Dia Milikku!!

Dia Milikku!!
Bab 40 Jadwal balap liar dan Haters


__ADS_3

"Kau yg kenapa?" balas Ivan


"Apanya?" Tanya balik Raka tak mengerti


Ivan berdecak malas "Sudahlah, sekarang duduk saja disini, ada yg ingin aku bicarakan" Ucap ivan serius lalu kembali duduk


"Kalau begitu, bibi ke dapur dulu ya. Den Raka, ingin di buat kan apa?" Tanya sang bibi


"Tidak usah BI" Jawabnya sembari duduk di atas sofa yg lain


"Oh, baik Den" Sahutnya menurut kemudian pergi


Tujuan ivan kemari untuk membicarakan suatu hal yg penting dengan pria itu.


"Apa yg ingin kau katakan?" tanya Raka


"Pinjam uang mu" jawabnya sembari tersenyum lebar


Raka merapatkan bibir memutar bola mata malas dengan ucapan pria itu. ternyata ia hanya ingin meminjam uang, kenapa harus repot-repot kemari, pikir Raka kan, bisa minta melalui telepon saja. nanti akan Raka transfer cepat.


Pria itu menguap terlihat masih mengantuk. Dia terbangun itu karena mendengar suara dari luar jendela, yg ia kira adalah pencuri.


"Ya, kau pulang saja, nanti aku transfer" jawabnya lalu berdiri dari duduk


ia meninggal kan ivan, kemudian kembali berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Ivan hanya bisa diam dengan tingkah Raka yg dingin, secara, dia yg butuh uang saat ini, dia tak boleh protes hanya karena sikap Raka yg acuh tak acuh padanya. yah, walau sebenarnya ia terlihat sangat kesal dengan tingkah sahabatnya. Ga ditawarin minum atau apa kek? Hahaha

__ADS_1


Pria itu pulang setelah pamit dengan BI Ira.


Setelah mandi dan bersiap-siap, Raka keluar rumah seperti biasa nya. Ia melaju di jalanan dengan kecepatan penuh. Pria itu memiliki jadwal balapan hari ini, ia harus bergegas kalau tidak dia akan terlambat.


Dia mengikuti Balapan dengan penuh hasrat menang. ia harus menang untuk menambah uang jajan.


Di saat-saat putaran terakhir, ketika Raka sudah hampir mencapai garis finish, pengendara yg sangat dekat dengan kendaraan Raka mencoba mencelakai untuk pria itu. Kakinya terus menendang ke arah Motor Raka, untungnya pria itu bisa mengatasi para pembalap yg iri hati padanya, ia dengan mudah menghindar layaknya Pembalap profesional. Pada akhirnya pembalap itu yg mendapat kan masalah dari perbuatannya sendiri, motor nya oleng sana sini sebab terlalu banyak gerak dan tak fokus ke depan. pembalap itu terjatuh di tengah pembalap yg melaju ke depan, Untung dia bisa menghindar dengan cepat dengan berguling ke pinggir jalan dan menghindari motor yg hampir menabraknya. Namun, alhasil dari itu semua, motor nya menjadi korban serta beberapa pembalap ikut terjatuh karena itu.


Setelah pemberian Uang hasil dari kemenangan nya. secara tiba-tiba, seorang pria melabrak dengan amarah yg meluap. Raka sama sekali tak mempedulikan hal itu, Itu hanya tabrakan kecil dari seorang pembalap yg dengki, ia tak boleh menganggap serius itu semua. Justru karena sikap Raka yg selalu terlihat tenang dan terlalu tak peduli, membuat pria itu merasa direndahkan seakan-akan hanya dianggap benda mati yg tak hidup.


Dengan penuh emosi, pria itu menendang Raka dari belakang, alhasil membuat Raka tersandung ke depan karena tendangan itu, ia terjatuh di tengah banyaknya penonton di pinggir jalan. Seketika semua menjadi heboh melihat pertengkaran itu.


Mereka bukannya melerai, justru malah mengeluarkan kata-kata yg bisa membuat jiwa mereka berdua memanas dari dalam.


"Woahh!! Hajar dia!" Heboh mereka mencoba membuat keduanya bertengkar


Namun sebab penasaran,dan untuk memastikan semua itu, dia mencoba memberanikan diri untuk melawan pria itu sendiri. Jika tidak mencoba, tidak akan tahu.


"Apa masalahmu?" tanya Raka nada menekan, serta menatap tajam pria itu


Pria itu tersenyum miring mencoba terlihat unggul di depan banyak penonton, terutama untuk para kaum Hawa.


Ia mendorong kasar tubuh Raka "Apa masalah mu?" Ejeknya mengulang kata yg sama


Raka masih terdiam mencoba sabar, namun tetap tak berhenti menatap tajam ke arah pria itu.

__ADS_1


"Apa yg kau lihat? Apa kau kira hanya dengan wajah tampan mu dan menatap tajam begitu, akan membuat mu menang?" Ejeknya lagi


Para penonton tergelak tertawa dengan ucapan dan ejekan pria itu pada Raka. namun Raka masih diam tak melawan. Walau sikap pria itu terlihat unggul, namun para wanita tak mempedulikan itu semua, mereka hanya berfokus dan terpesona pada satu pria saja, yakni Raka. Setiap ada jadwal balapan seperti ini, pasti para wanita yg menonton pertunjukan balap liar ini, memilih menyoraki nama Raka dibandingkan mendukung pacar mereka sendiri.


Setelah dilihat dan didengar, Raka merasa, Pria ini hanya sekedar ingin memanas-manasi nya, bukan untuk berkelahi. Sebab sedari tadi pria itu hanya berbasa-basi dan hanya melontarkan kata-kata jengkel sedari tadi, membuat Raka memilih untuk pergi saja.


Melihat punggung pria itu membelakangi nya, membuat nya menggertakkan gigi semakin jengkel. pria itu lalu berlari mendahului Raka. Ia menendang motor pria itu sampai terjatuh bermaksud membuat nya kesal. Dan dia benar. dia berhasil memancing emosi pria itu. itu sudah cukup membuat emosi Raka meluap-luap untuk saat ini.


Pria itu berjalan cepat dengan dengusan nafas yg terdengar tak begitu keras. Ia membalas dengan mendorong pria itu sampai terjatuh duduk. Pria itu jongkok setelah berhasil membuat pria itu jatuh.


"Kau ingin melawanku?" Tanya Raka memastikan


"Ya! Memang nya kenapa!? masalah!?" lototi nya tak mau kalah


Raka kembali berdiri dengan arti sudah siap untuk berkelahi. "Berdiri! Mari kita duel sekarang" Ajak nya tak merasa takut sama sekali


Pria itu semakin merasa direndahkan. ia berdiri sembari mendengus kesal menatap Raka dengan kebencian dimatanya.


Tanpa basa-basi lagi, pria itu langsung melayangkan satu pukulan ke arah Raka, namun lagi-lagi pria itu dengan mudah nya menghindar dari serangan. Raka dengan gerakan cepat membalas dengan memukul di bagian perut.


Satu pukulan itu membuat pria tersebut tak bisa bergeming. ia tak bisa berhenti batuk sebab serangan yg kuat dari pria itu. Ia memang tak terbiasa melakukan kekerasan seperti ini, maka sebab itu, dia bisa lemah hanya dengan satu pukulan.


Raka masih menunggu. ia menunggu pria itu sampai kembali pulih. Saat keram di perut nya perlahan membaik, ia kembali mengangkat kepala bermaksud membalas, namun secara bersamaan itu satu tinjuan mendarat ke wajah pria itu dengan keras.ia tak sempat untuk membalas lantaran Raka memiliki refleks cepat dari pada dirinya.


ia benar-benar dibuat tak berdaya oleh Raka.

__ADS_1


Ia bukan hanya sekedar memiliki wajah tampan dan berkulit putih, namun dia juga memiliki ilmu bela diri yg cukup sempurna untuk melawan para Haters Mustahil juga kan dia mempergunakan Wajah tampan nya untuk membuat para pria ketakutan. Itu tidak mungkin lah!


Dia tentu melatih diri untuk lebih kuat agar tak dianggap sebagai Pria tampan yg hanya mengandalkan ketampanan dan tak memiliki nyali dan keberanian sama sekali.


__ADS_2