Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 49 Senjata makan tuan


__ADS_3

Pria itu tak lama setelah ia pergi, ia kembali lagi. Kali ini ia tak sendiri, pria itu membawa beberapa polisi di samping nya. ia menuntun para polisi untuk masuk ke dalam Kamar Hotel nomor 231. Yah, Itu adalah kamar yg Key dan Raka tempati sekarang. Parah, pria itu menjebak mereka untuk masuk ke dalam hotel berdua, dan kini ia melapor pada polisi seakan-akan itu kejadian yg tak direncanakan. ia melaporkan bahwa ia secara tak sengaja melihat kedua sepasang kekasih yg bukan Mahram kepergok masuk ke dalam hotel.


Parah bener nih orang!


ia masih terus menuntun para polisi untuk menuju kamar hotel. setelah melalui beberapa tahap untuk masuk ke dalam sana, kini mereka sudah berdiri di depan Kamar Hotel nomor 231 saat ini. Pria itu dengan percaya diri nya membuka pintu kamar untuk memberi jalan agar para polisi masuk. Namun sayang nya, disaat masuk, ia tak melihat seorang pun di dalam sana. Boro boro sepasang kekasih, satu orang pun bahkan tak ada di dalam sana, bahkan kamar ini sangat lah terlihat rapi. seolah-olah tak pernah ditempati untuk orang tidur.


Pria itu tertegun mulai mulai gelisah. ia terdiam di tempat tak bisa mengatakan apa-apa setelah melihat apa yg ada didepannya. Jelas-jelas ia mengingat mengantar dua orang itu masuk ke dalam kamar ini. tapi kenapa sekarang tak ada. apa mungkin di salah kamar?


"Apa ini? Tak ada satu orang pun di dalam sini" Sahut pak polisi


"Pak, saya tidak bohong, saya jelas melihat mereka berdua masuk ke dalam kamar ini" Jelas nya mencoba menyakinkan


"Kau jangan mengada-ada, lihat! Nyatanya, tak ada pria ataupun Wanita di sini" Jawab pak polisi


Pria tersebut menelan ludah gelagapan. ia hanya bisa menjawab dengan mencari alasan, sebab memang benar, faktanya ia bisa melihat dengan mata kepala nya sendiri, bahwa tak ada satu pun orang di dalam sini.


Dengan cemas nya, pria itu berjalan cepat memeriksa ke dalam toilet, lemari dll. Sudah memeriksa berbagai tempat, pria itu masih tak menemukan apapun.


Sang polisi berdecak malas "Sudahlah, tak ada apa-apa disini anak muda. Mungkin kau salah lihat" Ujar nya mulai merasa ini hanyalah laporan main-main dari pria itu


Ia kembali berjalan menghampiri para polisi "Seperti nya saya salah kamar, Mari periksa kamar yg lain" Ucapnya masih memiliki keyakinan bahwa ini hanyalah kekeliruan nya dalam mengingat kamar.

__ADS_1


Pak polisi mengikuti dari belakang pria itu hanya mematuhi. Ia memeriksa beberapa kamar.


Setelah sekian lama banyak nya kamar yg mereka periksa, tidak ada satupun kamar yg mengatakan keberadaan Key dan Raka, Melainkan hanya mengganggu para pengunjung hotel yg lainnya.


"Nak, Kau jangan main-main dengan polisi" Ujar pak polisi mengingatkan ketika pria itu masih tak kunjung menemukan satu bukti pun


Menggeleng-geleng kepala dengan cepat "Tidak pak, saya tidak bohong, suer!" jawab nya menaikkan dua jari dengan diiringi senyuman kaku


Para polisi dibuat diam dengan tingkah pria yg sangat kekanak-kanakan di depannya. melihat itu mereka semakin yakin bahwa pria ini hanya main-main dalam melaporkan kasus.


"Lain kali jangan melapor jika kau tidak punya bukti" Sahut sang pemimpin polisi kemudian pergi begitu saja, namun langkah nya terhenti Lantaran dihadang cepat oleh pria itu


"Pak, tolong percaya lah. Kalau begitu saya masih punya satu harapan, tolong ikut dengan saya" ucap nya dengan raut wajah memohon


Pria itu membawa nya turun kembali ke lantai paling bawah. ia membawa nya ke Front Office/Receptionist, atau bisa disebut dengan Petugas Hotel (kasir) yang melayani tamu saat check-in dan check-out.


"Pak, petugas kasir ini pasti tau" Ucapnya menunjuk nunjuk wanita petugas kasir hotel


"Hei kau! Cepat beri tahu mereka!" Bentak nya sok memerintah. Hmm yah, maklum, karena memang awal nya dia sudah menyogok kasir itu untuk membantu nya dalam rencana ini, jadi wajar dia berbicara sok memerintah begitu


"Beri tahu apa yah?" Jawab sang kasir pura-pura bodoh dan tidak tau

__ADS_1


Percaya diri yg tadinya pria itu rasakan kini emosi nya berubah secara perlahan menjadi sangat karut. ia ditimpa rasa was was yg sangat mendalam setelah mendengar jawaban sang kasir yg sama sekali tak sesuai ekspektasi dan rencananya. namun sekilas ia berfikir mungkin ia hanya lupa. Maka dari itu,Untuk membuat nya mengingat kembali pria itu mengedipkan mata memberi berbagai macam kode. namun sayang,itu masih tak membuat petugas kasir berbicara.


"Hei! Beri tahu mereka yg sebenarnya, kau jangan pura pura lupa!" ketus nya kini dengan intonasi suara yg buruk sebab sudah muak dengan semua ini


"Maaf maaf. tolong maafkan sikap nya yg tidak sopan" Elak pak polisi memberi maaf untuk pria itu


"Maaf sebelumnya. Apa boleh kau memeriksa kan untuk kami dengan nama pelanggan Raka dan Keysa?" Pinta pak polisi dengan sopan


Petugas kasir mengangguk "Baik pak, Tunggu sebentar yah saya periksa" jawab nya dengan nada khas, normal nya para kasir berbicara kepada pelanggan


Tak lama kemudian " Maaf. Tapi disini tak ada tertulis kan nama pelanggan yg bernama Raka ataupun Keysa" Jawab nya berbohong dengan santai nya


Pria itu kembali dibuat tertegun mendengar itu. Ia heran, ada apa sebenarnya dengan Wanita ini, padahal awalnya dia sudah memberi uang, menyogok nya untuk membantu nya dalam rencana balas dendam singkat nya. Waktu itu dia pun sudah setuju Untuk membantu, tapi kenapa? Kenapa sekarang saat ditanya dia malah ngeles? pertanyaan bermunculan di kepala pria ini dengan diikuti rasa gelisah.


"Oh begitu ya....Terima kasih atas waktu nya. Maaf sudah mengganggu" Ujar pak polisi dengan sopan namun raut wajah nya terlihat sangat tegas.


Pak polisi langsung menarik pria ini keluar agar tak membuat lebih banyak kekacauan di dalam sana. dia hanya pasrah dengan menatap kosong saat ditarik.


"Lain kali, jika ingin melapor, jangan sembarangan. Kami para polisi bukan untuk bahan mainan dan candaan kalian" Ucapnya tegas ke pria yg hanya diam berdiri menatap kosong ke satu arah


ia hanya mengangguk setelah mendengar ucapan sang polisi. para polisi pergi dengan tangan kosong setelah semua itu.

__ADS_1


Perlahan Geraman muncul dan meluap di dalam tubuh pria itu. rahang nya mengeras menggertakkan gigi dari dalam. Setelah pak polisi menjauh dari area itu. Dengan rasa emosional dia pun berjalan cepat masuk kembali ke dalam Hotel untuk melabrak petugas kasir Wanita yg sudah ia sogok namun malah berbohong dan tak mengikuti rencana yg pria itu berikan.


__ADS_2