Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 39


__ADS_3

Aura Adifa dan Asty Reisa Dion masing-masing mendapatkan hukuman kurungan dari kepolisian, tetapi hukuman mereka berbeda-beda.


"Tidak punya kegiatan di kampus sih bi, hanya saja aku ada janji dengan seseorang hari ini, tapi sudah lewat waktu janjian kami jadi sepertinya aku batalkan saja," sanggahnya Arifah.


"Oh gitu yah Non,saya kira mau ke kampus, kalau gitu selamat menikmati hidangan khas Indonesia asli, semoga makanannya disukai oleh Non Arifah Azizah Oktarani Zainul," imbuhnya Bu Hamidah yang segera berpamitan meninggalkan meja karena masih banyak kerjaan yang harus Ibu Hamidah kerjakan.


Aura dengan percobaan pembunuhan,Asty dengan berduaan di dalam kamar tanpa ada hubungan dan ikatan resmi dengan Fauzi. Sedangkan Fauzi yaitu kasus korupsi dan penggelapan uang perusahaan hukuman kedua pasangan suami istri itu cukup berat. Tiga minggu kemudian, ketiga tersangka itu masing dijatuhi hukuman yang cukup berat.


Tok.. tok..


Ketukan palu pengadilan negeri Jakarta siang itu membuat ketiganya tidak terima dengan vonis hukuman yang diberikan kepada mereka.


"Pak Hakim ini sama sekali tidak adil untukku,saya tidak melakukan kejahatan apapun, karena saya punya hak untuk mengambil dan memakai uang perusahaan tempat saya bekerja!" Teriaknya Fauzi yang sudah bangkit dari duduknya dan segera berjalan tergesa-gesa ke arah Pak hakim ketua.


Polisi yang melihat kejadian itu segera bertindak untuk mengamankan Fauzi dan menjaga keamanan dari Pak hakim ketua. Aura Adiva yang dijatuhkan hukuman selama kurang lebih sepuluh tahun hanya terduduk terdiam di tempatnya tanpa perlawanan apapun seperti yang dilakukan oleh Fauzi suaminya.


"Tuan Fauzi tolong bekerjasama lah dengan pihak kepolisian, jika Anda ingin secepatnya terbebas dari hukuman, kami mohon jangan seperti ini!" Cegahnya Pak Deni kapten kepolisian.


Dua orang berseragam polisi mengamankan Fauzi yang terus berontak dan ingin mendekati hakim ketua. Tapi, usahanya Fauzi gagal total karena, Polisi lebih cepat tanggap darurat menghadapi Fauzi yang terus berulah.


"Arifah Azizah Oktarani Zainul, ayah sama sekali tidak bersalah padamu Nak! Tolong ayah!" Teriaknya Fauzi yang sudah mirip dengan orang gila yang terus berteriak-teriak meronta ingin melepaskan dirinya dari sergapan beberapa polisi.

__ADS_1


Beberapa orang yang kebetulan menghadiri persidangan tersebut mengambil gambar dan video apa yang diperbuat oleh Fauzi, Aura dan Asty yang sama sekali mereka tidak menerima hukuman yang diberikan oleh pengadilan sesuai dengan kejahatan masing-masing.


"Amankan segera Pak Fauzi dan bawa ke tahanan, jika dibiarkan seperti ini bisa membahayakan nyawa orang lain," perintahnya Kapten Doni.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya ruangan yang bersebelahan dengan tempat persidangan Fauzi. Seorang perempuan yang sudah mendengar jatuh vonis hukuman untuknya bereaksi diluar dugaan.


Asty hanya bersikap tenang dan legowo karena, melawan dan menentang keputusan pengadilan sama sekali tidak berguna untuk dirinya secara pribadi, lagian hukumannya cukup paling ringan dibanding dengan dua orang lainnya.


Aura berdiri di kursinya, "Hahaha! Aku tidak bersalah Pak Hakim,saya hanya tidak ingin berbagi suami dengan wanita lucknut itu," ratapnya Aura yang awalnya tertawa terbahak-bahak lalu menangis tersedu-sedu.


Beberapa polwan yang melihat kejadian itu segera mengamankan Aura dan segera menghubungi dokter jiwa.


"Ibu Aura mohon jangan bertindak anarkis jika tidak ingin hukuman yang Anda terima bertambah lebih berat lagi," tegasnya Seorang polwan cantik yang berhijab.


Dengan melihat kondisi dari Aura dan Fauzi, keduanya tidak dibawa langsung ke penjara, melainkan ke rumah sakit jiwa untuk terlebih dahulu menangani kondisi kejiwaan ke-dua pasangan suami istri itu.


Berita itu segera tersiar ke seluruh penjuru tanah air Indonesia dan juga keluar negeri. Hingga ke stasiun televisi swasta milik pemerintah luar negeri.


Seorang perempuan yang sedang bersantai di depan televisi karena, kondisi perutnya yang sudah semakin membuncit itu membuat suaminya melarangnya untuk beraktifitas di luar rumah. Netra cokelat kehitam-hitamannya itu melihat siaran televisi yang menyiarkan berita tentang kasus yang membelik kehidupan kakak iparnya.


"Seorang mantan pengusaha muda terkenal di Indonesia telah melakukan tindakan kejahatan korupsi dan penyalahgunaan jabatannya dengan menggelapkan uang perusahaan ZA Tbk bernama Fauzi As'ad Anwar harus dilarikan ke RSJ karena, mendapatkan guncangan hebat dan siap menerima hukumannya," ucapnya seorang wartawan dari telivisi.

__ADS_1


Hujatan dan bullyan serta hinaan dan cibiran sudah dilayangkan didapatkan oleh Fauzi,Aura dan Asty melalui sosial media. Mereka mengecam tindakan Fauzi terhadap istrinya yang sekaligus anak angkatnya itu.


Seorang Ibu muda yang masih mengandung calon bayinya yang baru berusia tujuh bulan itu segera menolehkan kepalanya ke arah TV, "Ya Allah… itukan Abang Fauzi apa yang sebenarnya terjadi padanya? Gimana dengan Arifah apa dia baik-baik saja?" Gumamnya Ariestya istri dari Fahmi Idris Sardi Khaerul adik bungsunya Fauzi.


Ariestya Fathia Lubis perempuan yang baru sekitar delapan bulan lalu menikah dengan pria yang cukup berani melamarnya padahal mereka hanya berkenalan singkat saja, tetapi perhatian yang dia dapatkan dari suaminya hingga detik ini sungguh luar biasa tulus dan sepenuh hati.


Dia sangat bahagia karena, mendapatkan suami yang begitu perhatian dan ikhlas menerima segala kekurangannya. Bahkan kehidupannya sudah seperti seorang ratu yang begitu dimanjakan.


"Aku harus mencari cara untuk mendapatkan nomor hpnya Arifah untuk menanyai kondisi rumah tangga mereka," gumam Ariestya yang sering disapa Aris oleh Arifah jika mereka bertemu.


Ariestya membuka instagramnya dan facebooknya, kedua bola matanya melotot ketika membaca beberapa artikel mengenai kasus yang dialami oleh Fauzi kakak iparnya itu.


"Astaghfirullahaladzim, sungguh kejam nian hatinya Abang Fauzi, aku tidak menyangka jika akan berbuat seperti itu kepada Arifah yang tidak lain anak angkatnya, dan juga anak dari pria yang membuat keluarganya bisa terpandang seperti sekarang ini, aku hanya berharap semoga Arifah bisa kuat dan tabah menjalani kehidupannya ini, apa jangan-jangan gara-gara Abang Fauzi lah yang membuat Arifah harus memutuskan cuti dari perkuliahannya dan juga mengganti nomor hpnya?" Cicitnya Ariestya yang miris membaca banyaknya komentar negatif dari nitizen yang menghujat Fauzi.


Berita tersebut pun sudah sampai ke telinganya Arifah yang sedang menikmati sarapan paginya itu sebelum berangkat ke kampusnya.


"Ayah memang pantes untuk mendapatkan hukuman atas kejahatannya ayah, andaikan hanya perselingkuhannya ayah aku masih bisa sabar dan ikhlas menerimanya dengan perceraian kita sudah cukup sudah untuk memutuskan hal itu, tapi banyak yang ayah rugikan termasuk papaku, pria yang begitu baik dan tulus menolong ayah tapi malah ayah balas dengan kepahitan dan kecurangan ayah,saya hanya berharap semoga hukuman yang ayah dapatkan bisa berefek jera dan membuat ayah lebih bijaksana dan introspeksi diri sehingga bisa hidup lebih baik lagi kedepannya," cicit Arifah yang sebenarnya iba dan kasihan kepada pria yang selamanya akan dia panggil dengan sebutan ayah.


"Nona Arifah apa sudah siap berangkat ke kampus?" Tanyanya Pak Rahmat Hidayat yang segera memutuskan lamunannya Arifah.


Arifah segera menyeka sudut bibirnya dengan tissue," siap lahir bathin Pak kita berangkat ke kampus," candanya Arifah yang berdiri sambil meraih handbagnya yang berwarna cokelat kopi susu itu.

__ADS_1


Kehidupan harus terus berlanjut, susah senang sedih gembira sudah menjadi hal wajar terjadi di dalam kehidupan seseorang. Tapi, terkadang seseorang lupa daratan jika sudah mendapatkan kenikmatan yang betapa besarnya yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Pencipta kepada setiap insan manusia.


__ADS_2