Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 10


__ADS_3

"Tapi sayang, katanya Mas Fadil besok akan balik dari Bandung dan katanya lagi ia akan menetap di Jakarta otomatis aku akan kembali tinggal di rumah lama kami," ucapnya sendu Alifah Arsana Khaerul yang awalnya sumringah bahagia setelah melihat kesungguhan dan kebahagiaan dari kekasihnya itu.


"Kamu tidak perlu khawatir, malahan itu bagus kalau ia balik ke Jakarta semakin mudah kamu untuk menggugat cerainya dengan alasan sudah hampir tujuh bulan tidak memberikan nafkah batin hanya uang saja yang ia berikan setiap bulannya dan juga Fadil suami kamu itu selingkuh dengan perempuan lain," ungkap Fatir Muhammad Iqbal


"Aku bisa tenang mendengar perkataanmu sayang, semoga saja apa yang kita rencanakan akan segera terwujud,"


"Amin ya rabbal alamin, jika kamu sudah cerai aku dan kedua orang tuaku akan datang melamar mu untuk menjadikan kamu istriku seutuhnya," imbuhnya Fatir sambil meee luuuuu maaat kembali bibirnya Alifah hingga rutinitas dan kegiatan mereka kembali terulang season entah sudah keberapa hari ini.


Beberapa jam kemudian, keduanya saling berpegangan tangan menuju lift. Tapi, sudut ekor matanya Alifah melihat seseorang yang sangat ia kenali berciuman di depan lift. Alifah langsung menghentikan langkahnya dan melihat dengan jelas kedua orang itu.


Fatir mengikuti arah pandangan matanya Alifah ke orang yang sedang bermesraan di tempat umum. Alifah mengeratkan kepalan tangannya itu hingga terbentuk seperti seseorang yang siap untuk meninju wajah seseorang.


Alifah segera melepaskan pelukannya dari tubuhnya Fatir, dengan raut wajahnya yang sangat serius, kedua pasang matanya memerah saking marahnya melihat suaminya sudah terang-terangan berselingkuh di depan matanya.


Alifah segera menarik tangan perempuan yang memakai pakaian yang cukup terbuka itu," ini tamparan khusus untuk wanita ular pelakor yang tidak tahu diri!"geramnya Alifah sambil menampar wajahnya perempuan itu dengan cukup kuat.


Plak!!


Alifah memukul perempuan itu, bukannya ia marah karena cemburu telah diselingkuhi tapi,ia marah karena tidak ingin diceraikan oleh pria bajingan dan lucknut seperti Fadil. Sehingga Alifah melampiaskan amarahnya melalui wanita muuu raaa haaann itu..


Fatir hanya terdiam melihat apa yang dilakukan oleh kekasihnya, jika Fadil bertindak kasar barulah ia maju untuk melindungi Alifah pujaan hatinya itu. Alifah juga berusaha untuk menarik rambutnya perempuan itu yang kebetulan tergerai.


"Dasar wanita jaaa laangg tidak tahu diri, pantesan suamiku tergoda olehmu kemana-mana saja memakai pakaian yang kekurangan bahan sampai-sampai mengumbar tubuhmu ke semua orang, tapi aku heran perempuan seperti ini yang kamu pilih untuk selingkuh dariku yang sama sekali tidak selevel denganku yang cantik aduhai," ketusnya Alifah yang tangannya terlepas dari rambutnya Nadya Suleman perempuan pelakor itu.


Nadya hanya tersenyum penuh maksud ke arah Alifah,"Aaauhh Mas sakit sekali, Mas Fadil tolong aku, aku bisa mati kalau seperti ini," rintihnya Nadya Almira Suleman yang berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya Alifah dari rambut panjangnya itu.

__ADS_1


Fadil memegang erat pergelangan tangannya Alifah hingga Alifah meringis kesakitan, "Alifah aku tidak akan tinggal diam lagi melihatmu menyiksa istriku, jika kamu bertindak kasar aku akan membalasmu!" Ancamnya Fadil.


"Auhhh sakit!" Keluhnya Alifah sambil berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya Fadil.


Fatir segera bertindak untuk melepaskan pegangan tangannya Fadil dari tangan kanannya Alifah.


"Tolong lepaskan pegangan tanganmu jika kamu tidak melepaskannya jangan salahkan aku jika bertindak kasar," gertaknya Fatir seraya menarik kera leher pakaiannya Fadil Ahmad Husein.


Fadil terpaksa melepaskan pegangan tangannya dari tangannya Alifah seraya tersenyum penuh arti sembari menunjuk ke arah wajahnya Fatir," apa pria ini yang menjadi penghangat tubuhmu dikala kamu kesepian dan kedinginan? Pantesan ia bela-belain kamu seperti ini," cibirnya Fadil.


Fatir tanpa segan langsung refleks meninju wajahnya Fadil hingga terhuyung beberapa langkah ke belakang. Sudut bibirnya Fadil meneteskan darah segar. Fatir kembali meraih tangannya Fadil agar berdiri.


"Ini pukulan sangat pantas kamu dapatkan karena telah menghina perempuan yang aku sayangi," geramnya Fatir seraya memukul dengan kuat perutnya Fadil hingga kembali tersungkur ke atas lantai.


"Aahh tolong ada penjahat yang memukul suamiku, tolong kami Pak siapa pun yang ada disekitar sini tolonglah kami!" Teriaknya Nadya Almira yang berlarian ke sana kemari mencari bantuan.


"Hentikan! Stop jika kalian tidak berhenti maka kalian berdua akan masuk ke penjara!" Tegasnya security itu.


Alifah menarik tangannya Fatir agar segera berhenti untuk berkelahi.


"Ingat hari ini andai pihak keamanan tidak datang aku akan mengakhiri hidupmu pria brengsek, bajingan lucknut!" Hardiknya Fatir Muhammad Iqbal dengan amarahnya yang sudah berada di puncak ubun-ubunnya.


"Pak Amir bawa mereka ke kantor polisi karena sepertinya hanya pihak yang berwajib yang mampu mengatasi kekacauan yang diciptakan oleh mereka berempat!" Sarkasnya pak Adi rekan kerjanya pak Amir.


Mereka pun sekarang sudah berada di dalam kantor polisi sedang di interogasi, dengan membuat pusing kepala beberapa polisi yang menginterogasi mereka.

__ADS_1


"Sebaiknya pihak keluarga dari mereka yang bagus kita hubungi saja, karena jika hanya kita yang tangani sepertinya keduanya tidak ada yang mau ngalah lagian ini tentang perselingkuhan seorang suami dan istri," tuturnya pak polisi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keempat orang itu.


Arifah Azizah Oktarani Zainul dan Fauzi As'ad Anwar baru saja berganti pakaian setelah melangsungkan akad nikah dan ijab kabul secara rahasia itu.


"Ingat untuk sementara waktu kita rahasiakan pernikahan kita ini sebelum aku mendapatkan cara yang tepat untuk memberitahukan kepada kedua orang tuanya Aqila Sera Wijaya," terangnya Fauzi.


Arifah menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari suaminya itu," aku akan melakukan apapun yang suamiku katakan padaku," timpalnya Arifah sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher jenjangnya Fauzi.


Arifah memajukan wajahnya hingga kedua hidung mereka saling bersentuhan dengan satu sama lainnya. Baru saja Fauzi ingin mengecup bibir Istrinya yang baru sekitar dua jam yang lalu ia nikahi itu tiba-tiba hpnya Fauzi dan juga Arifah hampir bersamaan berdering dan bergetar di atas dasboard mobilnya itu. Arifah tersenyum tipis karena kegiatannya harus terganggu dengan pihak ketiga.


Fauzi menyentuh puncak bibirnya Arifah,"nanti sesampai di rumah baru kita lanjutkan lagi, kamu cepat angkat telponnmu,ayah akan angkat telponku juga di luar agar orang tidak curiga jika kita sedang berduaan," ucapan Fauzi sebelum berjalan ke arah luar mobilnya.


"Fatir," cicitnya Arifah sambil mengerutkan keningnya itu karena keheranan dengan telponnya Fatir di tengah malam buta itu yang tidak pernah seperti itu.


"Assalamualaikum, Arif tolong segera ke kantor polisi, aku tidak mungkin nelpon Papi dan mamiku mereka sedang umroh di tanah suci, jadi aku mo-hon datanglah segera, aku tunggu!" Perintahnya Fatir yang tidak memberikan kesempatan kepada arifah untuk berbicara sepatah kata pun.


"Ingat di kantor polisi jalan xx, aku mohon cepatlah,"


tut… tut


Sambungan telpon pun terputus," ya Allah… apa yang anak ini lakukan sehingga berada di kantor polisi segala!" Dengusnya Arifah.


Fauzi pun masuk ke dalam mobilnya dengan raut wajahnya yang seperti menahan amarahnya.


"Ayah apa yang terjadi?" Tanyanya arifah dengan penuh selidik.

__ADS_1


"Aunty cantikmu Alifah berada di kantor polisi karena berkelahi dengan pelakor selingkuhan suaminya," sarkas Fauzi.


"Aps yang kantor polisi juga!" Jeritnya Arifah.


__ADS_2