, jika Adit sudah membahas tentang pelajaran, gadis itu pasti akan menurut seperti anjing yg setia. walau kadang dia juga hanya terpaksa. key sangat takut dan tidak ingin mendapatkan peringkat dibawah 3. kalau bisa dia mungkin hanya ingin mendapat peringkat 1 terus menerus. ya tapi apa boleh buat, ada saingan berat yg tidak bisa dia langkahi. key sejak mengenal Adit, ia terus mendapat kan peringkat 3 atau 2 di dalam kelas, dia belum pernah berada di peringkat 1, ya, Walau pun prestasi nya hanya di bawah naungan Adit sih, bukan prestasinya sendiri.


"Ibu tolong bujuk Adit...."


Sang ibunda mengelus-elus kepala putrinya dengan penuh kasih sayang memanjakannya, sedangkan sang ayah hanya menggeleng kepala melihat tingkah putrinya yg mendapat masalah karena ulahnya sendiri.


"Iya sayang, ibu akan bicara padanya nanti. Tapi mungkin akan lebih baik jika kau yg meminta maaf langsung dengannya kan?"


"Tapi.... bagaimana jika dia tidak ingin memaafkan key?"


"Tenang saja, ibu sudah mengenal sifat Adit, dia pasti akan memaafkan mu" ujar ibu key sangat yakin


"Sana, segera lah pergi. dia mungkin tak akan menerima maaf mu lagi jika kau menunda sampai besok"


Key menghela berat, kembali berdiri dengan berat hati pula. dia bergegas bersiap untuk ke rumah Adit.


"Kalau begitu key berangkat dulu" ucapnya nada terpaksa

__ADS_1


"Baik sayang, hati-hati di jalan"


"Eh, mau ayah antar?"


"Tidak ayah, tidak usah"


Key pun pergi dengan wajah kusut dengan gerutuan mulut yg tak ada habisnya. Tak lama setelah gadis itu pergi dengan mobil ibunya. terlihat motor sport merah datang dari arah berlawanan mobil key pergi tadinya. motor tampan yg dikendarai oleh pria tampan berkulit putih berhenti di depan gerbang. gerbang terbuka Otomatis untuknya, tentu dibuka sendiri oleh pak satpam. itu karena perintah dari key langsung bahwa jika dia melihat Raka datang ke rumahnya, langsung suruh dia masuk, jangan hadang dan jangan tanya atau protes apapun padanya. itu perintah key, dan perintah key adalah perintah ibu dan ayahnya juga.


Pria ini terus berjalan menuju pintu sembari membawa beberapa oleh-oleh di tangan. ia membunyikan bel,dan dengan secara langsung ibu key yg membuka kan pintu untuknya.


"Eh Raka!" reflek nya tak percaya


"Halo Tante, apa key ada?"


Sang ibu langsung senyum dengan tatapan penuh harapan mendengar pria ini mencari putrinya


"Key.....key sedang tidak di rumah"


Dengan wajah datar nya, pria itu menatap ibu key tanpa berkata apa-apa


"Oh, kalau begitu ini, ada sedikit oleh-oleh dariku untuknya"


"Eh tidak-tidak. Tante bukan key, kau berikan langsung saja padanya"


Raka mengerutkan kening sedikit Ling Lung


"Tapi bagaimana, dia tidak ada di rumah kan?"


"Yah memang benar, tapi kau bisa menyusul nya untuk memberikan itu"


"Tapi Tante, aku sedang buru-buru-"


"Dia sedang berada berada di rumah teman pria nya loh."


Mata Raka seketika melotot ketika tau gadis itu berada di rumah lelaki lain. ia terdiam sejenak lalu akhirnya mengambil keputusan untuk menyusul gadis itu.


"Baiklah, bisa Tante beri tau alamat nya?"

__ADS_1


__ADS_2