
Ariestya terus memikirkan perkataannya yang sama sekali membuatnya, cukup terkejut dengan ucapannya sendiri. Arifah tersenyum penuh bahagia, karena adik angkat dari ayah angkatnya itu yang paling dekat dengannya layaknya sahabat saja.
Ariestya membuka pintu mobil bagian kiri dan duduk menundukkan kepalanya karena malu jika harus bertatapan langsung dengan "Ya Allah kenapa aku bisa berkata seperti itu, ini mulut emang enggak pakai rem yang paten jadi harus berakhir seperti ini," keluhnya Ariestya.
Fahmi tersenyum penuh kemenangan mendengar perkataan dari Ariestya yang tidak disangka-sangkanya itu.
"Tunggu seminggu lagi aku akan datang melamarmu bidadari surgaku!" Jeritnya Fahmi Idris Sardi Khaerul karena mobil yang dipakai oleh Arifah sudah meninggalkan carport rumahnya.
"Ya Allah… ternyata benci dan cinta itu betis yah, beda tipis pake banget," guraunya Arifah yang sesekali melirik sekilas ke arah sahabatnya yang kebanyakan diam tapi sorot matanya mengatakan banyak hal yang ia pikirkan.
"Apa aku sudah gila sehingga harus berkata seperti itu, kenapa aku bisa mengatakan hal yang sama sekali tidak pernah aku pikirkan dan terbayang dalam benakku, apa jangan-jangan aku sudah jatuh kedalam pesona paman mudanya Arifah sahabatku sendiri, entah lah lagian mana mungkin aku menarik kembali perkataanku barusan lihat saja kedepannya apa dia pria yang patut untuk saya percayai atau hanya pria yang tahu hanya pembual saja," batinnya Ariestya Fathia Lubis.
__ADS_1
"Semoga apa yang kamu katakan sesuai dengan hati nuranimu, aku tidak ingin melihat pamanku itu kecewa karena,kalau setahu aku kamu adalah gadis yang pertama dalam kehidupannya yang disukainya, selama ini tidak pernah memperkenalkan kami dengan wanita manapun kok, aku yakin kamu tidak akan rugi dan kecewa untuk mencintainya, jadi cobalah untuk buka hatimu untuk uncle Fahmi," ungkap Arifah.
"Tapi, aku takut loh Arif, apa Fahmi itu serius padaku untuk menjalin hubungan yang lebih serius bukan hanya sekedar pacaran toh saja atau hanya ambisinya saja yang jadikan aku bahan permainan taruhan seperti di dalam alur cerita novel yang sering aku baca," pungkasnya Ariestya Fathya Lubis.
Arifah menoleh ke arah Ariestya sepintas lalu," bismillahirrahmanirrahim saja kalau memang jodoh insya Allah tidak akan lari kemana kok, aku yakin akan hal itu lihat contohnya aku, walaupun ayah angkatku akan menikah dengan perempuan yang bernama Aqila Sera Wijaya, tapi ujung-ujungnya aku lah yang dinikahi Fauzi As'ad Anwar jadi tetap positif thinking jalani semuanya dengan hati yang ikhlas dan seperti air yang mengalir, di bawah happy gitu jangan jadikan beban okey bestie," tuturnya Arifah Azizah Oktarani Zainul yang kembali berbicara dengan serius.
Arifah kalau dalam mode seperti ini pasti akan serius berbicara dan menyampaikan beberapa argumen yang menurutnya baik untuk sahabat-sahabat nya itu.
Arifah tersenyum bahagia melihat sikapnya Ariestya yang uring-uringan itu setelah tidak langsung memberikan sinyal lampu hijau untuk hubungan yang lebih serius. Arifah mengalihkan perhatiannya ke arah samping kanannya hingga sudut ekor matanya melihat seorang perempuan yang sangat ia kenali dengan baik.
Arifah terpaksa mematikan mesin mobilnya lalu menepikan mobilnya ke tepi badan jalan raya untuk melihat dengan jelas apa penglihatannya tidak keliru atau hanya salah lihat saja
__ADS_1
"Kok kita berhenti, aku kira rumah sakitnya di depan masih agak jauh dari sini?" tanyanya Ariestya yang kebingungan dengan sikap sahabatnya itu.
Arifah bukannya menjawab pertanyaan dari Ariestya malah memintanya untuk memperhatikan mobil yang diyakininya adalah mobil yang pernah dibelinya bersama suami sirinya itu khusus untuk Faiz adik kedua suaminya," "Mas Aries coba kamu lihat perempuan yang ada di dalam mobil itu, apa itu tunangannya suamiku kan?" Pintanya Arifah yang selalu disapa oleh Ariestya dengan Arif jika mereka bercanda bersama.
Ariestya segera melakukan apa yang dikatakan oleh Arifah, ia memicingkan penglihatannya dengan tajam agar tidak salah lihat.
"Mantul pake banget itu Aqila Sera Wijaya rekan bisnisnya papinya Fatir Muhammad Iqbal sekaligus calon ibu tirimu," jawabnya Ariestya.
"Tapi kok berpakaian pengantin,iya gak sih!" tebaknya Arifah yang sudah duduk memiringkan tubuhnya ke arah jalan sebelah kanannya.
"Apa jangan-jangan dari KUA lagi,secara kan calon manten suamimu," tampiknya Ariestya.
__ADS_1
"Tidak mungkin, tadi aku lihat postingan story whatsappnya ayah dia lagi meeting dengan kliennya dari Korea Selatan Seoul," tampik Arifah.
"apa jangan-jangan dia punya selingkuhan lagi," cercanya Ariestya yang asal nebak saja.