
"Kenapa kau keluar?" Tanya key
"Bukan urusanmu"
Key memutar bola mata malas Sembari merapatkan bibir kesal dengan jawaban pria itu yg masih saja Dingin
"Oh iya, kalau boleh tau, kenapa rumah mu tidak menerima diriku lagi? setiap aku kesana aku selalu di usir oleh satpam" tanya Raka penasaran
"Bukan urusanmu" balas key
Mendengar jawaban gadis itu yg terlihat tak peduli membuat Raka menatap diam.
"Kau sakit?" sahut Raka tiba-tiba tak nyambung
"Bukan urusanmu"
Jawaban tetap sama keluar dari mulut gadis itu. Raka dengan tak peka nya malah mengira gadis itu sakit dan kini mencoba memegang dahi nya bermaksud memeriksa apakah gadis ini sakit....
"Isss kubilang bukan urusanmu" ketus key menepis tangan Raka
Pria itu semakin bingung, sebenarnya ada apa dengan gadis ini, kenapa dia bersikap seperti itu
"Ada apa dengan mu? kau bersikap aneh"
"Bukan urusanmu" jawabnya lagi dengan jawaban yg tetap sama
"Lihat, kau hanya terus menjawab Bukan urusanmu bukan urusanmu"
__ADS_1
Kini tak respon,gadis itu hanya menatap ke arah lain, tak menatap Raka sama sekali. pria itu yg merasa terabaikan, kini mencengkeram paksa rahang gadis itu agar menoleh padanya.
"Apasih, lepaskan aku, kalau tidak, aku akan memanggil para gadis gila itu lagi kemari" ancam key
Raka secara langsung melepaskan cengkraman tangannya lalu kembali duduk dengan tenang di kursinya.
Key walau terlihat marah tapi sebenernya dia itu sedang menahan salting dan baper, jantung nya berdegup kencang setiap saat pria itu menyentuh dan dekat dengan nya.
Sementara itu, kondisi Adit saat ini masih dikerumuni oleh para gadis
"Cepat berikan nomor WhatsApp nya" ucap seorang gadis pada Adit tak sabaran
Adit menyengir kaku menggaruk kepala nya yg tak gatal
"Sebenarnya,aku hanya berbohong tentang itu" jawab Adit jujur
Ketika mendengar pria itu hanya berbohong, mereka pun menoleh kembali bermaksud untuk meminta langsung nomor pada Raka sendiri. namun saat menoleh mereka sudah tak melihat pria itu. dia menghilang
"Loh! Kemana dia?"
Mata para gadis itu berkeliling mencari keberadaan pria tampan tadi. Namun mau bagaimanapun mencari mereka tak bisa menemukan nya,sebab pria itu sedang berada di mobil bersama Key. Lantaran tak bisa menemukan nya dimana-mana ,mereka pun memilih untuk pulang saja. Mereka sudah menyerah mencari. Adit pun kalau ditanya tentang pria itu ia tak ingin jujur dan hanya pura-pura tidak tau. meski mereka tau, pasti Adit mengetahui sesuatu tentang kemana perginya pria tampan itu, hanya saja dia yg keras kepala tak ingin memberi tahu.
Untungnya Adit tidak mendapat keroyokan dan amarah dari para gadis gila itu.
Sementara di dalam mobil, Mereka berdua kini hanya saling diam duduk di tempat masing-masing. sampai ketika, saat mereka berdua mencoba untuk memulai pembicaraan kembali, mereka malah bersamaan mengucapkan kata yg sama juga. kini mereka berdua hanya saling menatap mata satu sama lain tanpa mengatakan apapun. mereka saling menatap kosong.
Tok! Tok!
__ADS_1
Adit mengetuk kaca mobil key yg tertutup rapat membuat mereka berdua tersentak sadar.
"Sudah aman" ucap Adit dari luar mobil
"Adit sudah datang, dia ada disamping mu"
Raka menoleh ke samping, ia melihat pria itu benar-benar sudah ada di luar sana.
"Buka kaca mobil" perintah Key
"Ha? Yg mana?" Tanya Raka merasa bingung dengan desain mobil key yg sedikit berbeda.
Key berdecak. karena Raka terlihat kebingungan, ia pun berdiri sampai kepala mentok di langit-langit mobil. ia meninggalkan tempat duduk bermaksud untuk membuka sendiri kaca mobil itu. namun, ketika mencoba melakukan itu, secara tiba-tiba kakinya malah tersandung sesuatu sehingga membuat nya terjatuh ke pelukan Raka, dan parah nya lagi, bibir mereka malah bersentuhan.
Di saat tak ada respon begitu lama dari dalam mobil, membuat Kening pria itu berkerut bingung. karena merasa penasaran ia pun membungkukkan badan, menyipitkan mata dan mencoba melihat dari luar kaca mobil. Ketika berhasil menatap ke dalam sana, matanya tiba-tiba melebar sempurna setelah melihat dengan apa yg mereka lakukan di dalam sana.
Adit menggosok mata mencoba melihat lebih jelas lagi, namun setelah menggosok mata, tetap saja tak bisa mengubah fakta dengan apa yg ia lihat di dalam sana. yg ia lihat tetap lah sama. dan itu berarti Adit sedang tak berkhayal. Semua yg ia lihat itu kenyataan.
"Astaga" Ucap pria itu kembali ke posisi berdiri tegak dan berhenti menatap ke dalam, ia tak sanggup melihat lebih lama lagi.
Sedangkan di dalam mobil, Key dan Raka masih tak memisahkan diri. justru mereka perlahan malah merasa nyaman. Pada akhirnya mereka pun melanjutkan ciuman yg diawali tidak kesengajaan menjadi ciuman yg dilakukan dengan penuh kesadaran. Pria itu juga tak menolak. ia malah menikmatinya. Kedua tangan nya full merangkul ke pinggang Key yg ramping. Sedangkan gadis itu, ia memegang wajah pria itu menahannya.
Sensasi Ciuman sangat romantis dan terlihat tenang. keduanya merasakan kenyamanan yg sama. Jantung keduanya berdegup kencang. tangan Raka perlahan mencengkram pinggang gadis itu. ia mendorong gadis itu melepaskan ciuman kemudian berpindah mengecup leher gadis itu ke sana kemari. untuk pertama kalinya, pria itu merasa sangat panas dan punya nya berdiri.
Gadis itu tanpa sengaja mendesah lembut dengan kecupan dan gerakan tangan Raka yg semakin nakal.
Mata Adit semakin melotot mendengar ******* dari dalam sana. ia memilih firasat buruk tentang itu. ia pun dengan keras mengetuk pintu kaca mobil kembali.
__ADS_1
"Woii, apa yg kalian lakukan, keluar cepat!" teriak Adit merasa takut