Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 6


__ADS_3

Suasana kafe langganan ketiganya siang itu cukup ramai dipadati oleh pengunjung karena bertepatan dengan jam istirahat makan siang para pekerja karyawan perusahaan.


Ada beberapa perusahaan besar yang mengelilingi kafe tersebut, termasuk perusahaan tempat Fauzi Sa'ad Anwar bekerja. Dan juga perusahaan milik papinya Fatir.


"Assalamualaikum," sapanya Arifah Azizah Oktarani ketika sudah berada di depan salah satu sahabatnya yaitu Fatir Muhammad Iqbal.


"Waalaikum salam, saya kira aku yang datang terlambat ternyata kamu juga baru datang," imbuhnya Fatir.


Arifah hanya nyengir lebar saja menanggapi perkataan dari sahabat terbaiknya itu. Arifah celingak-celinguk mencari keberadaan satu orang lagi siapa lagi kalau bukan Ariestya Fathia Lubis.


"Aries belum datang, katanya ia sedikit terlambat soalnya ada insiden kecil yang harus ia alami," ujarnya Fatir yang langsung menjelaskan kepada Arifah yang pastinya mencari keberadaan Ariestya.


"Ohh gitu toh, pantesan suasananya masih terasa mencekam," sarkas Arifah yang memperhatikan dari raut wajahnya Fatir yang seperti menyimpan sesuatu rahasia.


"Enggak juga kok, ramai kalau menurut aku siang ini," ucapnya Fatir yang sama sekali tidak menyadari jika Arifah mencurigai sedang terjadi sesuatu padanya.


Mereka memesan beberapa makanan dan minuman teman mereka nanti sambil berbincang-bincang. Seperti hari-hari sebelumnya, jika mereka datang bberkunjung ke kafe tersebut,tentunya banyak makanan dan minuman yang mereka pesan dan berakhir dengan pengusaha muda yang bayarin makanan dan minuman mereka.


"Aku seharusnya menolak keinginannya tadi, bagaimana jika ia hamil sedangkan ia masih punya suami, tapi katanya sih selama mereka menikah hampir dua tahun ini,dia hanya baru beberapa kali disentuh oleh suaminya, pantesan masih sempit gitu," batinnya Fatir yang kembali teringat dengan kejadian sekitar satu jam yang lalu.


Arifah mengamati dengan seksama gerak gerik dari pria yang hanya terpaut dua tahun darinya itu yang sudah selesai S1 nya setahun yang lalu. Fatir juga sudah mengelola perusahaan milik keluarganya mengingat hanya dia anak tunggal di keluarganya.


Arifah segera memukul dengan pelan pundaknya Fatir," eh sempit!" Latahnya Fatir.


Perkataan reflek dari mulutnya Fatir membuat Arifah terkejut sekaligus penasaran dengan maksud perkataannya Fatir.

__ADS_1


"Sempit!" Beonya Arifah.


Fatir jadi salah tingkah karena, apa yang dia ucapkan itu," sempit maksudnya sepatu yang aku pakai ini Arif, sepertinya pengen dipensiunkan dini padahal baru seminggu yang lalu aku belinya," kilahnya Fatir yang menutupi kenyataan yang terjadi padanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Arifah menyeruput minuman dinginnya siang itu," kalau sempit ganti dong Pak,masa sih pengusaha muda yang tajir enggak mampu mengoleksi banyak sepatu," gurauan Arifah.


"Iya bener sekali yang kamu katakan, tapi ngomong-ngomong gadis satunya kok sampai sekarang belum muncul ju…" ucapannya Fatir terhenti setelah melihat kedatangan Aristya Fathia Lubis dengan wajahnya yang ditekuk.


Arifah mengarahkan pandangannya ke arah yang ditatap oleh Fatir, "Ya Allah… ya Robbi apa yang terjadi pada sahabatku yang satu ini, kenapa datang-datang wajahnya sudah seperti pakaian yang belum disetrika saja," kelakarnya Arifah.


Ariestya langsung meraih minuman dingin yang khusus dipesankan untuknya itu," maaf aku terlambat, kesel banget dan semoga saja aku tidak sial hari ini dan untuk beberapa hari kedepannya," ketusnya Ariestya.


Arifah langsung menanggapi sikapnya Ariesta," ya elah Abang Aries datang-datang langsung merebut minumanku,lihat sono minuman kamu yang kau minum itu punya gue ledies,"


Ariestya tertawa cengengesan menanggapi perkataan dari mulut Arifah," maaf Mas Arif ini nih gara-gara pria brengsek bajingan lucknut itu, masa main nyosor nyium bibirku yang masih perawan ini," kesalnya Ariestya yang ceplas-ceplos jika bertemu dengan sahabatnya itu.


"What's, gimana rasanya dicium! Enak kan?” tebaknya Arifah yang reaksinya diluar dugaan.


Ariestya melototkan matanya saking terkejutnya melihat reaksi dan respon dari kedua temannya itu.


"Kalau dicium oleh oppa Jungkook aku minta lagi dan lagi bahkan aku yang nyosor duluan ini mah tanpa terduga ada pria brengsek yang berani seenak jidatnya menciumku aku gigit saja bibirnya biar dia kapok, untungnya aku enggak nendang burung perkututnya coba aku tendang yang itu pasti dia akan pingsan," ungkapnya Ariestya yang berbicara dengan menggebu-gebu.


"Dasar loh,oppa Jungkook bakal ngacir kabur lihat wajah loh, tapi ngomong-ngomong gimana kejadiannya?" Tanyanya Arifah Azizah Oktarani yang mulai tingkat penasarannya di level akut.


"Apa kalian ke sini hanya untuk menginterogasiku atau mencari solusi dari permasalahanmu dengan ayah angkatmu?" Tanyanya Ariestia yang berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


Arifah dan Fatir saling bertatapan satu dengan lainnya sambil mengedipkan matanya Arifah.


"Ayah angkatku yang paling ganteng dan hot sedunia itu hari ini melamar kekasihnya perempuan genit dan matre itu, aku gagal padahal aku sudah melakukan yang kalian katakan," ucapnya sendu Arifah seraya mengambil sepotong kue dari atas piringnya itu.


"Apa!! Kamu sudah berhasil belah duren tapi, Pak Fauzi masih saja melamar pacarnya!?" Tanyanya Ariestya dengan hebohnya yang reflek berdiri dari duduknya itu.


Arifah segera menutup mulutnya rapat-rapat Ariestia sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kafe tersebut," ya Allah… itu volume suara bisa kagak dikecilin? Kalau seperti ini bisa-bisa seisi kafe tahu apa yang sudah aku perbuat dengan ayah angkatku yang goyangannya aduhai," pungkasnya Arifah yang terbayang-bayang dengan apa yang dilakukannya berduaan dengan pria yang berstatus ayah angkatnya itu.


Beberapa tamu kafe tersebut mengarahkan tatapan matanya yang nyalang ke arah tiga orang tersebut. Arifah hanya tertawa cengengesan menanggapi tatapan mereka itu.


"Jadi gimana rasanya bestie saat anu?" Tanyanya lagi Ariestya sedangkan Fatir hanya terdiam saja walaupun ia juga sudah punya pengalaman tentang belah duren montong pun sudah dia lakukan pagi tadi.


"Rasanya gimana gitu,kalau kalian pengen tahu dan penasaran buruan gih coba sendiri yang intinya enak dan rasa nyamannya tak bisa ungkap dan dijelaskan dengan kata-kata," tuturnya Arifah yang sebenarnya tidak mengatakan segalanya dari rasa sakitnya sampai rasa ngilu dan perih yang membuat ia harus berteriak-teriak dan mencakar punggung lebarnya Fauzi Sa'ad Anwar pria dewasa 35 tahun itu.


"Jadi apa yang seharusnya kamu lakukan kalau rencana pertama kita gagal?" Tanyanya Ariestya.


"Kalau menurut aku sih,kamu usahain untuk melakukannya hampir setiap hari dengan pak Fauzi kapan kamu punya waktu luang dan senggang kamu harus mengulanginya hingga berulang kali sampai kamu hamil, setelah kamu positif hamil barulah minta ayah angkatmu untuk bertanggung jawab,mau gimanapun dia harus menikahimu dan bertanggung jawab atas perbuatannya itu," jelasnya Fatir yang memberikan solusi kepada sahabatnya, padahal itu juga rencana yang akan ia lakukan agar pacarnya segera meminta cerai pada suaminya itu.


"Itu ide yang sangat amazing dan brilian kalau menurut aku, kamu memang selalu bisa diandalkan bestieku," Arifah langsung memeluk tubuhnya Fatir.


"Stop, entar gak sengaja kekasihku lihat kita seperti ini dan bisa menimbulkan kecemburuan yang tidak beralasan lagi," ucap Fatir yang segera melerai pelukan kedua sahabatnya itu.


Mereka kembali duduk di kursi masing-masing dan kembali menikmati hidangan yang berada di depannya karena, sudah dingin. Perut mereka juga sudah berbunyi keroncongan. Berselang beberapa menit kemudian, Arifah kembali membuka percakapan mereka.


"Tapi, gimana kalau aku tidak hamil juga, apa yang selanjutnya aku lakukan?"

__ADS_1


"Intensitas pertemuan kalian semakin harus ditingkatkan dan kalau dua bulan kedepan kamu gak hamil-hamil juga kita akan pikirkan cara yang paling jitu," usulnya Fatir.


__ADS_2