
Pintu mobil yg terbuka secara tiba-tiba langsung menghantam wajah Adit yg sedang sibuk mengintip ke dalam. Adit meringis kesakitan memegangi wajah terutama hidung mancung nya yg terkena duluan.
Raka dan Key , mereka berdua pun keluar dan turun dari mobil bersamaan.
"Hei Raka, apa yg sudah kau lakukan dengan sahabat gila ku!!" bentak Adit emosi melototi wajah Raka yg selalu terlihat datar
"Dan kau Key! awas ya, nanti aku akan mengadu pada Tante bahwa kau sudah mulai nakal sekarang" Ucapnya lagi berpindah membentak Key
Key jelalatan kesana-kemari mendengar ancaman Adit padanya. ia tak bisa berkata-kata.
"Kenapa kalian diam saja, beri tau aku apa yg sudah kalian lakukan di dalam sana?" tanya nya dengan membentak walau pun sudah tau yg sebenar nya
"Issss Adit, kami tidak melakukan apapun kok" jawab key berbohong
"Ohh, jadi kau sudah pandai berbohong padaku ya? Ok, sekarang juga aku akan memberi tahu kan kabar ini pada Tante" ancam nya lagi
Kali ini Adit bukan hanya mengancam dengan kata-kata sahaja, melainkan mengambil langkah untuk benar-benar pergi, namun niatnya terhentikan lantaran Raka secara tiba-tiba menghadangnya.
"Kami berciuman" Jawab Raka terang-terangan
Mereka berdua melotot mendengar pria itu menjawab nya dengan lantang.
"Kami berhubungan ba-"
Happ!! Dengan gerakan cepat Key menutup mulut pria itu agar tak melanjutkan ucapan nya . pria itu merespon dengan menatap tajam pada Key. Tak lama kemudian ia melepaskan tangan gadis itu dengan lembut lalu melahap salah satu jari gadis itu ke dalam mulutnya.
Tubuh Key seketika langsung merinding sampai ujung tandu. Sedangkan Adit, ia meringis Syok melihat tingkah pria itu yg semakin aneh saja. Key dengan cepat menarik kembali tangannya.
"Kenapa kau melakukan itu!?" Tanya Key terkejut setengah mati dengan tingkah pria itu
Kau tau lah, jika pria sudah merasa terangsang, tingkah nya mulai menjadi aneh dan tak biasa. ya walau Ekspresi Raka tidak terlihat seperti sedang terangsang, namun sebenarnya dia sangat *****.
Tatapan pria itu masih tak lepas menatap Key terus-menerus. ia tak menjawab pertanyaan Key melainkan menarik kembali tangan gadis itu lalu merangkul pinggang key dengan satu tangan.
__ADS_1
"Aku tidak tau. tubuh ku mengendalikan diriku. entah kenapa dia selalu ingin dekat denganmu seperti ini" jawab Raka
Sementara berbicara, tangan yg satu mulai meraba lembut ke bagian paha gadis itu. jantung nya semakin berdenyut kencang tak terkendali. pupil mata Key perlahan membesar dengan gerakan tangan pria itu yg semakin nakal.
Adit yg melihat semua itu tak terima dengan perlakuan Raka pada sahabatnya. ia pun dengan kasar memisahkan mereka berdua.
"Hentikan!" Ketus Adit pada Raka lalu menarik gadis itu masuk ke dalam mobil
"Key Pulang!" perintah Adit
Key hanya diam tak menjawab. ia hanya menuruti perkataan Adit padanya, karena dia tau, pria ini melakukan semua itu demi kebaikan nya sendiri.
Mobil key melaju pergi meninggalkan kedua pria itu dibelakang. setelah gadis itu pergi, Adit pun menyusul menggunakan motor nya. ia meninggalkan Raka sendiri tanpa mengucapkan satu kata pun.
******
Pada saat malam hari tiba, Raka terus terjaga sampai tak bisa tidur. ia memikirkan sesuatu yg membuat pikiran nya tak tenang kembali. Kali ini dia tidak memikirkan tentang bagaimana cara nya agar dia mendapatkan bukti, tetapi ia sedang memikirkan seorang gadis SMA. ia merasa gelisah sepanjang malam memikirkan gadis itu.
Keesokan paginya....
Ia membangunkan pria itu sebab ini sudah lewat jam biasa ia bangun. biasanya ia bangun pagi-pagi sekali,tapi sekarang malah tertidur sangat pulas sampai jam begini.
"Den, ini sudah jam 10 pagi, apa den Raka sakit?" panggil nya sekali lagi sebab tak ada respon dari panggilan pertama
Tetap tak ada jawaban. BI Ira ingin masuk ke dalam tapi pintu terkunci rapat. BI Ira menghela berat lalu kembali melanjutkan kegiatan nya. pada akhirnya ia hanya bisa membiarkan pria itu di dalam sana sampai dia sendiri yg bangun.
Ding dong!! Bel berbunyi dari luar pintu membuat BI Ira yg hanya seorang diri di dalam rumah yg besar itu berlari untuk membukakan pintu.
"Eh, Den Ivan" refleks BI Ira sembari tersenyum
"Silahkan masuk dulu" tawar nya
"Terima kasih bi" jawab nya lalu masuk dengan disusul BI Ira dari belakang
__ADS_1
"Silahkan duduk dulu, bibi akan buat kan minum"
"Tidak perlu BI, saya kesini hanya ingin bertemu Raka, bukan untuk minum" jawab Ivan sembari tersenyum menolak sekaligus membuat candaan
"Hahaha Den Ivan bisa aja, iya atuh, duduk dulu, biar bibi buatkan Teh manis. nanti setelah minum baru bahas tentang keperluan"
"Eh BI, tidak usah yg manis-manis" Ucap Ivan menggelengkan kepala
"Kenapa?"
"Melihat bi ira saja sudah manis kok" goda Ivan bercanda
BI Ira merespon dengan tertawa mendengar ucapan pria ini yg sangat suka menggodanya. Ivan pun ikut tertawa sebab candaan kecil nya bisa membuat BI Ira tertawa seperti biasa.
"Sudah ah, bibi mau buat kan minum dulu"
Ivan menjawab dengan anggukan kepala seraya tersenyum. setelah BI Ira pergi, ia kemudian duduk di atas sofa empuk yg besar. tak lama setelah itu BI Ira kembali membawa minum di atas nampan.
"Di minum Den" ucap nya sembari menjulurkan minuman manis di depan Pria itu.
Pria itu tanpa rasa malu dan sungkan sedikit pun, langsung meraih minum. ia menyeruput sedikit secangkir teh manis yg hangat itu lalu memulai obrolan kembali.
"Oh iya bi, Raka ada?"
"Ada, tapi belum bangun-bangun dari tadi" jawab Ira Prihatin dengan cara tidur tuan nya yg tak seperti biasa
"Lah, ini sudah hampir siang Loh" ucap Ivan terkejut mendengar pria itu masih tak kunjung bangun dari tidur nya
Wanita tua itu mengangguk "Bibi sudah berapa kali meneriaki nya dari luar kamar, tapi tetap saja tidak ada jawaban. bibi ingin masuk ke dalam tapi pintu nya terkunci.
Ia menghela nafas berat "bibi khawatir" ucapnya
Pria itu berdiam diri dan mencoba berfikir, bagaimana agar dia bisa membangunkan sahabat nya tanpa masuk ke kamar.....
__ADS_1
"Aku punya ide!" Ucap lantang pria itu membuat BI Ira terlojak kaget