Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 23


__ADS_3

"Maaf sudah membuat uncle Faiz menunggu lama kedatangan kami berdua," imbuhnya Arifah sambil mendudukkan dirinya di atas salah satu kursi yang sudah tersedia di depannya Faiz Akhsan Anwar.


"Tidak apa-apa kok, santai saja lagian kami juga baru nyampe, karena tadi ada urusan dikit," kilahnya Faiz adik kedua dari suaminya itu.


Aqila Sera Wijaya sedari tadi menundukkan kepalanya karena tidak sanggup untuk melihat ke arahnya Arifah. Ia cukup malu dan segan dengan kejadian yang sudah terjadi diantara mereka. Ariestya Fathia Lubis pun duduk hanya menjadi penonton saja tanpa ikut menyela ataupun menimpali perbincangan serius ketiganya.


"Baiklah kalau begitu katakan padaku Uncle ada hubungan apa dengan calon kakak iparnya uncle,kedua tidak mungkin kalian hanya kebetulan keluar dari pintu ruang praktek dokter Azalia Renata dan tadi yah sebelum kami datang ke rumah sakit,saya sempet melihat dia memakai pakaian pengantin yang sangat cantik di dalam mobilnya uncle,apa semuanya adalah hanya sekedar kebetulan yang disengaja," ketusnya Arifah sembari sesekali menyeruput minuman dinginnya itu.


"Kami adalah pasangan kekasih awalnya sebelum kakakku melamar Aqila, ke-dua kami sudah resmi menikah dan ketiga istriku sudah hamil tiga bulan," Ungkap Faiz Ahsan.


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, saya turut bahagia mendengar kenyataan hal yang membahagiakan ini, saya berharap dengan status kalian bisa membantuku untuk memutuskan pernikahan antara kalian dengan ayah Fauzi As'ad Anwar hari ini juga,kalau bisa kita bertiga yang akan menghadap langsung ke rumahnya Pak Wijaya Kusuma," usulnya Arifah Azizah Oktarani Zainul yang sama sekali tidak ingin menunda hal tersebut.


"Kamu tidak perlu ikut bersama kami menghadap papa serahkan semuanya padaku, aku jamin dan pastikan jika Papa pasti akan merestui dan menerima keputusanku," tampiknya Aqila Sera.


"Baiklah kalau seperti itu, malahan aku sangat berterima kasih padamu jika pernikahan kalian batal, tidak mungkin kan suamiku punya dua istri sedangkan kamu punya dua suami," cibirnya Arifah yang masih tidak menyukai sifatnya Aqila Sera selama ini.


"Kamu tenang saja dan berdoa agar pernikahan ayah angkatmu itu batal terlaksana dua minggu lagi dari sekarang, kami juga sangat menolak dan tidak menginginkan hal ini terjadi di dalam hubungan kami berdua," tukasnya Faiz Aksan Anwar.


"Dia bukan ayah angkatku tapi suamiku ingat itu baik-baik," ujarnya Arifah yang kurang setuju jika masih ada orang yang menganggap mereka ayah anak.

__ADS_1


Mereka kemudian berbincang-bincang santai dan sesekali terdengar suara gelak tawa dari mereka. Berselang beberapa menit kemudian, mereka masing-masing pulang ke rumahnya. Arifah akhirnya bisa tersenyum lega karena, semua batu sandungan yang mengganjal pernikahannya sudah teratasi dengan baik.


Arifah melangkahkan kakinya menuju ke arah atas lantai dua rumahnya, dimana kamarnya berada. Senyuman bahagia selalu tersungging di sudut bibirnya itu.


"Syukur Alhamdulillah, semuanya sudah teratasi dan tertangani dengan baik semoga ayah dan aku hubungan kami kedepannya semakin membaik." Cicitnya Arifah sambil memutar handle pintu kamarnya.


Arifah terkejut melihat siapa Pria yang sudah duduk di atas ranjangnya itu. Arifah berlari berhamburan ke dalam pelukannya Fauzi. Tapi, Fauzi segera mencegah apa yang dilakukan oleh Arifah.


"Stop! Kamu itu dari luar jangan memeluk ayah dengan keadaan kamu yang seperti ini, coba perhatikan diri dan penampilan kamu, sudah kotor dan berantakan masih saja ingin memeluk tubuhku yang baru saja mandi," dengusnya Fauzi As'ad Anwar yang membuat Arifah reflek memperhatikan sekujur tubuhnya itu dan tersenyum malu-malu.


"Hehehe maaf suamiku, aku terlalu gembira soalnya sehingga tanpa sadar melupakan keadaan yang seperti ini," kilahnya Arifah yang tersenyum nyengir lebar saja sembari berlalu dari hadapannya Fauzan laki-laki yang sudah berubah status dari ayah angkatnya menjadi suami sekaligus calon ayah dari anaknya itu.


Fauzi bersandar di headboard ranjangnya Arifah sambil menselonjorkan kakinya itu dengan memainkan gedjetnya. Arifah sudah berpakaian sangat seksi dan memakai make up yang cukup membuatnya semakin memperlihatkan kecantikannya.


Fauzi menatap intens ke arah Arifah yang sedari memperlihatkan senyuman termanisnya itu," kamu memang sangat cantik, tapi sayangnya kecantikanmu tidak bisa menutupi ambisiku selama ini," Fauzan membatin.


"Sayang gimana dengan penampilanku malam ini cantik gak?" Tanyanya Arifah yang berputar-putar di depannya Fauzi.


Fauzi segera bangkit dari baringnya itu, "Kamu sangat cantik sayang, tapi kau akan semakin cantik jika membaca beberapa hal penting yang tertulis di atas dalam berkas ini," ujar Fauzi sambil memperlihatkan sebuah map khusus yang sudah ia persiapkan.

__ADS_1


Arifah menautkan kedua alisnya melihat apa yang dilakukan oleh suaminya itu yang tidak seperti biasanya.


Fauzi memeluk dari belakang tubuhnya Arifah yang tiba-tiba terdiam seribu bahasa yang tidak mengerti dengan situasi yang terjadi, "Bukalah dan baca dengan seksama kalau kamu ingin rencana pernikahanku dengan Aqila Sera gagal," tuturnya Fauzi sambil mengendus wangi aroma tubuhnya Arifah yang begitu harumnya.


Arifah dengan secepat kilat tanpa banyak berfikir lagi,ia kemudian membaca beberapa hal pokok yang paling penting di dalam berkas itu.


"Mak-sud-nya ini apa Ayah? Kenapa ada hal semacam ini?" Tanyanya Arifah yang sama sekali tidak paham arti dan tujuan dari berkas itu.


"Ayah akan bacakan agar kamu lebih mudah memahaminya," sarannya Fauzi yang langsung menarik kertas itu dengan paksa dari dalam genggaman tangannya Arifah.


Arifah menatap intens ke arah suaminya itu dengan posisi masih berdiri sedangkan Fauzi sudah duduk di tepi ranjangnya.


"Satu kamu tidak boleh melanjutkan lagi perkuliahanmu,kamu harus totalitas menjadi seorang istri dan calon dari Ibu anak-anakku, kedua mulai detik ini kamu harus menjaga jarak dengan pria manapun, siapapun itu tanpa terkecuali dengan alasan apapun juga, gimana apa kamu setuju dengan persyaratan yang aku berikan? Tapi, jika kamu tidak sanggup dan setuju dengan persyaratan aku ini, status kamu selamanya di depan umum hanya anak angkat ku saja dan pernikahan aku dengan Aqila Sera akan tetap aku lanjutkan," ancamnya Fauzi yang memeluk penuh kehangatann dan mesra Arifah yang terkejut dengan kenyataan yang barusan diucapkan oleh suaminya itu.


Arifah sama sekali tidak menduga jika di dalam kehidupannya ada hal semacam ini, ia tidak menyangka jika Fauzi yang selama ini selalu memberikan ia kebebasan padanya untuk berinteraksi dengan dunia luar dan yang paling mengejutkan adalah harus berhenti kuliah.


"Ya Allah… apa yang harus aku lakukan aku sangat bingung dan tidak mengerti dengan semua ini," Lirihnya Arifah yang terhuyung beberapa langkah ke arah belakang.


"Bagaimana? ayah berikan kamu waktu untuk berfikir jernih," ucapnya Fauzi lalu berjalan meninggalkan Arifah yang sudah seperti patung.

__ADS_1


__ADS_2