
Fatir Muhammad Iqbal segera pulang ke apartemennya setelah berbicara diam-diam dengan Arifah. Fauzi As'ad Anwar dan Arifah Azizah Oktarani Zainul menunggu Alifah di dalam mobilnya. Dia cukup gembira dan juga eksaitik karena, mendapatkan lampu hijau restu dari kakak sulungnya perempuan yang sangat ia cintai.
Fatir segera berjalan ke arah depannya Fauzi setelah mendengar perkataan dari calon kakak iparnya itu," saya Fatir Muhammad Iqbal bukan pria bajingan seperti mantan suaminya yang terdahulu, tapi saya akan buktikan jika aku bisa dan sanggup membahagiakan Alifah dengan cara apapun asalkan ia bahagia bersamaku kelak," terangnya Fatir dengan penuh kesungguhan dan keteguhan di setiap perkataannya itu.
"Alifah sayangku aku berjanji setelah Papi dan Mami pulang dari umroh saya akan meresmikan hubungan kita kejenjang pernikahan sebelum bulan puasa, supaya makan sahurnya ada yang nemenin aku beberapa tahun belakangan ini selalu sendiri," cicitnya Fatir Muhammad Iqbal sambil segera mengemudikan mobilnya itu.
Fauzi menyandarkan kepalanya ke headboard mobilnya dengan santai, "Sayang, apa kamu mengenal pria yang menjadi kekasihnya?" Tanyanya Fauzi.
Arifah menolehkan kepalanya ke arah pria yang berstatus suaminya itu," kekasih, kekasihnya siapa yang ayah maksudkan, apa aunty Alifah atau Fadil Wahidin Syam?" Tanyanya balik Arifah.
"Dua-duanya kalau begitu," imbuhnya Fauzi yang sudah menghadap ke arah Arifah.
"Kalau Adita Nadya Syahid itu adalah sekretarisnya Uncle Faiz kalau enggak salah ingat, sedangkan kekasihnya Aunty cantik Alifah Arsana Khaerul itu namanya Fatir Muhammad Iqbal adalah sahabat terbaikku, gimana apa sudah jelas penjelasannya Arifah suamiku!?" Tanyanya balik Arifah yang mundur ke arah belakang karena Fauzi sudah semakin dekat dengan wajahnya itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu mundur, kau itu adalah istriku jadi apapun yang aku lakukan adalah sah sah saja, tidak masalah lagi, kemarin kita belum menikah tapi kamu yang selalu ngotot dan terusan menggodaku, apa nyalimu sudah menghilang atau kamu selama ini hanya berpura-pura sok berani," ucapnya Fauzi sambil menyunggingkan senyuman liciknya itu.
Alifah yang seolah tertantang segera menarik tengkuk lehernya Fauzi hingga tidak ada sekat lagi yang memisahkan wajah keduanya. Hidung mancung nan bangir mereka saling bersentuhan satu sama lainnya.
"Saya tidak takut untuk melakukannya, hanya saja takut jika ada orang lain yang melihat apa yang kita lakukan," pungkasnya Arifah yang tanpa ragu lagi mulai meee luuuu maatt bibir suaminya itu hingga mereka bertukar saliva masing-masing.
Sedangkan di dalam ruangan kantor polisi…
Setelah berbicara seperti itu, Alifah segera meninggalkan tempat tersebut yang penuh dengan kenangan pahit sekaligus manis dalam kehidupannya.
Alifah kembali berbalik arah dan berjalan ke arah Adita Nadya Sahid," tolong kamu rawat suamimu itu dengan baik, dan satu hal servis ranjangmu harus mantap dan yahut supaya dia tidak akan berpaling darimu, takutnya nasibmu juga sama denganku," nasehatnya Alifah kepada pelakor itu dengan senyuman liciknya.
Alifah kembali melangkahkan kakinya menuju mobil abangnya yang terparkir tepat di depan pintu keluar setelah memberikan beberapa wejangan untuk Adita.
__ADS_1
Alifah mengomel kesal, karena sudah lama berdiri dan mengetuk pintu mobil abangnya,tapi penghuni mobil tersebut belum membukanya.
"Ya Allah… nanti lanjutnya di rumah, aku sangat capek dan pengen istirahat!" Teriaknya Alifah yang kesal menghadapi sikap pengantin baru itu.
Arifah segera memperbaiki posisi duduknya dan juga pakaian yang dipakainya yang sudah berantakan itu seperti sedia kala. Fauzi sebelum menekan tombol buka,ia menyeka sudut bibirnya Arifah yang tersisa sedikit saliva di sana. Alifah masuk ke dalam mobil bagian jok belakang sambil menyandarkan kepalanya ke headboard mobil dengan wajahnya yang ditekuk itu.
"Ya elah… pengantin baru lihat situasi dan kondisinya dong kalau pengen wik wik itu di rumah saja jangan di dalam mobil, capek tahu jadi patung nungguin kalian selesai kegiatannya," ketusnya Alifah yang sama sekali tidak digubris oleh Fauzi yang segera melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
Alifah menundukkan wajahnya karena cukup malu sudah ketahuan melakukannya di dalam mobil bersama ayah angkatnya yang sudah berubah status menjadi suaminya itu.
Alifah memainkan handphonenya sambil berbicara, "Tidak perlu malu-malu juga kali keponakan, seperti baru pertama saja gaya loh," candanya Alifah yang tertawa terpingkal-pingkal melihat reaksi keduanya yang seperti pasangan tidak resmi saja yang kedapatan melakukan hal yang tidak baik.
"Kenapa kami harus malu, kami andai bisa mungkin akan memperlihatkan kepada aunty cara kuda-kudaan yang bagus, gimana apa Aunty minat?" tanyanya Arifah yang membalas candaan adik iparnya itu dengan gurauan.
__ADS_1