
"Key key, Maafkan aku" sahut Adit menarik tangan key yg tengah berjalan sendiri menuju parkiran. Dengan kasar key menghempaskan tangan Adit kemudian berjalan lebih cepat berharap pria itu tak menyusul nya lagi.
Adit berdecak kemudian kembali menyusul. kali ini Adit tak lagi menarik tangan key, melainkan hanya berjalan berdampingan mencoba menyamai langkah key yg sangat cepat itu. sambil berjalan, pria itu juga mencoba membujuk
"Ayolah key, kau bukan lagi anak SD atau SMP yg harus merajuk seperti itu" Sahut Adit. namun gadis itu tetap tak memberi respon apapun.
Ucapan demi ucapan tetap saja tak bisa membuat Key terpancing. Sampai ketika mereka berdua pun sampai pada parkiran mobil Key. gadis itu masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan Adit. Adit yang sedari tadi terus mengikuti kini tak lagi mengikuti, pria itu hanya bisa diam pasrah menatap mobil sport merah yg perlahan menjauh meninggalkan nya.
"CK! Dasar gadis keras kepala" Kutuk Adit kesal sendiri
******
Key masuk ke dalam rumah dengan wajah yang begitu kusut. ia melempar tas di atas sofa dengan kasar kemudian menjatuhkan diri duduk di atas sofa yang sama dengan sang ibu dan ayah yang tengah merangkul satu sama lain asik menonton TV.
Melihat putri nya yang terlihat dalam suasana hati yg buruk membuat keromantisan mereka terganggu.
"Key, Ada apa? " Tanya sang ibu mencoba tidak dengan nada lembut
Anak itu tidak menjawab, ia hanya melirik sang ibu sekejap mata dengan tatapan sinis kemudian kembali berjalan dan pergi menuju kamar.
Key masih marah dengan sang ibu tentang semalam. sebab wanita itu mencoba untuk menghentikan dan melarang key untuk pergi kencan bersama Raka. Gadis itu tak tahu saja, bahwa ia mengalami masalah semalam, ia begitu mabuk sampai tidak bisa mengingat semuanya. sang ibu pun tak ingin memberi tahu itu walau ia sudah tau semuanya dari Adit.
"Lihat, kau sudah membuat putri kita yang manis dan cerewet menjadi begitu dingin" Ujar sang ayah protes pada istrinya
__ADS_1
Wanita itu menatap tajam kemudian memberi tamparan di bahu "Kau jangan banyak protes, ini semua aku lakukan demi Key. Raka itu anak jalanan dan anak geng motor, dia tak baik untuk putri kita." Jawab wanita itu dengan serius
"Aku ingin istri ku yang dulu, yang lembut, bukan semacam sikap harimau seperti ini" protes nya lagi
Protes yang kedua kalinya membuat wanita yang tadinya memeluk sang suami kini melepaskan pelukannya
"Malam ini kau tidur di luar. Kau dilarang untuk masuk ke kamar" Ucap wanita itu memberi hukuman kemudian berlalu meninggalkan suaminya
"Eh eh, Sayang! Aku hanya bercanda!" Teriaknya namun diabaikan oleh wanita itu
Key, ia terlihat tengah berdiri bersembunyi di balik tembok. ternyata tadinya gadis itu tak langsung menunjuk kamar, melainkan ia singgah dan menguping pembicaraan orang tuanya.
Di saat mendengar salah satu obrolan sang ibu yang katanya bertekad untuk tetap tak merestui hubungan nya dengan Raka membuat gadis itu bersedih dan menatap sendu meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan.
*****
Di dalam sana terlihat seorang pria sedang duduk di kursi merenung merasa frustasi. Raka, ternyata pria itu masih ada di dalam rumah Adit, yah itu karena Adit mengunci pintu rumah dan membiarkan Raka tetap di dalam, tapi sebelum ia ke sekolah, ia sudah menyiapkan beberapa makanan di meja makan untuk pria itu makan nantinya jika sudah bangun dari tidur lelapnya. Adit juga menyisihkan sepotong kertas kecil yang tertulis surat untuk Raka agar pria itu tak merasa kebingungan di saat ia bangun.
"Dasar pria ini. Kenapa aku dikurung di dalam rumah layaknya burung yang di kurung dalam sangkar, memang aku ini hewan peliharaan" Oceh pria itu bergumam sendiri
"Malah di sini sangat pengap lagi" Gerutunya sebab tidak ada AC di dalam rumah Adit seperti di rumah sahabat nya, Ivan.
Brumemm!! Suara derungan motor terdengar berhenti di luar rumah. Itu membuat Raka refleks berdiri dan langsung mengintip dari jendela. Memeriksa dari jendela yang ada dalam rumah pria itu bisa melihat seorang pria dengan seragam sekolah SMA. Dialah Adit. terlihat Adit tengah turun dari motor.
__ADS_1
"Akhirnya dia pulang juga" ujarnya dengan rahang yang mengeras
Cklek! Pintu terbuka dan Adit pun masuk bersamaan dengan Raka yang tiba-tiba keluar lebih dulu sehingga menimbulkan Raka menyenggol Adit sebab lebar pintu yang tak muat untuk dua orang. Adit sedikit terkejut dengan itu.
"Apa apaan kau ini, membuat orang terkejut saja" Oceh Adit
"Kenapa aku bisa ada di rumah mu?" Tanya Raka sedikit dengan raut wajah kusut
Mereka mengobrol di luar rumah disebab Raka yang keluar mendahului Adit masuk.
"Aku menolongnya mu semalam dari jebakan seseorang di Club" Jawab nya jujur
Amarah yang sedari tadi muncul kini perlahan menghilang setelah mendengar jawaban Adit. dia sudah tak merasakan heran lagi dengan itu, karena Raka tau bahwa banyak orang di luar sana yang mencoba untuk menyingkirkan nya.
"Jebakan......Apa key baik-baik saja!?" tanya nya dengan raut wajah khawatir
"Ya. dia sudah ku antar aman sampai ke rumahnya"
Pria itu menghela nafas lega "syukurlah" gumam nya
"Sebaiknya kau-"
"Terima kasih telah membantu ku" Elak Raka kemudian pergi begitu saja dengan berjalan kaki disebabkan motor satu-satunya yang ia miliki ia tinggal di Club semalam.
__ADS_1
Adit menggeleng kepala miris lalu masuk ke dalam rumah,tak peduli lagi, mau pria itu berjalan kaki sampai rumah nya pun Adit tak akan bersimpati.