Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 49


__ADS_3

Kedua pegawai itu sungguh terkejut mendengar perkataan dari Arifah yang sangat fasih berbahasa Inggris dengan lancar tanpa tergagap sedikitpun.


Arifah berjalan ke hadapan dua orang itu, " aku tidak bego, tuli, gagu juga tapi aku sayang dengan suaraku yang harus berbicara asal saja yang tidak ada faedahnya!"cibirnya Arifah.


Arifah kembali duduk di tempatnya setelah berbincang-bincang dengan manajer toko perhiasan tersebut yang ternyata seorang perempuan dan kebetulan teman satu kelasnya Arifah yang bernama Casandra.


Kedua pegawai toko yang sebelumnya nyinyir dan bergibah di sampingnya langsung mendapatkan teguran keras dari Casandra. Fajar tidak menyangka jika calon istrinya itu ternyata saling kenal dengan manajer tempat dia memesan perhiasan emas yaitu cincin kawin mereka.


"Ini pesanan Tuan Fajar, coba dicek apa sudah sesuai dengan keinginannya Tuan Muda," imbuhnya Casandra sambil menyodorkan sebuah kotak perhiasan ke hadapannya Fajar dan Arifah.


Fajar segera memeriksa secara detail cincin tersebut, hingga bagian terkecil dari ukiran dan bentuk cincin itu dia komentari. Arifah hanya sesekali menimpali percakapan keduanya itu antara Fajar dan Casandra.


"Cincinnya sangat cantik, elegan dan begitu terlihat kemewahan dan keanggunannya jika dipakai oleh seorang perempuan barulah terlihat lebih mencolok ketiga aspek yang berusaha untuk ditampilkan oleh desainernya," ucapnya Arifah sambil memperhatikan dengan seksama cincin perempuan khusus untuknya.


"Kekasihku sudah memuji kualitasnya berarti aku ambil hari ini juga," ucap Fajar yang segera mengeluarkan sebuah kartu kredit berwarna hitam itu yang tanpa batas penarikannya.


"Makasih banyak Tuan Fajar," imbuhnya Casandra sambil berjalan ke arah kasir.


Arifah menarik kedua tangannya Fajar agar keduanya saling bertatapan, "Mas Fajar sebenarnya kerjanya apa sih? Sampai-sampai punya kartu kredit black card tanpa batas itu, kalau hanya karyawan biasa saja mana ada yang bisa membeli emas di toko ini, apa jangan-jangan Mas Fajar korupsi demi menyenangkan dan membahagiakan aku lagi," cercanya Arifah yang mulai serius dan sedikit risau karena takut jika apa yang dikatakannya terbukti benar adanya.

__ADS_1


Fajar hanya tersenyum smirk menanggapi perkataan dari mulutnya Arifah," haha,kalau iya kenapa? Apa kamu akan menunda atau membatalkan pernikahan kita?" Tanyanya Fajar yang masih bercanda dengan calon istrinya itu.


"Kalau Mas seperti itu, ngambilnya jangan cuma dikit, sekali-kali langsung banyak kek karena walaupun sedikit yang mas ambil itu tetap dicap korupsi bin nyuri secara terhormat yang tidak perlu repot-repot mengeluarkan keringat sudah dapat uang, benar gak," tuturnya Arifah dengan raut wajahnya yang berusaha untuk serius karena ingin mengetes sampai sejauh mana sikap dan kesabarannya Fajar menghadapi sikap usilnya itu.


Fajar mengerutkan keningnya melihat tingkahnya Arifah yang sungguh bar-bar dan luar biasa jahilnya.


"Apa semua ini tidak cukup?" Tanya Fajar yang ikut bermain dalam permainannya Arifah.


"Kalau menurut aku sih dikit Mas, kenapa enggak sekalian tendang tuh CEO perusahaannya dan rebut pimpinan tertinggi di perusahaan itu baru itu good job," sarannya Arifah yang benar-benar gila dan konyol ingin melihat reaksinya Fajar.


"Kalau itu maumu, aku pasti akan turuti asalkan kamu tetep nikah denganku," balasnya Fajar yang begitu serius akan mengabulkan permintaan sekaligus sarannya Arifah.


Arifah mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari calon suaminya itu.


"Demi calon bidadari surgaku Arifah Azizah Oktarani Zainul saya Fajar Arthur Prayoga akan memenuhi permintaanmu apapun itu, walaupun kamu meminta lautan, gunung sekalipun aku akan kabulkan asal jangan suruh saya minum racun, kalau aku mati aku tidak akan bisa mendapatkan dirimu lagi," tampiknya Fajar seraya menarik pinggang rampingnya Arifah hingga hidung mereka saling tabrakan.


Arifah bergidik ngeri-ngeri sedap mendengar perkataan dan penuturannya Fajar, pria yang akan menikahinya esok hari itu. Kedua matanya melotot saking kagetnya dengan apa yang dilakukan oleh Fajar terhadapnya di depan umum lagi.


"Ya Allah… ke-na-pa Mas se-per-ti i-ni le-pas-kan aku," Lirihnya Arifah yang mulai panik dan takut karena jangan sampai Fajar nekat melakukan hal-hal yang begitu berani dan ekstrim, walaupun mereka berdua berada di London Inggris, tapi mereka tetap orang timur yang budayanya sangat berbeda hal itu yang membuat Arifah malu berdekatan tanpa jarak seperti itu.

__ADS_1


"Aku sudah melakukan apa yang kamu minta, yaitu jadi CEO perusahaan besar bernama Arthur Tbk, jadi mulai detik ini kamu adalah calon istri dari CEO termuda dan terganteng di Indonesia bahkan di Asia Tenggara," terangnya yang masih memeluk tubuhnya Arifah dengan posesif.


Kegilaan,sifat bar-barnya Arifah yang blak-blakan, berani memancing di air keruh ketika bersama dengan mantan suaminya sekaligus ayah angkatnya itu, tidak terlihat seperti sekarang ini yang malu-malu jika harus bersikap romantis dan mesra di depan orang lain.


"Kenapa,apa kamu meragukan perkataanku jika aku adalah CEO pemilik perusahaan Arthur Tbk, atau apa kamu perlu bukti yang nyata?" Tanyanya Fajar.


"Bu-kan mak-sud-nya a-ku ti-dak percaya Mas, tapi tolong jangan seperti ini, kita ini lagi di tempat umum, coba perhatikan mereka semua, mereka itu melihat kita seperti ini, aku kan jadi merasa malu Mas," sanggahnya Arifah.


"Berarti kalau hanya kita berdua bisa yah seperti ini,"tanyanya Fajar dengan usilnya yang mau melihat reaksinya Arifah.


"Ish Mas Fajar keganjenan deh, enggak maulah sebelum kita resmi menjadi suami istri, kalau sudah resmi mau di manapun kalau Mas pengen seperti ini insya Allah… saya akan penuhi semuanya kok," pungkasnya Arifah yang wajahnya sudah memerah seperti merahnya buah apel sudah.


Fajar segera melepaskan pelukannya dari tubuhnya Arifah dengan terpaksa," kamu sungguh sudah berubah tidak seperti setahun lebih yang lalu yang aku kenal, dulu kamu berani menggoda ayah angkatmu sekarang nyali dan keberanianmu itu hilang kemana, tapi aku suka dengan wajahmu yang merona berseri-seri seperti ini sayang," terang Fajar sambil mengelus wajah halus bak face baby itu yang halus walau pun tanpa make up sedikitpun yang mengolesi pipinya tersebut.


Arifah terkejut mendengar perkataan dari Fajar,dia tidak menyangka jika kekurangan dan kesalahannya dimasa lalu diketahui oleh Fajar calon suaminya sedangkan masalah ini hanya keempat sahabatnya yang mengetahuinya, yaitu Fatir Muhammad Iqbal, Ariestya Fathia Lubis, Fahmi Idris Sardi dengan adiknya Alifah Ardana Khaerul.


Arifah reflek turun dari tempat duduknya beberapa menit yang dia duduki itu," ke-na-pa bi-sa Mas mengetahuinya? sedangkan yang mengetahui hal itu hanya beberapa orang tertentu saja?" Raut wajahnya Arifah pucat pasi, panik, grogi dan gugup.


Fajar yang hanya bercanda dengan mengatakan hal itu cukup dibuat terkejut melihat reaksinya Arifah yang sungguh diluar kendali dan ekspetasinya itu.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?" Fajar mengulurkan tangannya untuk menyentuh lengannya Arifah tapi, segera ditepis dan disentakkan secara kuat oleh Arifah.


"Stop!! Jangan sentuh aku lagi, kita sebaiknya jangan melanjutkan hubungan ini,saya sama sekali tidak pantas untuk Mas Fajar yang seorang pemilik perusahaan terkenal dan terbesar di Jakarta, sedangkan saya hanya perempuan yang tidak tahu diri," ketusnya Arifah yang segera berlari ke arah luar meninggalkan Fajar yang tidak menduga jika, perkataannya akan menyinggung perasaan dan hati nuraninya Arifah perempuan yang sangat ia cintai itu setulus hatinya.


__ADS_2